KEBONCINTA.COM – Selasa, 8 September 2026 – Popularitas perangkat wearable tidak hanya menguntungkan produsen smartwatch. Oura, perusahaan yang terkenal melalui smart ring untuk memantau tidur dan kesehatan, kini bersiap memasuki bursa saham.
Oura telah mengajukan dokumen untuk melakukan Initial Public Offering atau IPO di Amerika Serikat.
Dokumen perusahaan yang diserahkan kepada Securities and Exchange Commission memberikan gambaran menarik mengenai perkembangan bisnis smart ring.
Pendapatan Oura melonjak tajam.
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 Juni tahun lalu, perusahaan mencatat pendapatan sekitar US$697 juta.
Pada periode yang sama tahun ini, pendapatannya meningkat menjadi sekitar US$1,2 miliar.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan smart ring mulai berkembang dari produk teknologi khusus menjadi kategori wearable yang jauh lebih besar.
Oura sebelumnya mengatakan pendapatan perusahaan mencapai sekitar US$500 juta pada 2024.
Angkanya kemudian berkembang menjadi sekitar US$1 miliar pada 2025.
Untuk 2026, perusahaan pernah memperkirakan pendapatan mendekati US$2 miliar.
Model bisnis Oura juga menarik karena perusahaan tidak hanya mendapatkan uang dari penjualan hardware.
Pengguna dapat berlangganan layanan untuk memperoleh analisis kesehatan dan berbagai fitur tambahan.
Oura menyebut mempunyai sekitar 5 juta anggota berbayar.
Perusahaan juga mencatat tingkat retensi rata-rata tertimbang selama 12 bulan sekitar 85 persen.
Artinya sebagian besar pengguna yang berlangganan masih mempertahankan keanggotaannya setahun kemudian.
Pendapatan berulang seperti ini sangat disukai investor.
Menjual perangkat keras memberikan pendapatan ketika konsumen membeli produk.
Namun layanan subscription dapat menghasilkan pemasukan terus-menerus selama pengguna tetap berlangganan.
Strategi serupa digunakan banyak perusahaan teknologi untuk mengurangi ketergantungan terhadap siklus penggantian hardware.
Smart ring Oura sendiri digunakan untuk memantau berbagai informasi tubuh.
Sensor dapat mengukur detak jantung, temperatur, aktivitas, tidur dan sejumlah sinyal fisiologis lainnya.
Data kemudian diproses oleh aplikasi untuk menghasilkan informasi mengenai kondisi tubuh pengguna.
Salah satu fitur yang membuat Oura terkenal adalah Readiness Score.
Sistem mencoba memberikan gambaran apakah tubuh pengguna sudah cukup pulih dan siap menjalani aktivitas.
Sleep Score juga digunakan untuk menganalisis kualitas tidur.
Berbeda dengan smartwatch, smart ring mempunyai bentuk jauh lebih kecil.
Perangkat dipakai seperti cincin biasa dan tidak mempunyai layar besar.
Keuntungan utamanya adalah pengguna dapat mengenakannya sepanjang hari dan ketika tidur tanpa merasa sedang memakai jam tangan.
Desain tersebut membuat smart ring menarik bagi pengguna yang ingin pemantauan kesehatan tetapi tidak menyukai smartwatch.
Oura mengatakan telah menjual sekitar 3,6 juta cincin dalam satu tahun terakhir.
Perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang jauh lebih luas daripada sekadar fitness tracker.
Dalam dokumen IPO, Oura mengatakan platformnya dapat dikembangkan untuk digunakan pada layanan kesehatan, perusahaan asuransi, pemberi kerja hingga penyedia layanan medis.
Data menjadi salah satu aset terbesar perusahaan.
Oura mengklaim mempunyai kumpulan data biometrik longitudinal dalam jumlah sangat besar.
Perusahaan menyebut data yang dikumpulkan mewakili hampir 42 miliar jam informasi fisiologis dan mencakup lebih dari 50 metrik kesehatan serta kebugaran.
