Teknologi
Hilmi An Naufal

PLTN yang Akan Pasok Listrik untuk Google Dapat Pinjaman US$1,9 Miliar, Ditargetkan Hidup Lagi 2029

PLTN yang Akan Pasok Listrik untuk Google Dapat Pinjaman US$1,9 Miliar, Ditargetkan Hidup Lagi 2029

08 September 2026 | 23:24

KEBONCINTA.COM – Selasa, 8 September 2026 – Kebutuhan listrik untuk menjalankan pusat data kecerdasan buatan semakin besar hingga perusahaan teknologi mulai melirik kembali pembangkit listrik tenaga nuklir yang sebelumnya sudah berhenti beroperasi.

Pemerintah Amerika Serikat melalui Department of Energy atau DOE resmi menutup kesepakatan pinjaman hingga US$1,9 miliar kepada NextEra Energy untuk membantu menghidupkan kembali Duane Arnold Energy Center di Iowa.

Pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut sudah berhenti beroperasi sejak 2020.

Kini fasilitas tersebut dipersiapkan untuk kembali menghasilkan listrik pada 2029 apabila seluruh proses perizinan dari U.S. Nuclear Regulatory Commission atau NRC dapat diselesaikan.

Proyek tersebut mendapatkan perhatian besar karena berkaitan dengan kebutuhan listrik Google.

Google sebelumnya membuat kesepakatan dengan NextEra untuk mendukung pengoperasian kembali Duane Arnold ketika kebutuhan energi untuk pusat data dan layanan kecerdasan buatan terus meningkat.

Kebangkitan AI generatif membuat konsumsi listrik pusat data melonjak.

Model kecerdasan buatan seperti chatbot, generator gambar maupun agen AI membutuhkan ribuan chip komputasi yang beroperasi secara bersamaan.

Chip tersebut tidak hanya membutuhkan listrik ketika melakukan pelatihan model.

Setiap kali jutaan pengguna mengirimkan pertanyaan atau perintah kepada sistem AI, server juga harus menjalankan proses inference untuk menghasilkan jawaban.

Akibatnya, perusahaan teknologi membutuhkan pasokan energi yang besar dan stabil selama 24 jam.

Duane Arnold mempunyai kapasitas sekitar 615 megawatt setelah proses peningkatan yang direncanakan selesai.

DOE mengatakan kapasitas tersebut secara teori cukup untuk memasok listrik hampir 500.000 rumah.

Pembangkit itu juga menjadi satu-satunya fasilitas nuklir di Iowa.

Pemerintah AS memperkirakan proses pengaktifan kembali fasilitas akan menciptakan hampir 1.500 pekerjaan selama tahap konstruksi.

Setelah beroperasi, pembangkit diperkirakan mendukung lebih dari 450 pekerjaan tetap.

Duane Arnold sebelumnya berhenti beroperasi setelah fasilitas mengalami kerusakan pada 2020.

Pada saat itu kondisi ekonomi industri listrik juga berbeda.

Harga gas alam relatif murah sehingga mengoperasikan sejumlah fasilitas nuklir lama tidak selalu dianggap ekonomis.

Namun hanya dalam beberapa tahun situasinya berubah drastis.

Pertumbuhan pusat data AI membuat perusahaan listrik kembali mencari sumber energi yang dapat menghasilkan daya dalam jumlah besar secara terus-menerus.

Energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin mempunyai peran penting.

Namun produksi listriknya dapat berubah berdasarkan kondisi cuaca dan waktu.

Pembangkit nuklir mempunyai karakter berbeda karena dapat menghasilkan daya dalam jumlah besar secara stabil.

Karakter tersebut membuat nuclear power kembali mendapatkan perhatian perusahaan teknologi.

Google bukan satu-satunya.

Microsoft sebelumnya juga membuat kesepakatan terkait pengoperasian kembali reaktor di Three Mile Island.

Sementara Meta telah menggunakan kesepakatan energi dengan pembangkit nuklir untuk mendukung kebutuhan pusat data.

Kebutuhan tersebut memperlihatkan betapa besar perubahan yang dibawa kecerdasan buatan terhadap industri energi.

Ketika masyarakat menggunakan chatbot melalui smartphone atau komputer, proses sebenarnya berlangsung di pusat data yang dapat berisi puluhan ribu GPU.

Satu pusat data besar dapat membutuhkan listrik setara sebuah kota.

Masalahnya, pembangunan pembangkit baru membutuhkan waktu panjang.

Pembangkit nuklir baru misalnya dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga lebih dari satu dekade sebelum beroperasi.

Mengaktifkan kembali reaktor lama kemudian menjadi salah satu pilihan yang dianggap lebih cepat dalam kondisi tertentu.

Meski begitu, restart pembangkit nuklir bukan proses sederhana.

Fasilitas yang sudah bertahun-tahun tidak beroperasi harus diperiksa secara menyeluruh.

Peralatan, sistem kontrol, struktur, keamanan dan berbagai komponen lainnya harus memenuhi persyaratan regulator.

NRC juga harus memberikan persetujuan sebelum fasilitas dapat kembali menghasilkan listrik secara komersial.

Karena itu target 2029 masih bergantung pada penyelesaian pekerjaan teknis serta proses perizinan.

Pinjaman US$1,9 miliar dari pemerintah akan membantu membiayai pekerjaan tersebut.

DOE menilai pengoperasian kembali Duane Arnold dapat membantu memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik di Iowa dan wilayah Midwest.

Pada sisi lain, meningkatnya penggunaan energi untuk AI juga menimbulkan perdebatan.

Pusat data baru dapat menambah tekanan terhadap jaringan listrik.

Di beberapa wilayah, perusahaan harus membangun gardu, jaringan transmisi maupun pembangkit baru untuk memenuhi permintaan.

Biaya serta dampak terhadap pelanggan listrik lokal kemudian menjadi bagian penting dalam diskusi.

Perusahaan teknologi berusaha menjawab persoalan tersebut melalui kontrak jangka panjang dengan produsen energi.

Kesepakatan semacam itu dapat memberikan kepastian pendapatan kepada perusahaan pembangkit untuk melakukan investasi.

Bagi perusahaan teknologi, manfaatnya adalah memperoleh pasokan listrik yang dapat diprediksi untuk operasional data center.

Perkembangan AI akhirnya membuat energi menjadi salah satu bagian terpenting dari persaingan teknologi.

Mempunyai model AI paling pintar saja tidak cukup.

Perusahaan harus mempunyai chip, pusat data, jaringan internet, sistem pendinginan dan listrik untuk menjalankannya.

Tanpa pasokan listrik yang cukup, ribuan GPU mahal tidak dapat digunakan secara maksimal.

Itulah sebabnya perusahaan seperti Google mulai terlibat semakin jauh dalam proyek energi.

Pengaktifan kembali Duane Arnold menjadi contoh bagaimana ledakan AI bahkan dapat menghidupkan kembali infrastruktur yang beberapa tahun sebelumnya dianggap tidak lagi ekonomis.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pembangkit tersebut akan kembali menghasilkan sekitar 615 MW listrik pada 2029.

Dari chatbot hingga layanan cloud, kebutuhan komputasi yang terus meningkat membuat hubungan antara industri teknologi dan industri energi menjadi semakin sulit dipisahkan.

Tags:
teknologi

Komentar Pengguna