Parenting
Rahman Abdullah

Anak Sering Tantrum? Begini Cara Orang Tua Menghadapinya dengan Tepat

Anak Sering Tantrum? Begini Cara Orang Tua Menghadapinya dengan Tepat

08 September 2026 | 20:22

Keboncinta.com-- Menghadapi anak yang sedang tantrum memang dapat menjadi tantangan bagi orang tua. Tangisan keras, teriakan, marah, hingga menolak keinginan orang tua sering kali membuat situasi menjadi sulit dikendalikan.

Namun, respons orang tua sangat berpengaruh terhadap bagaimana anak belajar mengenali dan mengelola emosinya.

Tantrum merupakan bagian dari proses perkembangan emosi anak. Karena itu, orang tua perlu menghadapinya dengan tenang, sabar, dan pendekatan yang tepat. Berikut sejumlah cara yang dapat dilakukan ketika anak mengalami tantrum.

Baca Juga: Perundungan Online Makin Mengkhawatirkan, Ini Dampak dan Cara Mencegah Cyberbullying

1. Orang Tua Perlu Tetap Tenang

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga ketenangan diri. Ketika anak menangis atau berteriak, orang tua sebaiknya tidak langsung membalas dengan kemarahan.

Berikan diri sendiri waktu sejenak untuk memahami kondisi sebelum mengambil tindakan. Sikap tenang dari orang tua dapat membantu menciptakan suasana yang lebih terkendali sehingga anak perlahan dapat ikut menenangkan diri.

2. Cari Tahu Penyebab Anak Tantrum

Tantrum tidak selalu muncul tanpa alasan. Anak mungkin sedang merasa lapar, lelah, kecewa, frustrasi, atau tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.

Dengan mencari tahu pemicunya, orang tua dapat menentukan respons yang lebih sesuai. Memahami penyebab tantrum juga membantu orang tua melihat perilaku anak bukan sekadar sebagai tindakan yang harus dihentikan, tetapi sebagai bentuk ekspresi emosi yang belum mampu disampaikan dengan baik.

3. Tunjukkan Empati dan Berikan Pemahaman

Saat anak sedang emosi, orang tua dapat berbicara dengan suara lembut dan menunjukkan bahwa perasaannya diperhatikan. Sampaikan bahwa orang tua bersedia mendengarkan dan memahami apa yang sedang dirasakan anak.

Pendekatan penuh empati dapat membuat anak merasa aman dan dihargai. Seiring waktu, anak juga dapat belajar bahwa emosi bisa disampaikan dan dibicarakan tanpa harus menggunakan perilaku yang berlebihan.

Baca Juga: Pendaftaran BeZakat 2026 Diperpanjang hingga 14 September, Ini Jadwal Lengkap Seleksinya

4. Berikan Pilihan Sederhana kepada Anak

Memberikan pilihan yang masih berada dalam batas yang dapat diterima dapat membantu anak merasa memiliki kendali. Misalnya, orang tua bisa bertanya, “Kamu mau membaca buku sekarang atau setelah makan?”

Pilihan sederhana seperti ini dapat mengalihkan perhatian sekaligus memberi kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan. Dengan demikian, anak tetap mendapatkan ruang untuk menentukan sesuatu tanpa membuat orang tua kehilangan kendali terhadap situasi.

5. Hindari Hukuman Fisik dan Ancaman

Ketika menghadapi tantrum, penggunaan hukuman fisik maupun ancaman sebaiknya dihindari. Cara tersebut tidak membantu anak memahami emosinya secara sehat dan berpotensi membuat anak semakin takut atau tertekan.

Orang tua sebaiknya mengarahkan anak untuk belajar mengenali perasaan, berkomunikasi, serta mengembangkan kemampuan mengendalikan diri. Pendekatan yang konsisten dan penuh pengertian dapat membantu membangun keterampilan sosial dan emosional anak.

6. Ajak Anak Melakukan Pernapasan Dalam

Ketika anak mulai sulit mengendalikan emosinya, orang tua dapat mengajaknya melakukan latihan pernapasan sederhana.

Tags:
Pola Asuh Anak Parenting Tantrum Anak

Komentar Pengguna