Teknologi
Hilmi An Naufal

Serangan Siber Lumpuhkan Operasi Boston Scientific, Produksi dan Pengiriman Alat Medis Sempat Terganggu

Serangan Siber Lumpuhkan Operasi Boston Scientific, Produksi dan Pengiriman Alat Medis Sempat Terganggu

08 September 2026 | 22:19

KEBONCINTA.COM – Selasa, 8 September 2026 – Serangan siber kembali menunjukkan bahwa gangguan terhadap sistem komputer dapat memberikan dampak langsung pada kegiatan bisnis dunia nyata.

Produsen perangkat medis Boston Scientific mengungkap insiden keamanan siber telah mengganggu operasi global perusahaan dan membuat target penjualan serta laba 2026 kemungkinan tidak tercapai.

Aktivitas tidak sah pertama kali terdeteksi pada sejumlah sistem teknologi informasi perusahaan pada 25 Agustus 2026.

Insiden tersebut kemudian menyebabkan gangguan jaringan yang cukup besar.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pada komputer kantor.

Proses manufaktur, pemrosesan pesanan hingga pengiriman produk kepada pelanggan ikut mengalami gangguan.

Boston Scientific merupakan perusahaan besar yang memproduksi berbagai perangkat medis.

Produknya digunakan dalam sejumlah bidang kesehatan seperti kardiologi, pengobatan gangguan irama jantung dan berbagai prosedur medis lainnya.

Karena itu gangguan pada jaringan perusahaan menjadi persoalan yang jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar website yang tidak dapat dibuka.

Pabrik bergantung pada teknologi informasi untuk mengatur produksi.

Gudang membutuhkan sistem untuk mengetahui barang yang harus dikirim.

Tim distribusi memerlukan informasi mengenai alamat serta pesanan pelanggan.

Apabila jaringan utama terganggu, aktivitas fisik di banyak lokasi dapat ikut melambat.

Boston Scientific mengatakan sejumlah pusat distribusi utamanya sekarang telah kembali memproses dan mengirimkan pesanan pada atau bahkan di atas tingkat normal.

Fasilitas sterilisasi juga telah kembali beroperasi.

Produksi telah dilanjutkan di sebagian besar fasilitas perusahaan di berbagai negara.

Meski operasional mulai pulih, efek finansial dari insiden tersebut belum dapat dihitung secara penuh.

Boston Scientific sebelumnya memperkirakan pertumbuhan penjualan 2026 sebesar 5,5 hingga 6,5 persen.

Perusahaan juga memberikan perkiraan laba yang disesuaikan sebesar US$3,28 sampai US$3,32 per saham.

Untuk kuartal ketiga, perusahaan sebelumnya memperkirakan laba 80 hingga 82 sen per saham.

Setelah serangan siber, perusahaan mengatakan target tersebut kemungkinan tidak lagi dapat dicapai.

Sebagian pendapatan yang hilang selama gangguan diperkirakan masih dapat diperoleh kembali setelah perusahaan mengejar backlog pesanan.

Namun belum jelas berapa banyak penjualan yang hanya tertunda dan berapa banyak yang benar-benar hilang.

Boston Scientific berencana memberikan proyeksi terbaru ketika mengumumkan hasil keuangan kuartal ketiga pada 28 Oktober 2026.

Pasar langsung merespons kabar tersebut.

Saham Boston Scientific turun sekitar 2 sampai 3 persen setelah perusahaan memberikan pembaruan mengenai dampak serangan.

Investor tidak hanya memperhatikan kerugian penjualan jangka pendek.

Mereka juga mencoba memahami apakah gangguan tersebut berdampak terhadap posisi kompetitif perusahaan pada berbagai produk penting.

Kabar positifnya, Boston Scientific mengatakan analisis kualitas produk tidak menemukan dampak terhadap kualitas perangkat.

Pengecualian yang disebut perusahaan adalah gangguan terhadap aktivasi baru platform pemantauan jarak jauh perangkat jantung.

Artinya insiden utamanya berada pada infrastruktur teknologi informasi dan operasional, bukan kerusakan fisik terhadap perangkat medis yang sudah diproduksi.

Meski demikian, kejadian tersebut kembali menyoroti risiko keamanan siber pada industri kesehatan.

Rumah sakit, perusahaan farmasi dan produsen alat kesehatan menyimpan data bernilai tinggi sekaligus menjalankan sistem yang sangat penting.

Bagi penjahat siber, sektor tersebut menjadi target menarik.

Gangguan jaringan bahkan dapat memberikan tekanan besar kepada korban karena perusahaan perlu memulihkan sistem secepat mungkin.

Boston Scientific bukan satu-satunya perusahaan sektor kesehatan yang menghadapi serangan siber belakangan ini.

Reuters mencatat sejumlah perusahaan seperti Abbott Laboratories, Stryker, Medtronic dan Novo Nordisk juga pernah mengalami insiden keamanan baru-baru ini.

Tren tersebut menunjukkan keamanan siber kini tidak dapat dipisahkan dari keamanan operasional perusahaan.

Dahulu departemen teknologi informasi sering dianggap hanya bertugas memastikan komputer dan email dapat digunakan.

Sekarang sebuah gangguan IT dapat menghentikan pabrik, gudang hingga distribusi produk bernilai miliaran dolar.

Digitalisasi memang meningkatkan efisiensi.

Namun semakin banyak sistem yang saling terhubung, semakin besar pula dampaknya apabila salah satu sistem penting berhasil disusupi.

Perusahaan karena itu membutuhkan beberapa lapisan perlindungan.

Sistem penting perlu dipisahkan sehingga serangan pada satu bagian jaringan tidak otomatis menyebar ke seluruh fasilitas.

Backup juga harus tersedia dan dapat dipulihkan tanpa bergantung pada jaringan utama.

Pegawai perlu mendapatkan pelatihan untuk mengenali phishing dan metode serangan lain.

Sementara sistem harus terus mendapatkan patch keamanan.

Selain mencegah serangan, kemampuan memulihkan operasional juga menjadi sangat penting.

Tidak ada sistem komputer yang dapat dijamin 100 persen tidak pernah mengalami serangan.

Karena itu perusahaan harus mempersiapkan skenario ketika pertahanan berhasil ditembus.

Berapa cepat database dapat dipulihkan?

Apakah pabrik masih dapat berjalan secara terbatas?

Apakah pesanan pelanggan dapat diproses menggunakan sistem cadangan?

Pertanyaan tersebut sekarang menjadi bagian penting dalam strategi keamanan perusahaan.

Kasus Boston Scientific memberikan contoh nyata mengenai besarnya dampak ekonomi sebuah serangan siber.

Satu aktivitas tidak sah pada sistem IT akhirnya dapat memengaruhi produksi global, pengiriman barang, proyeksi penjualan dan nilai saham perusahaan.

Bagi industri teknologi, kasus tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan digital tidak hanya berbicara mengenai melindungi file.

Pada perusahaan modern, keamanan jaringan sudah menjadi bagian langsung dari kemampuan perusahaan untuk terus menjalankan bisnisnya.

Tags:
teknologi

Komentar Pengguna