KEBONCINTA.COM – Harapan baru muncul bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh, setelah pembangunan gedung sekolah yang sebelumnya hilang diterjang bencana mulai berjalan.
Madrasah tersebut menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang mengalami dampak sangat parah akibat banjir besar pada akhir November 2025.
Kondisi bangunan lama bahkan tidak sekadar mengalami kerusakan.
Arus banjir menghanyutkan bangunan sekolah sehingga siswa kehilangan tempat belajar yang sebelumnya mereka gunakan setiap hari.
Hingga awal September 2026, sekitar 150 siswa masih menjalani kegiatan belajar mengajar menggunakan fasilitas sementara.
Sebagian kegiatan dilakukan di lingkungan rumah ibadah dan fasilitas darurat, termasuk tenda yang tersedia.
Kondisi tersebut membuat pembangunan gedung baru sangat dinantikan siswa, guru, orang tua dan masyarakat setempat.
Kementerian Agama terus melakukan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya sebagai bagian dari pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana.
Madrasah baru dibangun di Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan pada 11 Agustus 2026.
Pembangunan tersebut sekaligus menjadi realisasi janji yang pernah disampaikan Menteri Agama ketika meninjau lokasi setelah bencana pada akhir 2025.
Saat itu pemerintah menyatakan akan membantu menghadirkan sekolah pengganti yang diharapkan mempunyai kondisi lebih baik dibandingkan gedung sebelumnya.
Pembangunan dapat dilaksanakan setelah masyarakat memberikan dukungan berupa hibah lahan.
Menag menerima sertifikat hibah tanah dari masyarakat ketika proses pembangunan gedung baru dimulai.
Keberadaan lahan baru menjadi faktor penting karena lokasi bangunan lama telah mengalami perubahan besar setelah diterjang banjir.
Kementerian Agama Aceh sebelumnya menjelaskan gedung baru direncanakan dibangun di atas lahan sekitar 6.200 meter persegi.
Rencana pembangunan mencakup delapan Ruang Kelas Baru atau RKB.
Selain ruang belajar siswa, kantor madrasah yang lebih representatif juga masuk dalam rancangan pembangunan.
Gedung baru direncanakan memiliki dua lantai sehingga dapat menampung kebutuhan pendidikan siswa serta aktivitas madrasah.
Pembangunan tersebut memiliki arti penting karena siswa telah berbulan-bulan menjalani kegiatan pendidikan dalam kondisi terbatas.
Setelah banjir menghanyutkan sekolah, proses belajar mengajar sempat harus dipindahkan.
Pada Januari 2026, Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh mencatat siswa menjalani pembelajaran sementara di Masjid Babussalam Seunong.
Ruangan Taman Pendidikan Al-Qur'an atau TPA di masjid tersebut digunakan secara bergantian.
Pada pagi hari ruangan digunakan untuk pembelajaran siswa madrasah.
Sementara pada sore hari fasilitas yang sama kembali digunakan anak-anak TPA.
Pengaturan tersebut menjadi solusi agar pendidikan tetap berlangsung meskipun madrasah tidak mempunyai bangunan sendiri.
Namun kondisi sementara tentu tidak dapat terus digunakan sebagai solusi jangka panjang.
Siswa membutuhkan ruang kelas yang nyaman, aman dan mendukung proses belajar.
Guru juga membutuhkan fasilitas untuk menyiapkan pembelajaran dan menjalankan administrasi pendidikan.
Karena itu, pembangunan kembali MIN 5 menjadi salah satu prioritas dalam proses pemulihan.
Bencana akhir November 2025 memberikan dampak yang sangat besar terhadap fasilitas sekolah tersebut.
Sarana pembelajaran yang sebelumnya tersedia ikut hilang bersama bangunan.
Meja, kursi, papan tulis dan berbagai fasilitas penunjang pendidikan perlu kembali disiapkan dalam pembangunan baru.
Kondisi tersebut menunjukkan pemulihan sekolah bukan hanya persoalan mendirikan bangunan.
Pemerintah juga perlu mengembalikan ekosistem pembelajaran agar kegiatan pendidikan dapat berjalan secara normal.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh sebelumnya mendorong pembangunan dilakukan secepat mungkin dengan tetap memperhatikan kualitas.
Koordinasi dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk tim teknis, masyarakat dan unsur pemerintah.
Pembangunan gedung sekolah pascabencana juga membutuhkan perhatian terhadap aspek keselamatan.
Fasilitas baru diharapkan lebih siap menghadapi risiko bencana sehingga siswa memperoleh tempat belajar yang aman.
Bagi masyarakat Gampong Seunong, MIN 5 memiliki fungsi penting dalam memberikan akses pendidikan dasar berbasis madrasah kepada anak-anak di wilayah tersebut.
Karena itu, hilangnya sekolah memberikan dampak bukan hanya kepada siswa saat ini, tetapi juga kepada anak-anak yang nantinya akan memasuki usia sekolah.
Dukungan masyarakat melalui penyediaan lahan menunjukkan besarnya harapan agar madrasah dapat kembali berdiri.
Pemerintah kemudian mengambil bagian melalui proses pembangunan fasilitas pendidikan.
Perkembangan terbaru pada 3 September kembali menyoroti proses pembangunan sekaligus kondisi para siswa.
Sekitar 150 peserta didik masih menunggu waktu untuk dapat meninggalkan ruang belajar sementara dan kembali menjalani pendidikan di gedung madrasah yang layak.
Selama pembangunan belum selesai, guru tetap harus memastikan kegiatan belajar tidak terhenti.
Penggunaan masjid serta tenda menjadi bentuk adaptasi dalam situasi darurat.
Namun tujuan akhirnya tetap mengembalikan siswa ke lingkungan sekolah yang mempunyai kelas dan fasilitas memadai.
Pembangunan MIN 5 Pidie Jaya juga menjadi bagian dari proses pemulihan yang lebih luas setelah bencana di Aceh.
Fasilitas pendidikan menjadi salah satu sektor penting untuk dipulihkan karena terhentinya sekolah dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap anak.
Dengan pembangunan gedung dua lantai dan delapan ruang kelas yang telah direncanakan, masyarakat berharap siswa segera mendapatkan fasilitas pengganti.
Sekolah baru nantinya diharapkan bukan hanya menggantikan bangunan yang hilang, tetapi memberikan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan berkualitas.
Bagi sekitar 150 siswa yang saat ini masih mengikuti pembelajaran dalam kondisi darurat, rampungnya pembangunan akan menjadi penanda berakhirnya masa panjang belajar tanpa gedung sekolah sendiri.
Pemerintah dan masyarakat kini sama-sama berharap proses pembangunan berjalan lancar sehingga aktivitas pendidikan MIN 5 Pidie Jaya dapat kembali berlangsung secara normal.