Kumpulan data tersebut digunakan untuk meningkatkan teknologi AI dan machine learning Oura.
Semakin lama seseorang menggunakan ring, semakin banyak data historis yang tersedia.
AI dapat membandingkan kondisi hari ini dengan pola normal pengguna sendiri.
Pendekatan tersebut dapat memberikan informasi yang lebih personal dibandingkan hanya membandingkan setiap orang dengan angka rata-rata populasi.
Sebagai contoh, detak jantung istirahat yang dianggap normal dapat berbeda antarindividu.
Sistem yang mengetahui pola pengguna selama berbulan-bulan dapat mendeteksi perubahan yang tidak biasa dibandingkan baseline pribadinya.
Perkembangan AI juga membuat wearable bergerak dari sekadar alat pengukur menuju sistem yang mencoba memberikan interpretasi.
Perangkat tidak hanya mengatakan pengguna tidur selama tujuh jam.
Aplikasi dapat mencoba menjelaskan apakah kualitas tidur membaik, apakah tubuh cukup pulih serta bagaimana aktivitas sebelumnya mungkin memengaruhi kondisi tersebut.
Namun penggunaan AI pada kesehatan juga membawa tantangan.
Informasi dari wearable bukan pengganti diagnosis dokter.
Sensor konsumen mempunyai keterbatasan dan algoritma dapat menghasilkan estimasi yang tidak selalu tepat.
Oura bahkan sedang menghadapi gugatan class action yang menuduh perusahaan memberikan gambaran menyesatkan mengenai akurasi pemantauan tahapan tidur.
Perusahaan membantah tuduhan tersebut dan mengatakan akan mempertahankan posisinya melalui proses hukum.
Persoalan tersebut kemungkinan menjadi salah satu risiko yang diperhatikan investor menjelang IPO.
Selain risiko hukum, persaingan smart ring juga semakin ketat.
Samsung telah memasuki kategori tersebut melalui Galaxy Ring.
Berbagai startup dan produsen lain juga mengembangkan produk sejenis.
Apple belum mempunyai smart ring komersial, tetapi perkembangan pasar wearable membuat kategori tersebut terus mendapatkan perhatian.
Oura mempunyai keuntungan sebagai salah satu pemain yang membangun kategori tersebut lebih awal.
Nama perusahaan sudah sangat identik dengan smart ring premium.
Namun semakin banyak kompetitor berarti Oura harus terus berinovasi.
Harga perangkat juga dapat menjadi tantangan.
Produk Oura berada di kisaran ratusan dolar AS dan pengguna kemudian masih dapat membayar biaya langganan.
Kombinasi tersebut membuat produk lebih mahal dibandingkan fitness tracker sederhana.
Di sisi lain, data perusahaan menunjukkan jutaan konsumen bersedia membayar.
Menurut laporan sebelumnya, Oura diperkirakan mencari valuasi sekitar US$16 miliar dalam IPO.
Perusahaan juga disebut berpotensi mengumpulkan hingga sekitar US$3 miliar.
Namun harga saham final dan valuasi IPO tetap bergantung pada proses penawaran dan kondisi pasar.
IPO Oura akan menjadi salah satu ujian menarik bagi investor teknologi.
Pasar dapat melihat apakah kategori smart ring dianggap mempunyai potensi pertumbuhan sebesar smartwatch atau hanya tetap menjadi produk premium untuk kelompok tertentu.
Yang sudah jelas, wearable semakin berkembang menjadi bisnis data dan layanan.
Perangkat seperti Oura Ring hanyalah titik awal.
Nilai jangka panjang perusahaan berada pada kemampuan mengubah miliaran jam data tubuh manusia menjadi informasi yang berguna bagi pengguna.
Jika Oura berhasil mempertahankan pertumbuhan pelanggan sekaligus meningkatkan kemampuan AI-nya, smart ring dapat menjadi salah satu kategori perangkat kesehatan konsumen terbesar dalam beberapa tahun mendatang.