Parenting
Rahman Abdullah

Anak Sering Lupa Instruksi? Ini Penyebab dan Cara Melatih Memori Kerja

Anak Sering Lupa Instruksi? Ini Penyebab dan Cara Melatih Memori Kerja

08 September 2026 | 21:03

Keboncinta.com-- Anak yang sering lupa dengan instruksi dari orang tua terkadang membuat orang tua merasa kesal. Baru saja diberi arahan, beberapa saat kemudian anak sudah tidak mengingat apa yang harus dilakukan.

Kondisi tersebut sebenarnya tidak selalu menunjukkan bahwa anak sengaja mengabaikan perkataan orang tua. Kebiasaan mudah lupa berkaitan erat dengan cara kerja sistem memori di dalam otak, termasuk kemampuan anak dalam menyimpan dan mengolah informasi.

Mengenal Sistem Memori pada Manusia

Secara umum, manusia memiliki dua jenis memori utama, yaitu memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam menyimpan informasi.

Memori jangka pendek bekerja dengan cepat ketika menerima informasi. Namun, kapasitasnya relatif terbatas sehingga hanya mampu menampung sejumlah informasi dalam waktu tertentu.

Baca Juga: Kenali Slow Processing Speed pada Anak dan Cara Membantu Meningkatkan Fokus

Agar informasi dari memori jangka pendek dapat tersimpan lebih lama, informasi tersebut perlu diulang dan diperkuat secara berkala. Pengulangan membantu otak mengenali informasi sehingga berpeluang masuk ke penyimpanan jangka panjang.

Sementara itu, memori jangka panjang memiliki kapasitas penyimpanan yang jauh lebih besar dan dapat menyimpan informasi dalam waktu yang sangat lama. Informasi yang sudah tersimpan di dalamnya dapat bertahan dalam jangka panjang, terutama jika sering digunakan atau diperkuat melalui pengulangan.

Apa Itu Memori Kerja?

Selain memori jangka pendek dan jangka panjang, terdapat pula memori kerja (working memory). Memori ini berkaitan dengan kemampuan seseorang menyimpan informasi sementara sambil menggunakannya dalam suatu aktivitas.

Memori kerja tidak hanya berfungsi menahan informasi untuk sementara, tetapi juga memungkinkan otak mengolah atau memanipulasi informasi tersebut ketika sedang mengerjakan sesuatu.

Contohnya, ketika orang tua memberikan beberapa instruksi kepada anak, anak perlu mengingat arahan tersebut sambil melaksanakan setiap langkahnya.

Mengapa Anak Sering Melupakan Instruksi?

Kapasitas memori kerja anak masih dalam tahap perkembangan. Ketika terlalu banyak informasi baru masuk dalam waktu bersamaan, kapasitas tersebut dapat mengalami kelebihan muatan.

Akibatnya, informasi yang sebelumnya sedang disimpan dalam memori kerja dapat tergeser atau terlupakan. Inilah salah satu alasan anak terkadang terlihat seperti mudah lupa ketika mendapatkan beberapa instruksi sekaligus.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak langsung memberikan label negatif kepada anak. Kemampuan mengingat dan mengolah informasi masih terus berkembang sehingga perlu dilatih secara bertahap.

Baca Juga: Abu Vulkanik Kepung Sejumlah Wilayah, Kemenag Izinkan Madrasah Ubah Jam Belajar hingga PJJ

Usia 6–12 Tahun Menjadi Masa Penting untuk Melatih Memori

Rentang usia 6 hingga 12 tahun merupakan periode yang baik untuk memberikan berbagai stimulasi yang membantu perkembangan memori kerja anak.

Latihan tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Orang tua dapat memasukkannya ke dalam aktivitas sehari-hari melalui instruksi sederhana, permainan, maupun kegiatan praktik.

Berikut beberapa cara yang dapat dicoba.

1. Sampaikan Instruksi dengan Cara yang Beragam

Jika anak sulit mengingat sebuah instruksi, orang tua dapat menyampaikannya kembali menggunakan kalimat yang berbeda. Gestur atau gerakan tubuh juga dapat digunakan untuk membantu memperjelas maksud.

Variasi dalam menyampaikan informasi dapat membuat anak lebih mudah memahami dan mengingat arahan yang diberikan.

2. Pecah Instruksi Menjadi Beberapa Tahapan

Hindari memberikan terlalu banyak perintah dalam satu waktu. Sebaiknya, instruksi yang panjang dibagi menjadi beberapa langkah sederhana.

Sebagai contoh, daripada memberikan banyak arahan sekaligus, orang tua dapat meminta anak melakukan satu kegiatan terlebih dahulu, kemudian melanjutkan ke tahap berikutnya.

Cara tersebut membuat informasi yang harus diproses menjadi lebih ringan bagi memori kerja anak.

Baca Juga: Anak Sedang Tantrum? Ini 6 Cara Bijak Menenangkan Anak Tanpa Kekerasan

3. Manfaatkan Gambar dan Benda di Sekitar

Informasi akan lebih mudah dipahami jika tidak hanya disampaikan secara verbal. Orang tua dapat menggunakan gambar, diagram sederhana, atau benda nyata untuk membantu anak memahami instruksi.

Visualisasi memberikan gambaran konkret sehingga anak memiliki lebih banyak petunjuk untuk mengingat informasi yang diberikan.

4. Ajak Anak Mempraktikkan Instruksi

Anak juga dapat diajak langsung mempraktikkan apa yang sudah dijelaskan.

Tags:
Pola Asuh Anak Tips Parenting

Komentar Pengguna