KEBONCINTA.COM – Selasa, 8 September 2026 – Persaingan industri roket swasta semakin panas setelah startup Stoke Space mendapatkan pendanaan baru senilai US$1 miliar atau sekitar Rp16 triliun.
Pendanaan Seri E tersebut digunakan untuk mempercepat pengembangan roket reusable Nova sekaligus mempersiapkan kendaraan generasi kedua yang mempunyai kemampuan angkut jauh lebih besar.
Stoke Space merupakan salah satu perusahaan yang mencoba menantang dominasi SpaceX dalam bisnis peluncuran satelit.
Namun perusahaan tersebut mempunyai target teknis yang sangat ambisius.
Stoke ingin membuat roket di mana bukan hanya booster tahap pertama yang dapat kembali ke Bumi.
Tahap kedua yang membawa muatan menuju orbit juga dirancang dapat kembali dan digunakan lagi.
Konsep tersebut berbeda dengan sebagian besar roket reusable saat ini.
Falcon 9 milik SpaceX misalnya mampu mendaratkan dan menggunakan kembali booster tahap pertama.
Namun tahap keduanya tidak digunakan kembali setelah menjalankan misi.
Jika Stoke berhasil membuat kedua bagian roket kembali secara rutin dan dapat diterbangkan ulang dengan biaya rendah, perusahaan dapat memangkas biaya peluncuran secara signifikan.
CEO Stoke Space Andy Lapsa mengatakan pendanaan terbaru akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, membangun infrastruktur dan meningkatkan frekuensi penerbangan.
Selain itu, dana tersebut akan membantu pengembangan kendaraan generasi kedua.
Putaran pendanaan dipimpin oleh Point72 Ventures dan Spark Capital.
Sejumlah investor lain termasuk General Innovation, Glade Brook Capital, US Innovation Technology, Washington Harbour Partners, Woven Capital dan Y Combinator turut berpartisipasi.
Setelah putaran terbaru, total pendanaan yang telah dikumpulkan Stoke mencapai sekitar US$2,3 miliar.
Jumlah itu memperlihatkan besarnya kebutuhan modal dalam industri roket.
Membuat roket bukan hanya persoalan merancang mesin.
Perusahaan harus membangun fasilitas produksi, lokasi pengujian, sistem peluncuran, software, avionik hingga infrastruktur keselamatan.
Setiap pengujian juga mempunyai biaya yang sangat besar.
Namun apabila teknologi reusable berhasil, investasi awal yang tinggi dapat dibayar melalui biaya operasional yang lebih rendah.
Stoke menamai kendaraan pertamanya Nova Pathfinder.
Penerbangan perdana Nova Pathfinder kini ditargetkan berlangsung pada awal 2027.
Sebelum roket benar-benar diterbangkan, perusahaan masih harus menyelesaikan berbagai uji di darat.
Tahap pertama telah menjalani serangkaian pengujian struktural dan operasional di fasilitas Stoke di Moses Lake.
Tahap berikutnya adalah melakukan test firing terhadap masing-masing stage dan kemudian mengujinya bersama dengan sistem peluncuran.
Nova Pathfinder dirancang mampu membawa sekitar tiga ton muatan menuju low-Earth orbit atau orbit rendah Bumi.
Kapasitas tersebut memang jauh lebih kecil dibandingkan Falcon 9.
Namun Stoke tidak berhenti pada kendaraan pertama.
Perusahaan juga mengungkap pengembangan Nova Block 2.
Roket generasi tersebut ditargetkan mempunyai kemampuan membawa sekitar 15 ton menuju orbit rendah Bumi.
Angka tersebut sedikit lebih tinggi daripada kapasitas tertentu Falcon 9 dalam konfigurasi reusable.
Nova Block 2 ditargetkan mulai beroperasi sekitar 2029.
Waktu tersebut menarik karena SpaceX sendiri sedang berusaha memindahkan semakin banyak misinya dari Falcon 9 menuju Starship.
