KEBONCINTA.COM – Selasa, 8 September 2026 – Perlombaan menuju komputer kuantum berkemampuan tinggi semakin serius setelah pemerintah Amerika Serikat mengucurkan total pendanaan US$300 juta kepada tiga perusahaan teknologi kuantum.
D-Wave Quantum, Rigetti Computing dan Quantinuum masing-masing memperoleh pendanaan hingga US$100 juta melalui program CHIPS and Science Act.
Kesepakatan final diumumkan pada 8 September 2026.
Pendanaan tersebut bukan hanya subsidi untuk membangun perusahaan.
Dana diarahkan pada penelitian dan pengembangan teknologi yang dibutuhkan untuk membuat komputer kuantum dapat berkembang menuju skala yang jauh lebih besar.
Komputer kuantum mempunyai prinsip berbeda dibandingkan komputer konvensional.
PC dan smartphone menggunakan bit yang mempunyai nilai 0 atau 1.
Komputer kuantum menggunakan quantum bit atau qubit.
Karena sifat mekanika kuantum, qubit dapat digunakan untuk melakukan jenis perhitungan tertentu dengan pendekatan yang sangat berbeda dari prosesor biasa.
Namun komputer kuantum saat ini belum menjadi pengganti laptop atau PC gaming.
Teknologinya lebih diarahkan untuk menyelesaikan jenis persoalan tertentu yang sangat sulit dihitung menggunakan komputer klasik.
Potensi penggunaan mencakup simulasi material, kimia, optimasi, penelitian obat hingga sejumlah persoalan kriptografi.
Tantangan terbesarnya adalah membuat qubit dalam jumlah besar sekaligus mempertahankan tingkat kesalahan yang sangat rendah.
Qubit sangat sensitif terhadap gangguan lingkungan.
Perubahan temperatur, noise listrik maupun interaksi kecil dengan lingkungan dapat menyebabkan informasi kuantum rusak.
Inilah alasan sejumlah komputer kuantum harus beroperasi pada kondisi temperatur sangat rendah.
Rigetti menggunakan teknologi superconducting quantum computing.
Pendanaan US$100 juta yang diterima perusahaan akan digunakan untuk mengatasi sejumlah masalah teknis dalam memperbesar sistem berbasis superkonduktor.
Salah satu fokusnya adalah mengembangkan sistem pembacaan dan elektronik yang semakin kecil serta terintegrasi.
Perusahaan juga ingin meningkatkan teknologi cryostat.
Cryostat merupakan sistem yang mempertahankan chip kuantum pada temperatur sangat rendah.
Semakin banyak qubit yang digunakan, semakin rumit pula sistem pendinginan, kabel dan elektronik yang harus terhubung.
Rigetti mengatakan proyek penelitian tersebut bertujuan mempercepat jalannya menuju komputer kuantum skala utilitas.
D-Wave mengambil pendekatan berbeda.
Perusahaan dikenal melalui teknologi quantum annealing.
Pendanaan hingga US$100 juta akan mendukung pengembangan teknologi semiconductor untuk sistem annealing sekaligus gate-model superconducting quantum computing.
Proyek mencakup peningkatan jumlah qubit, error rate, coherence dan teknologi packaging.
D-Wave saat ini mempunyai sistem Advantage2 yang menggunakan lebih dari 4.400 qubit dalam arsitektur annealing.
Quantum annealing dibuat terutama untuk menyelesaikan persoalan optimasi tertentu.
Contohnya adalah mencari kombinasi terbaik di antara banyak kemungkinan.
Masalah seperti penjadwalan, distribusi logistik atau optimasi jaringan dapat mempunyai jumlah kemungkinan sangat besar ketika skalanya meningkat.
D-Wave juga menyediakan akses komputer kuantumnya melalui cloud sehingga organisasi tidak perlu memiliki mesin sendiri.
Sementara Quantinuum mendapatkan US$100 juta untuk pengembangan komputer kuantum trapped-ion yang fault tolerant.
Teknologi perusahaan menggunakan ion individual sebagai qubit.
Quantinuum akan bekerja sama dengan GlobalFoundries untuk membuat generasi baru ion trap dan elektronik pengendali.
Perusahaan juga bekerja sama dengan Monarch Quantum untuk mengembangkan laser serta komponen optik.
Laser mempunyai peran sangat penting pada trapped-ion quantum computing.
