Berita
Hilmi An Naufal

SLBN 2 Sabang Hanya Punya 2 Guru PLB untuk 25 Siswa, Sekolah Harap Tenaga Pendidik Khusus Ditambah

SLBN 2 Sabang Hanya Punya 2 Guru PLB untuk 25 Siswa, Sekolah Harap Tenaga Pendidik Khusus Ditambah

03 September 2026 | 06:58

KEBONCINTA.COM – Keterbatasan tenaga pendidik Pendidikan Luar Biasa atau PLB masih menjadi tantangan dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Kondisi tersebut salah satunya dialami Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Sabang, Aceh.

Sekolah tersebut saat ini hanya mempunyai dua guru berlatar belakang Pendidikan Luar Biasa untuk mendampingi 25 siswa jenjang SMP dan SMA.

Jumlah tersebut membuat sebagian besar tenaga pendidik lain yang berlatar belakang pendidikan reguler ikut membantu mendampingi proses pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus.

Kepala SLBN 2 Sabang Satriah mengatakan keterbatasan guru PLB membuat sekolah menghadapi tantangan dalam memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Kondisi tersebut menjadi semakin kompleks karena karakteristik dan kebutuhan setiap siswa tidak sama.

Sebagian besar siswa membutuhkan pola pendampingan yang lebih intensif. Ada siswa yang mengalami kesulitan mempertahankan fokus saat pembelajaran, sementara peserta didik lainnya membutuhkan pendekatan berbeda ketika mengikuti kegiatan keterampilan.

Situasi tersebut membuat tugas guru di sekolah luar biasa berbeda dibandingkan proses pembelajaran pada umumnya.

Tenaga pendidik perlu memahami karakter setiap siswa, kemampuan komunikasi, kebutuhan pembelajaran hingga cara terbaik membantu mereka mengembangkan kemandirian.

Keberadaan guru dengan kompetensi khusus PLB karena itu mempunyai peranan sangat penting.

Namun ketika jumlah tenaga khusus terbatas, guru reguler yang tersedia harus ikut beradaptasi agar pelayanan pendidikan tetap berjalan.

Pihak sekolah tidak ingin keterbatasan tenaga pengajar membuat potensi siswa tidak berkembang.

Di tengah kondisi tersebut, SLBN 2 Sabang tetap berusaha memberikan kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik.

Sekolah juga memberikan berbagai keterampilan yang dapat menjadi bekal siswa ketika menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan yang diberikan antara lain merajut, bercocok tanam serta sejumlah aktivitas keterampilan lain yang disesuaikan dengan kemampuan peserta didik.

Pendekatan tersebut dilakukan karena setiap anak mempunyai potensi berbeda.

Ada siswa yang menunjukkan kemampuan kuat dalam menghafal.

Sekolah bahkan menemukan peserta didik yang meskipun mempunyai keterbatasan dalam membaca dan menulis, memiliki daya hafal yang baik, termasuk dalam menghafalkan Al-Qur'an.

Ada pula siswa yang menunjukkan minat kuat terhadap seni dan mempunyai kemampuan suara yang baik.

Peserta didik lainnya mempunyai ketelitian ketika menggambar maupun membuat berbagai kerajinan kecil.

Perbedaan kemampuan tersebut menjadi dasar bagi guru untuk memberikan pendekatan yang lebih individual.

Sekolah berupaya tidak hanya melihat keterbatasan yang dimiliki siswa, tetapi juga kemampuan yang dapat terus dikembangkan.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah pengembangan kegiatan seni angklung.

Program tersebut muncul setelah sekolah melihat adanya siswa yang mempunyai kemampuan hafalan dan minat terhadap seni.

Melalui kegiatan angklung, siswa diharapkan mempunyai ruang baru untuk belajar sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Apabila kemampuan mereka terus berkembang, sekolah berharap siswa dapat tampil dalam berbagai kegiatan atau acara di Kota Sabang.

Kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Pendidikan tidak semata-mata diukur melalui kemampuan mengerjakan soal akademik.

Kemampuan mengurus diri, berkomunikasi, bekerja sama, melakukan keterampilan serta berinteraksi dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Hal inilah yang membuat keberadaan guru PLB sangat dibutuhkan.

Guru dengan pendidikan dan kompetensi khusus mempunyai bekal untuk memahami berbagai karakteristik peserta didik dan menyusun strategi pembelajaran sesuai kebutuhan mereka.

Namun SLBN 2 Sabang saat ini hanya mempunyai dua tenaga pendidik PLB untuk 25 peserta didik tingkat SMP dan SMA.

Sekolah karena itu berharap semakin banyak lulusan program Pendidikan Luar Biasa yang nantinya dapat mengisi kebutuhan guru di sekolah-sekolah khusus.

Kebutuhan tersebut tidak hanya terjadi di Sabang.

Anak berkebutuhan khusus dapat ditemukan di berbagai daerah sehingga tenaga pendidik yang memiliki kompetensi PLB tetap dibutuhkan untuk memastikan hak pendidikan mereka terpenuhi.

Ketersediaan guru yang memadai juga akan membantu pembagian pendampingan menjadi lebih efektif.

Dengan jumlah tenaga yang lebih proporsional, guru dapat memberikan perhatian lebih intensif terhadap perkembangan setiap siswa.

Hal tersebut terutama diperlukan pada peserta didik yang membutuhkan pendampingan individual.

Momentum Hari Pendidikan Daerah Aceh ke-67 pada 2 September 2026 kemudian menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menyampaikan tantangan tersebut.

Pendidikan yang berkualitas tidak hanya berkaitan dengan siswa di sekolah umum.

Anak berkebutuhan khusus juga mempunyai hak yang sama untuk memperoleh proses pendidikan yang mendukung perkembangan mereka.

Tantangannya adalah layanan pendidikan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Karena itu, peningkatan jumlah dan kompetensi tenaga pendidik menjadi salah satu aspek penting.

Sekolah juga tetap berusaha membangun lingkungan yang membuat siswa nyaman untuk mengembangkan kemampuan.

Keterampilan praktis, seni dan pengembangan bakat menjadi bagian yang terus diperkuat.

Harapannya, peserta didik tidak hanya dapat menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mempunyai bekal untuk semakin mandiri dan dapat berinteraksi di tengah masyarakat.

Bagi SLBN 2 Sabang, penambahan guru PLB akan sangat membantu proses tersebut.

Sekolah berharap kebutuhan tenaga khusus mendapat perhatian agar pendampingan terhadap 25 siswa dapat dilakukan semakin optimal.

Di tengah keterbatasan yang ada, guru tetap berupaya menemukan kelebihan setiap anak dan memberikan ruang agar potensi tersebut berkembang.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan yang menempatkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta didik sebagai perhatian utama.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna