Teknologi
Hilmi An Naufal

Verizon Borong Lebih dari 80 Juta Mil Fiber Optik Corning, Jaringan Baru Disiapkan untuk Era AI

Verizon Borong Lebih dari 80 Juta Mil Fiber Optik Corning, Jaringan Baru Disiapkan untuk Era AI

08 September 2026 | 23:25

KEBONCINTA.COM – Selasa, 8 September 2026 – Ledakan kecerdasan buatan tidak hanya meningkatkan permintaan GPU dan chip memori. Infrastruktur internet fisik ternyata juga harus mengalami ekspansi besar-besaran.

Verizon mengumumkan kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan Corning untuk mendapatkan lebih dari 80 juta mil fiber optik berkapasitas tinggi.

Pasokan akan diberikan secara bertahap mulai 2027 hingga 2032.

Fiber tersebut akan digunakan untuk memperluas jaringan broadband sekaligus membangun backbone berkapasitas sangat tinggi yang dibutuhkan pusat data kecerdasan buatan.

Kesepakatan baru melanjutkan hubungan antara Verizon dan Corning yang sudah berlangsung sekitar tiga dekade.

Corning dikenal luas sebagai perusahaan material yang memproduksi kaca pelindung smartphone melalui Gorilla Glass.

Namun perusahaan juga merupakan salah satu pemain besar dunia dalam teknologi fiber optik.

Fiber optik menjadi tulang punggung internet modern.

Tidak seperti kabel tembaga yang menggunakan sinyal listrik, fiber mengirimkan data menggunakan cahaya.

Teknologi tersebut memungkinkan data berpindah dalam kecepatan sangat tinggi dengan kehilangan sinyal relatif rendah pada jarak jauh.

Itulah sebabnya kabel bawah laut internet, jaringan antarnegara, pusat data hingga koneksi broadband modern banyak menggunakan fiber.

Kebutuhan AI membuat kapasitas tersebut menjadi semakin penting.

Pusat data kecerdasan buatan mempunyai karakter yang berbeda dari aplikasi internet sederhana.

Model AI dapat terdiri dari puluhan hingga ratusan miliar parameter.

Sistem sering dijalankan pada ribuan chip yang tersebar di banyak server.

Data harus berpindah dengan sangat cepat antara perangkat-perangkat tersebut.

Selain koneksi di dalam data center, perusahaan teknologi juga harus menghubungkan beberapa pusat data yang lokasinya dapat berada ratusan atau ribuan kilometer satu sama lain.

Jaringan dengan bandwidth tinggi dan latency rendah kemudian menjadi kebutuhan utama.

Latency merupakan waktu yang dibutuhkan sebuah data untuk melakukan perjalanan dari satu titik menuju titik lainnya.

Semakin rendah latency, semakin cepat sistem dapat berkomunikasi.

Untuk aktivitas sederhana seperti membuka sebuah halaman web, perbedaan beberapa milidetik mungkin tidak terlalu terasa.

Namun pada sistem komputasi AI berskala besar, keterlambatan kecil dapat mengurangi efisiensi ribuan prosesor yang bekerja secara bersamaan.

Verizon mengatakan infrastruktur yang dibangun nantinya dapat digunakan sebagai jaringan terpadu.

Jaringan yang sama dapat menghubungkan rumah, bisnis, menara seluler, enterprise data center hingga fasilitas AI hyperscale.

Strategi tersebut membuat investasi fiber tidak hanya bergantung pada satu jenis pelanggan.

Verizon sedang memperluas target broadband hingga sekitar 40 juta sampai 50 juta lokasi yang dapat dijangkau.

Di sisi lain, kebutuhan AI hyperscaler menciptakan permintaan kapasitas baru untuk jaringan jarak jauh.

Hyperscaler adalah perusahaan yang menjalankan pusat data berskala sangat besar.

Contohnya termasuk penyedia layanan cloud dan perusahaan teknologi yang mengoperasikan platform dengan ratusan juta pengguna.

Data center mereka dapat berisi puluhan ribu server.

