Khazanah
Hilmi An Naufal

Goldman Sachs Buka Kantor Khusus AI dan Cloud, Siapkan Lebih dari 125 Engineer

Goldman Sachs Buka Kantor Khusus AI dan Cloud, Siapkan Lebih dari 125 Engineer

08 September 2026 | 22:36

KEBONCINTA.COM – Selasa, 8 September 2026 – Gelombang investasi kecerdasan buatan kini tidak hanya dilakukan perusahaan teknologi seperti Google, Microsoft maupun OpenAI.

Raksasa perbankan investasi Goldman Sachs juga semakin serius memperkuat penggunaan AI dengan membuka kantor engineering baru di Bellevue, Washington, Amerika Serikat.

Kantor tersebut akan menjadi lokasi khusus bagi lebih dari 125 engineer yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan dan transformasi cloud.

Langkah tersebut diumumkan Goldman Sachs pada Selasa, 8 September 2026.

CEO Goldman Sachs David Solomon mengatakan wilayah Pacific Northwest mempunyai kumpulan talenta teknologi yang sangat besar.

Daerah tersebut menjadi rumah bagi sejumlah perusahaan teknologi global sekaligus berada dekat dengan berbagai institusi pendidikan teknik ternama.

Bellevue sendiri berada tidak jauh dari Seattle dan menjadi salah satu pusat industri teknologi terbesar di Amerika Serikat.

Microsoft mempunyai kantor pusat di Redmond yang berada di kawasan yang sama.

Amazon juga mempunyai basis sangat besar di Seattle.

Kehadiran berbagai perusahaan tersebut membuat wilayah tersebut mempunyai banyak engineer yang berpengalaman dalam cloud computing, software engineering dan kecerdasan buatan.

Goldman Sachs ingin memanfaatkan ekosistem tersebut.

Perusahaan mengatakan perekrutan talenta engineering berkualitas tinggi menjadi bagian penting dalam strategi untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Menariknya, Goldman Sachs sebenarnya sudah mempunyai jumlah engineer yang sangat besar.

Perusahaan mempekerjakan lebih dari 12.000 engineer secara global.

Jumlah tersebut mewakili sekitar seperempat dari keseluruhan tenaga kerja Goldman Sachs.

Angka itu menunjukkan sebuah bank investasi modern sebenarnya juga dapat dianggap sebagai perusahaan teknologi dalam banyak aspek operasionalnya.

Sistem perdagangan saham, manajemen risiko, keamanan siber, analisis pasar hingga pembayaran membutuhkan software dan infrastruktur komputasi dalam skala sangat besar.

AI sekarang menambahkan lapisan teknologi baru ke dalam seluruh sistem tersebut.

Kecerdasan buatan dapat digunakan untuk membantu menganalisis dokumen, mencari informasi, mendeteksi risiko maupun mengotomatisasi berbagai pekerjaan administrasi.

Salah satu pekerjaan yang banyak mendapatkan perhatian industri keuangan adalah analisis dokumen.

Bank dan perusahaan investasi harus membaca laporan keuangan, kontrak, laporan penelitian dan dokumen hukum dalam jumlah sangat besar.

Model AI dapat membantu menyaring informasi tersebut sehingga pekerja dapat menemukan bagian penting dengan lebih cepat.

Namun keputusan finansial tetap membutuhkan pengawasan manusia.

Kesalahan dari sistem AI dapat mempunyai dampak besar apabila langsung digunakan untuk mengambil keputusan bernilai jutaan atau miliaran dolar.

Karena itu perusahaan keuangan mempunyai kebutuhan besar terhadap engineer yang tidak hanya memahami AI tetapi juga keamanan, cloud dan tata kelola data.

Privasi data menjadi aspek sangat penting.

Bank menyimpan informasi finansial dan bisnis yang sangat sensitif.

AI yang digunakan perusahaan tidak dapat begitu saja mengirimkan seluruh informasi internal menuju layanan publik tanpa kontrol.

Perusahaan perlu membangun arsitektur yang menentukan data mana yang boleh digunakan oleh model AI dan bagaimana informasi tersebut diproses.

Hal inilah yang membuat transformasi AI di dunia perbankan membutuhkan investasi infrastruktur besar.

Perusahaan tidak cukup hanya membeli langganan chatbot.

AI harus dihubungkan dengan database, sistem internal dan alur kerja perusahaan secara aman.

Cloud computing juga mempunyai peran penting.

Beban kerja AI membutuhkan kapasitas komputasi besar dan dapat berubah dengan cepat.

Cloud memungkinkan perusahaan menambah atau mengurangi sumber daya tanpa harus selalu membeli server fisik sendiri.

Meski demikian, perusahaan finansial juga harus mempertimbangkan regulasi mengenai lokasi penyimpanan data serta keamanan informasi pelanggan.

Pembukaan kantor Bellevue menunjukkan Goldman Sachs ingin memperkuat kemampuan teknologi internal daripada sepenuhnya menyerahkan pengembangan kepada vendor luar.

Engineer perusahaan dapat membuat sistem yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Goldman Sachs.

Strategi seperti ini semakin banyak digunakan perusahaan besar.

Pada awal perkembangan AI generatif, perusahaan cenderung hanya melakukan eksperimen kecil.

Sekarang perhatian mulai bergeser menuju penerapan AI pada pekerjaan nyata.

Pertanyaannya bukan lagi apakah perusahaan menggunakan AI.

Pertanyaannya adalah apakah AI benar-benar dapat meningkatkan produktivitas tanpa menambah risiko baru.

Goldman Sachs bukan satu-satunya institusi keuangan yang bergerak ke arah tersebut.

Bank dan perusahaan investasi global berlomba mengadopsi kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas pekerja.

AI dapat membantu programmer menulis kode, analis mencari informasi serta tim layanan pelanggan memproses pertanyaan lebih cepat.

Namun sektor keuangan menjadi salah satu industri yang harus paling berhati-hati.

Model AI dapat menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan tetapi ternyata tidak benar.

Fenomena tersebut sering disebut hallucination.

Apabila terjadi pada percakapan biasa, kesalahan mungkin hanya menghasilkan jawaban yang kurang akurat.

Namun dalam industri keuangan, informasi salah dapat memengaruhi keputusan investasi maupun pengelolaan risiko.

Karena itu kemampuan manusia untuk memeriksa hasil AI masih menjadi bagian penting.

Investasi Goldman Sachs terhadap tenaga engineering juga menunjukkan perubahan menarik pada pasar tenaga kerja.

Ada kekhawatiran AI akan mengurangi kebutuhan terhadap programmer.

Namun pada saat yang sama, perusahaan besar masih membutuhkan banyak engineer untuk membangun, mengintegrasikan dan menjaga sistem AI.

Jenis pekerjaan yang dibutuhkan kemungkinan akan berubah.

Kemampuan memahami arsitektur sistem, data, keamanan, cloud dan penggunaan AI menjadi semakin penting dibandingkan sekadar menulis kode sederhana.

Kantor Bellevue nantinya akan menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi Goldman Sachs.

Lebih dari 125 engineer yang ditempatkan di sana akan berfokus terutama pada AI dan transformasi cloud.

Dengan lebih dari 12.000 engineer secara global, Goldman Sachs memperlihatkan bahwa persaingan kecerdasan buatan sekarang telah menyebar jauh di luar Silicon Valley.

Industri perbankan pun mulai melihat AI sebagai infrastruktur inti yang dapat menentukan cara perusahaan bekerja dalam beberapa tahun mendatang.

Tags:
teknologi

Komentar Pengguna