Keboncinta.com-- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 membutuhkan persiapan yang tidak sedikit dari setiap satuan pendidikan. Bukan hanya siswa yang harus siap menghadapi asesmen, sekolah juga perlu memastikan berbagai kebutuhan teknis, perangkat, sarana pendukung, dan administrasi telah dipersiapkan dengan baik.
Untuk menunjang kebutuhan tersebut, satuan pendidikan dapat memanfaatkan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), termasuk komponen BOS, sepanjang penggunaannya sesuai dengan ketentuan anggaran yang berlaku.
Dukungan dana operasional tersebut dapat membantu sekolah memenuhi berbagai keperluan pelaksanaan TKA, terutama bagi satuan pendidikan yang masih menghadapi keterbatasan perangkat teknologi dan fasilitas pendukung.
Karena itu, persiapan TKA sebaiknya tidak hanya berfokus pada kesiapan akademik siswa. Sekolah juga perlu memastikan perangkat, fasilitas, administrasi, dan data peserta telah siap sebelum asesmen dilaksanakan.
Baca Juga: Data TKA 2026 Belum Valid? Ini 4 Masalah Siswa yang Wajib Ditangani Operator
Ketersediaan anggaran operasional menjadi salah satu faktor yang dapat membantu sekolah mempersiapkan pelaksanaan TKA 2026.
Dalam Webinar Sapa Pendidikan, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa dana BOS dapat dialokasikan untuk mendukung kebutuhan peserta didik sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan ujian.
Ada sejumlah kebutuhan yang dapat didukung melalui anggaran tersebut. Pada tahap persiapan, misalnya, sekolah dapat menggunakannya untuk mencetak kartu peserta ujian maupun menunjang kegiatan simulasi TKA bagi siswa.
Dukungan anggaran juga dapat menjadi solusi bagi sekolah yang belum memiliki komputer atau laptop dalam jumlah yang memadai. Dalam kondisi tersebut, sekolah dapat memanfaatkan dana sesuai ketentuan untuk menyewa perangkat yang dibutuhkan selama pelaksanaan asesmen.
Dengan adanya opsi tersebut, keterbatasan jumlah perangkat teknologi di sekolah diharapkan tidak menjadi penghalang dalam mempersiapkan siswa mengikuti TKA.
Baca Juga: BeZakat 2026 Resmi Dibuka! Cek Cara Daftar, Tahapan Seleksi hingga Jadwal Pengumuman
Meski dana BOS dapat mendukung berbagai kebutuhan terkait TKA, sekolah tetap harus memperhatikan aturan dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran.
Setiap pengeluaran harus direncanakan secara cermat, dilakukan sesuai prosedur, serta dapat dipertanggungjawabkan. Sekolah perlu memastikan bahwa pembiayaan yang dilakukan memang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan operasional pelaksanaan TKA.
Pengelolaan anggaran secara tertib menjadi hal penting agar dana yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi persiapan asesmen tanpa menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
Dengan demikian, fleksibilitas pemanfaatan dana tetap harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan keuangan satuan pendidikan.
Selain memikirkan kebutuhan anggaran dan fasilitas, sekolah juga perlu mencermati jadwal pelaksanaan TKA 2026 untuk jenjang pendidikan menengah.
Kemendikdasmen menetapkan pelaksanaan TKA jenjang menengah dalam dua gelombang. Informasi jadwal ini penting diketahui sejak awal agar sekolah memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan berbagai persiapan.
Berikut jadwal TKA 2026 untuk jenjang menengah:
Gelombang I: 26–29 Oktober 2026.
Gelombang II: 2–5 November 2026.
Dengan berpedoman pada jadwal tersebut, sekolah dapat menyusun tahapan persiapan secara lebih terstruktur. Mulai dari memastikan kesiapan peserta didik, memeriksa data siswa, menyiapkan perangkat komputer, hingga mengecek berbagai kebutuhan teknis lainnya.
Baca Juga: Guru PPPK Tak Lolos CPNS 2027, Apakah Langsung Kehilangan Status? Ini Jawaban Pemerintah
Persiapan TKA 2026 membutuhkan kerja sama antara sekolah, operator, guru, dan peserta didik. Setiap pihak memiliki peran yang perlu diselesaikan agar pelaksanaan asesmen dapat berjalan dengan lancar.
Dukungan dana BOSP, termasuk BOS, dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional TKA sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini dapat membantu sekolah memenuhi kebutuhan seperti pencetakan kartu peserta, simulasi, maupun penyediaan perangkat melalui mekanisme yang diperbolehkan.
Di sisi lain, sekolah juga perlu melakukan pemeriksaan terhadap komputer atau laptop, jaringan internet, fasilitas pendukung, serta kelengkapan data peserta.
Semakin awal persiapan dilakukan, semakin besar kesempatan sekolah untuk menemukan dan menyelesaikan kendala sebelum TKA dimulai.
Karena itu, sekolah sebaiknya mulai memetakan seluruh kebutuhan TKA 2026 sejak sekarang. Persiapan yang matang, pengelolaan anggaran yang sesuai aturan, serta koordinasi antarunsur sekolah menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran pelaksanaan TKA.***