KEBONCINTA.COM – Penantian masyarakat Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, untuk memperoleh tambahan sekolah negeri tingkat SMA mulai menemukan titik terang. Pembangunan Unit Sekolah Baru SMA Negeri 2 Karangbahagia resmi memasuki tahap pelaksanaan pada 2026.
Sekolah tersebut dibangun di Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia.
Kehadiran sekolah baru diharapkan memperluas akses pendidikan tingkat menengah sekaligus memberikan alternatif sekolah negeri yang lebih dekat bagi masyarakat.
Kepala Seksi Pelayanan/Subkoordinator Sarana dan Prasarana Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Wilayah 3 Parhan Firmansyah mengatakan pembangunan telah memasuki tahap pelaksanaan.
Pada Kamis, 3 September 2026, proses pembangunan dijadwalkan memasuki tahapan mutual check atau MC0.
Realisasi pembangunan tersebut merupakan hasil dari proses yang cukup panjang.
Aspirasi untuk menghadirkan sekolah negeri baru di kawasan Karangbahagia disebut telah diperjuangkan masyarakat selama sekitar tiga tahun.
Salah satu proses yang membutuhkan waktu adalah penyelesaian status lahan.
Tanah yang digunakan sebelumnya berasal dari fasilitas sosial dan fasilitas umum milik pengembang.
Lahan tersebut terlebih dahulu harus melalui proses serah terima sehingga menjadi aset Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Setelah menjadi aset pemerintah kabupaten, tanah kemudian dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Tahapan tersebut diperlukan karena kewenangan pengelolaan pendidikan SMA berada di tingkat pemerintah provinsi.
Kepastian status lahan juga menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya persoalan administrasi maupun sengketa ketika pembangunan sekolah telah berjalan.
Setelah urusan lahan selesai, pembangunan Unit Sekolah Baru dapat direalisasikan.
Pemprov Jawa Barat pada 2026 berencana membangun tambahan satu ruang rombongan belajar untuk melengkapi dua rombongan belajar yang telah tersedia.
Penambahan ruang tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas penerimaan peserta didik pada tahun ajaran berikutnya.
Namun pembangunan gedung sekolah tidak berarti kegiatan belajar siswa harus berhenti.
Selama proses konstruksi berlangsung, siswa SMAN 2 Karangbahagia untuk sementara mengikuti pembelajaran di SMA Negeri 1 Cikarang Utara.
Pemilihan sekolah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor.
Lokasinya dinilai relatif dekat, ketersediaan guru mencukupi, ruang kelas tersedia dan fasilitas pembelajaran dapat menunjang kegiatan siswa.
Dengan mekanisme tersebut, peserta didik diharapkan tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan fokus meskipun gedung sekolah mereka sendiri masih berada dalam tahap pembangunan.
Pemerintah juga mulai menyiapkan perangkat pengelolaan sekolah.
Kepala sekolah sementara telah disiapkan melalui mekanisme penunjukan Pelaksana Tugas atau Plt.
Kebutuhan tenaga staf akan dipenuhi secara bertahap mengikuti perkembangan sekolah.
Pembangunan SMAN 2 Karangbahagia merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan daya tampung pendidikan menengah di Kabupaten Bekasi.
Pada Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Bekasi dan DPRD mengusulkan pembangunan empat unit sekolah negeri baru kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Usulan tersebut dilatarbelakangi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap sekolah negeri, terutama ketika pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru.
Keterbatasan jumlah sekolah negeri menyebabkan daya tampung menjadi persoalan yang hampir selalu mendapat perhatian setiap tahun.
Dari empat sekolah yang diusulkan, dua di antaranya direncanakan mulai direalisasikan pada 2026.
Keduanya adalah SMA Negeri 2 Karangbahagia dan SMA Negeri 2 Cikarang Timur.
Sementara SMA Negeri 2 Serang Baru dan SMK Negeri 2 Babelan diproyeksikan menjadi bagian dari prioritas berikutnya pada 2027.
Penambahan sekolah dinilai menjadi salah satu solusi jangka panjang terhadap pertumbuhan jumlah peserta didik.
Kabupaten Bekasi merupakan daerah dengan perkembangan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi yang cukup cepat.
Pertumbuhan penduduk membutuhkan penyesuaian terhadap ketersediaan fasilitas publik, termasuk sekolah.
Apabila jumlah ruang belajar tidak bertambah mengikuti kebutuhan, siswa dapat menghadapi persaingan semakin ketat untuk memperoleh sekolah yang lokasinya dekat dari tempat tinggal.
Kehadiran sekolah baru juga dapat membantu mengurangi perjalanan siswa ke wilayah lain.
Akses yang lebih dekat dapat mengurangi waktu perjalanan sekaligus memberikan pilihan pendidikan yang lebih banyak bagi keluarga.
Meski demikian, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada tersedianya gedung.
Sekolah juga membutuhkan guru, tenaga kependidikan, sarana pembelajaran, laboratorium, perpustakaan serta fasilitas pendukung lain agar pelayanan pendidikan berjalan optimal.
Karena itu, penyiapan perangkat sekolah dilakukan bersamaan dengan pembangunan fisik.
Pemerintah daerah berharap proses pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
Dukungan masyarakat yang telah memperjuangkan pembangunan selama beberapa tahun juga menjadi bagian penting dari terealisasinya proyek tersebut.
Pada 2 September, jajaran KCD Pendidikan Jawa Barat Wilayah 3 bersama tokoh masyarakat dan warga telah meninjau lokasi pembangunan.
Tahapan berikutnya akan menentukan perkembangan konstruksi serta kesiapan sekolah menerima lebih banyak peserta didik.
Bagi siswa yang saat ini masih belajar sementara di SMAN 1 Cikarang Utara, keberadaan gedung baru tentunya menjadi hal yang ditunggu.
Setelah pembangunan selesai, mereka diharapkan dapat menjalankan proses pembelajaran di sekolah sendiri dengan fasilitas yang semakin lengkap.
Pemerintah berharap SMAN 2 Karangbahagia mampu menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan menengah negeri.
Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Bekasi.
Setelah penantian sekitar tiga tahun, masyarakat Karangbahagia kini dapat melihat proses pembangunan sekolah mulai memasuki tahap nyata.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada penyelesaian gedung, kesiapan tenaga pendidik serta peningkatan daya tampung bagi siswa pada tahun ajaran berikutnya.