Stoke melihat potensi kebutuhan yang tetap besar untuk roket kelas menengah yang dapat melayani pelanggan pihak ketiga.
Salah satu teknologi paling menarik pada Nova terdapat pada tahap keduanya.
Masalah terbesar ketika kendaraan kembali dari orbit adalah panas ekstrem.
Ketika roket memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi, gesekan dan kompresi udara dapat membuat permukaannya mengalami temperatur sangat tinggi.
SpaceX menghadapi tantangan serupa pada Starship dan menggunakan ribuan heat shield tile untuk melindungi kendaraan.
Stoke mengambil pendekatan berbeda.
Perusahaan menggunakan sistem active cooling.
Hidrogen cair yang sangat dingin dialirkan melalui bagian pelindung panas untuk membantu menjaga temperatur permukaan selama proses masuk kembali ke atmosfer.
Stoke mengatakan teknologi tersebut sudah diuji secara ekstensif di darat.
Sistem tersebut nantinya akan digunakan pada penerbangan pertama Nova.
Jika berhasil, teknologi tersebut dapat mengurangi kebutuhan mengganti atau memperbaiki heat shield setelah setiap penerbangan.
Tujuan akhir reusable rocket bukan sekadar memastikan roket dapat kembali.
Kendaraan juga harus dapat terbang lagi dengan cepat.
Jika roket membutuhkan berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk diperiksa dan diperbaiki setelah mendarat, keuntungan ekonominya menjadi jauh lebih kecil.
Konsep idealnya menyerupai pesawat.
Pesawat komersial dapat mendarat, menjalani pemeriksaan dan kembali terbang dalam waktu relatif singkat.
Industri roket masih jauh dari tingkat penggunaan ulang tersebut.
SpaceX telah berhasil mendaratkan booster Falcon 9 ratusan kali dan menerbangkan kembali banyak booster yang sama.
Namun membuat tahap kedua reusable jauh lebih sulit karena bagian tersebut bergerak dengan kecepatan orbital.
Stoke mencoba menyelesaikan persoalan tersebut dari awal desain.
Perusahaan bahkan sudah memperoleh kontrak peluncuran sebelum Nova melakukan penerbangan orbital pertamanya.
Hal tersebut menunjukkan terdapat pelanggan yang bersedia mengambil risiko menggunakan perusahaan baru demi mendapatkan tambahan pilihan layanan peluncuran.
Permintaan roket meningkat seiring semakin banyak perusahaan membangun konstelasi satelit.
Satelit komunikasi, observasi Bumi dan berbagai layanan komersial membutuhkan akses ke orbit.
Saat ini SpaceX mempunyai keunggulan besar dari sisi frekuensi peluncuran.
Perusahaan dapat meluncurkan Falcon 9 dalam jumlah yang sulit disaingi kompetitor.
Rocket Lab, Firefly Aerospace, Relativity Space dan sejumlah pemain lain sedang berusaha memperbesar kapasitas mereka.
Stoke mencoba mengambil posisi berbeda melalui konsep full reusability.
Keberhasilan tetap belum terjamin.
Dalam industri roket, jadwal penerbangan sering mengalami penundaan.
Satu masalah pada mesin, struktur maupun software dapat menunda peluncuran selama berbulan-bulan.
Bahkan roket dari perusahaan berpengalaman tetap dapat mengalami kegagalan.
Karena itu target penerbangan awal 2027 akan menjadi ujian penting bagi Stoke.
Jika Nova Pathfinder berhasil mencapai orbit dan membuktikan teknologi reusable tahap keduanya, perusahaan dapat menjadi salah satu pemain paling menarik dalam industri luar angkasa swasta.
Pendanaan US$1 miliar yang diumumkan 8 September memberikan perusahaan cukup bahan bakar finansial untuk mencoba mencapai target tersebut.