KEBONCINTA.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti), Ambon, untuk tidak hanya mengejar kemampuan akademik selama berada di perguruan tinggi. Mahasiswa juga diminta memiliki kemampuan berpikir kritis dan mampu menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat memberikan kuliah umum di Aula Rektorat Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu, 2 September 2026.
Kuliah umum tersebut mengangkat tema mengenai peran strategis sumber daya kelautan dan perikanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Zulkifli menilai perguruan tinggi mempunyai posisi penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan.
Kampus juga diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang memahami persoalan di sekitarnya serta mempunyai keberanian menyampaikan gagasan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.
Menurutnya, lingkungan perguruan tinggi harus menjadi tempat mahasiswa berdiskusi dan mengkritisi berbagai kebijakan.
Mahasiswa tidak seharusnya sekadar menerima setiap kebijakan tanpa mencoba memahami akar persoalan yang ingin diselesaikan.
Sikap kritis tersebut tentunya perlu didukung pengetahuan, data dan kemampuan memberikan alternatif penyelesaian.
Dengan cara itu, mahasiswa dapat menjalankan peran yang lebih besar dalam pembangunan bangsa.
Zulkifli juga memberikan perhatian khusus kepada Universitas Pattimura sebagai salah satu perguruan tinggi penting di kawasan Indonesia timur.
Mahasiswa Unpatti diharapkan mampu melihat berbagai potensi daerah sekaligus persoalan yang masih membutuhkan penyelesaian.
Maluku mempunyai karakter geografis kepulauan dengan sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar.
Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila didukung sumber daya manusia, teknologi, penelitian serta kebijakan yang tepat.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi mempunyai kesempatan untuk mengambil peran melalui kegiatan pendidikan dan penelitian.
Mahasiswa juga dapat menjadi bagian dari proses tersebut dengan mengembangkan pengetahuan yang mempunyai hubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Zulkifli menyinggung ketahanan pangan sebagai salah satu persoalan penting nasional.
Sektor pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga kehidupan masyarakat yang bekerja sebagai petani, nelayan, peternak dan berbagai pelaku usaha pangan lainnya.
Karena itu, penguatan ketahanan pangan perlu memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang menjadi bagian dari rantai produksi.
Generasi muda di perguruan tinggi mempunyai peluang untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam sektor tersebut.
Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dapat digunakan untuk mengembangkan sistem produksi, pengolahan hasil, teknologi, distribusi hingga model usaha baru.
Khusus di Maluku, potensi kelautan menjadi salah satu bidang yang dapat terus dikembangkan.
Rektor Universitas Pattimura Fredy Leiwakabessy mengatakan kampus tersebut siap mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Unpatti mempunyai pola ilmiah pokok yang berfokus pada pengembangan bidang kelautan.
Kampus tersebut juga memiliki Marine Station dengan luas sekitar 12 hektare yang berada di Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Fasilitas yang tersedia antara lain kolam pembenihan, kolam budidaya, keramba jaring apung, cold storage dan pabrik es.
Namun sejumlah fasilitas tersebut disebut belum dapat berfungsi secara optimal.
Universitas berharap dukungan dan penguatan kapasitas dapat membuat fasilitas tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan pendidikan, penelitian serta pengembangan produktivitas sektor kelautan dan perikanan.
Apabila fasilitas dapat berfungsi optimal, manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan kampus.
Hasil penelitian dan pengembangan juga dapat diarahkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di wilayah Maluku.
Universitas Pattimura sendiri baru menerima ribuan mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.
Para mahasiswa tersebut akan menjalani proses pendidikan selama beberapa tahun ke depan sebelum memasuki berbagai sektor pekerjaan maupun pengabdian di masyarakat.
Fredy berharap mahasiswa baru Unpatti mampu tumbuh menjadi calon pemimpin dan sumber daya manusia yang berkualitas.
Proses pendidikan tidak hanya diarahkan untuk memperoleh ijazah, tetapi juga membentuk kemampuan yang dibutuhkan untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.
Tantangan yang dihadapi generasi mahasiswa saat ini juga semakin kompleks.
Perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, persoalan lingkungan, ketahanan pangan hingga pembangunan ekonomi membutuhkan kemampuan beradaptasi yang tinggi.
Karena itu, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan yang penting dibangun selama menjalani pendidikan tinggi.
Mahasiswa perlu berani mempertanyakan suatu persoalan sekaligus belajar mencari jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kampus menjadi ruang yang tepat untuk melakukan proses tersebut melalui pembelajaran, diskusi, penelitian maupun kegiatan organisasi.
Zulkifli berharap mahasiswa Unpatti dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk mengembangkan kemampuan tersebut.
Mahasiswa tidak hanya diharapkan menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.
Pengembangan potensi laut dan perikanan Maluku menjadi salah satu contoh ruang kontribusi yang dapat dikembangkan mahasiswa dan akademisi.
Dengan sumber daya manusia yang semakin berkualitas, potensi besar daerah diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab lebih luas dibandingkan sekadar menghasilkan lulusan.
Universitas juga diharapkan menjadi pusat gagasan, penelitian dan inovasi yang dapat memberikan dampak nyata kepada masyarakat.