Ketika jumlah pusat data bertambah, jaringan yang menghubungkannya juga harus ikut berkembang.

Inilah alasan 80 juta mil fiber terlihat sangat besar tetapi tetap mempunyai kebutuhan nyata.

Verizon mengatakan volume tersebut akan membantu perusahaan membangun jaringan dalam skala yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Corning akan memasok teknologi high-density optical fiber dan berbagai solusi konektivitas terkait.

Salah satunya adalah Contour Flow Cable.

Teknologi kabel tersebut dirancang memasukkan jumlah fiber yang lebih besar ke jalur conduit yang tersedia.

Conduit merupakan saluran fisik tempat kabel jaringan dipasang.

Pada daerah perkotaan, menambah conduit baru tidak selalu mudah.

Perusahaan mungkin harus menggali jalan dan memperoleh izin.

Jika jumlah fiber yang dapat dimasukkan ke saluran yang sudah ada meningkat, kapasitas jaringan dapat ditambah dengan pembangunan fisik yang lebih efisien.

Perkembangan tersebut menunjukkan satu sisi AI yang jarang terlihat pengguna.

Ketika seseorang membuka chatbot, pengalaman terlihat seperti sekadar sebuah halaman website.

Namun di belakangnya terdapat rantai teknologi yang sangat panjang.

Perintah pengguna masuk melalui jaringan internet.

Data dikirim menuju pusat data.

GPU kemudian menjalankan model.

Hasilnya kembali dikirim melalui jaringan menuju perangkat pengguna.

Jika salah satu bagian sistem lambat, pengalaman pengguna ikut terganggu.

Industri AI karena itu memerlukan investasi mulai dari semiconductor hingga kabel fiber.

Peningkatan penggunaan video, cloud gaming, streaming dan layanan 5G juga ikut menambah kebutuhan bandwidth.

Artinya ekspansi jaringan tidak hanya terjadi karena AI.

Namun kecerdasan buatan menjadi salah satu faktor yang mempercepat kebutuhan pembangunan.

Perusahaan pusat data bahkan mulai mencari lokasi berdasarkan ketersediaan listrik sekaligus konektivitas fiber.

Lahan murah tidak cukup apabila tidak mempunyai koneksi jaringan dengan kapasitas tinggi.

Kondisi tersebut juga dapat membuat wilayah yang berada dekat jalur fiber utama menjadi semakin strategis.

Bagi Corning, kesepakatan Verizon memberikan permintaan jangka panjang hingga 2032.

Perusahaan dapat menggunakan kepastian kontrak tersebut untuk memperluas kapasitas manufaktur fiber di Amerika Serikat.

Permintaan AI sebelumnya juga membuat perusahaan jaringan lain berusaha mengamankan pasokan fiber lebih awal.

Hal tersebut memperlihatkan adanya kekhawatiran bahwa kebutuhan pembangunan data center dapat memberikan tekanan terhadap kapasitas produksi kabel.

Fenomena serupa sudah terlihat pada chip memori.

Ketika semua perusahaan membutuhkan komponen pada waktu yang sama, rantai pasokan dapat mengalami kekurangan.

Mengamankan kontrak beberapa tahun ke depan menjadi salah satu cara perusahaan mengurangi risiko.

Kesepakatan Verizon dan Corning akhirnya memberikan gambaran tentang besarnya pembangunan fisik di balik revolusi AI.

AI memang sering disebut sebagai teknologi software.

Namun pertumbuhannya sangat bergantung pada hardware.

Chip harus dibuat.

Pusat data harus dibangun.

Listrik harus tersedia.

Dan jutaan kilometer kabel harus menghubungkan semuanya.

Dengan pasokan lebih dari 80 juta mil fiber dari 2027 hingga 2032, Verizon ingin memastikan jaringan fisiknya mempunyai kapasitas untuk menghadapi pertumbuhan broadband tradisional sekaligus gelombang baru komputasi generatif.

Era AI tidak hanya membutuhkan model yang semakin pintar.

Ia juga membutuhkan internet yang jauh lebih besar.

Tags:
teknologi

Komentar Pengguna