Cahaya digunakan untuk memanipulasi keadaan ion dan menjalankan operasi kuantum.
Karena itu untuk memperbesar jumlah qubit, teknologi optik juga harus dapat diproduksi dengan skala jauh lebih besar.
Pendanaan pemerintah AS tidak diberikan tanpa imbalan.
Departemen Perdagangan Amerika Serikat akan memperoleh kepemilikan saham minoritas dan non-pengendali pada perusahaan yang menerima bantuan.
Model tersebut dirancang agar pembayar pajak dapat memperoleh sebagian manfaat ekonomi apabila perusahaan yang menerima investasi pemerintah berkembang pesat.
Pendekatan ini cukup berbeda dibandingkan hibah penelitian tradisional.
Pemerintah tidak hanya memberikan uang untuk proyek.
Negara juga memperoleh exposure terhadap peningkatan nilai perusahaan.
Program tersebut menjadi bagian dari CHIPS and Science Act yang awalnya banyak dikenal sebagai upaya mengembalikan produksi semiconductor canggih ke Amerika Serikat.
Namun program CHIPS juga mencakup penelitian teknologi microelectronics generasi berikutnya.
Quantum computing dianggap sebagai salah satu bidang strategis.
Amerika Serikat tidak sendirian dalam perlombaan tersebut.
China, Uni Eropa, Inggris, Jepang, Australia dan berbagai negara lain berinvestasi besar pada penelitian kuantum.
Teknologi tersebut dipandang mempunyai implikasi ekonomi sekaligus keamanan nasional.
Salah satu kekhawatiran jangka panjang berhubungan dengan enkripsi.
Komputer kuantum berukuran cukup besar secara teori dapat menjalankan algoritma yang mampu memecahkan sejumlah metode kriptografi yang banyak digunakan sekarang.
Karena itu perusahaan teknologi dan pemerintah sudah mengembangkan post-quantum cryptography.
Algoritma tersebut dibuat agar tetap aman meskipun suatu hari komputer kuantum menjadi sangat kuat.
Namun teknologi saat ini masih jauh dari skenario komputer kuantum yang dapat memecahkan seluruh enkripsi internet.
Masalah error correction dan jumlah logical qubit yang dibutuhkan tetap menjadi tantangan sangat besar.
Logical qubit berbeda dari physical qubit.
Banyak physical qubit dapat diperlukan untuk membuat satu logical qubit yang cukup stabil untuk menjalankan perhitungan panjang.
Karena itu industri sekarang berusaha meningkatkan kualitas qubit, bukan hanya mengejar angka sebanyak mungkin.
Pendanaan US$300 juta menunjukkan pemerintah AS melihat tantangan tersebut sebagai sesuatu yang layak mendapatkan investasi strategis.
Menariknya, tiga perusahaan yang dipilih menggunakan pendekatan teknologi berbeda.
D-Wave mempunyai annealing dan pengembangan gate model.
Rigetti berfokus pada superconducting qubits.
Quantinuum menggunakan trapped ions.
Belum ada kepastian pendekatan mana yang akhirnya akan menghasilkan komputer kuantum paling berguna dalam skala besar.
Bisa jadi beberapa teknologi akan bertahan karena masing-masing mempunyai keunggulan untuk pekerjaan berbeda.
Situasinya mirip dengan masa awal industri komputer ketika berbagai arsitektur bersaing sebelum teknologi akhirnya semakin matang.
Pengumuman 8 September juga memberikan dorongan terhadap saham perusahaan kuantum.
Saham D-Wave dan Rigetti termasuk yang mengalami kenaikan setelah investor mendapatkan kepastian mengenai pendanaan pemerintah.
Namun nilai ekonomi jangka panjang industri tersebut tetap bergantung pada kemajuan teknologi nyata.
Quantum computing telah mendapatkan investasi miliaran dolar dalam beberapa tahun terakhir.
Kini tantangannya adalah membuktikan bahwa mesin tersebut dapat menyelesaikan pekerjaan yang memberikan keuntungan nyata dibandingkan superkomputer klasik.
Jika kemajuan error correction dan manufaktur dapat dipercepat, komputer kuantum dapat menjadi salah satu perubahan terbesar dalam industri komputasi.
Pendanaan kepada D-Wave, Rigetti dan Quantinuum menunjukkan Amerika Serikat tidak ingin menunggu teknologi tersebut matang di negara lain sebelum membangun rantai pasok dan kemampuan produksinya sendiri.