KEBONCINTA.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memulai rangkaian Masa Ta'aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru atau Masta PMB Tahun 2026 pada Kamis, 3 September 2026.
Kegiatan pertama berupa Grand Opening dan Masta Universitaria yang dipusatkan di Edutorium UMS.
Rangkaian tersebut menjadi tahap awal bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi sebelum mengikuti aktivitas akademik secara penuh.
UMS memastikan kegiatan pengenalan mahasiswa baru diselenggarakan dengan suasana ramah dan menyenangkan.
Kampus secara tegas menyatakan tidak memberikan ruang bagi tindakan kekerasan, baik secara verbal maupun fisik.
Ketua Panitia Masta PMB 2026 UMS Nur Aklis sebelumnya menjelaskan kegiatan tersebut pada prinsipnya merupakan ajang ta'aruf atau saling mengenal.
Karena itu, mahasiswa baru diharapkan tidak merasa takut maupun khawatir saat mengikuti rangkaian kegiatan.
Konsep kegiatan memadukan unsur akademik dengan suasana keakraban.
Mahasiswa baru akan mendapatkan gambaran mengenai kehidupan kampus, sistem akademik, budaya universitas hingga berbagai kesempatan pengembangan potensi selama menjalani pendidikan.
UMS mengangkat semangat “I am UMS” dalam pelaksanaan Masta PMB 2026.
Konsep tersebut menggambarkan nilai Islami, mencerahkan, unggul mendunia dan sustainable yang menjadi bagian dari karakter universitas.
Pada hari pertama, seluruh mahasiswa baru mengikuti Grand Opening dan Masta Universitaria.
Rektor bersama jajaran pimpinan universitas dijadwalkan menyambut mahasiswa baru sekaligus memberikan pembekalan pada tingkat universitas.
Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pengenalan lingkungan kampus.
UMS juga ingin memperkenalkan cara berpikir atau thinking skill yang akan dibutuhkan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi.
Setelah kegiatan tingkat universitas selesai, rangkaian Masta dilanjutkan dalam beberapa tahapan.
Pada Sabtu, 5 September 2026, mahasiswa baru mengikuti Masta IMM yang diselenggarakan di fakultas maupun lokasi yang telah ditentukan.
Kegiatan tersebut digunakan untuk memperkenalkan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau IMM.
Tahap berikutnya berlangsung pada 7 hingga 9 September melalui Masta Fakultaria.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa akan mendapatkan pengenalan lebih spesifik terhadap fakultas dan program studi masing-masing.
Mahasiswa baru dapat memahami sistem akademik, kehidupan kemahasiswaan hingga budaya yang berkembang di lingkungan fakultas.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa atau UKM pada 10 September 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Edutorium UMS.
Melalui Ekspo UKM, mahasiswa baru dapat mengenal berbagai organisasi yang tersedia di tingkat universitas.
Kegiatan mahasiswa menjadi bagian penting dari kehidupan perguruan tinggi karena dapat membantu pengembangan kemampuan di luar ruang kelas.
Mahasiswa dapat mengembangkan minat, bakat, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama hingga berbagai soft skill melalui organisasi maupun komunitas kampus.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi UMS Ahmad Kholid Alghofari mengatakan rangkaian Masta dibuat secara bertahap.
Tujuannya agar mahasiswa baru memahami lingkungan UMS mulai dari tingkat universitas, fakultas hingga program studi.
Sebagian materi juga menggunakan pendekatan blended.
Materi yang disampaikan secara langsung dapat dilengkapi dengan bahan pembelajaran melalui platform Spada Masta.
Platform tersebut menjadi pusat informasi bagi mahasiswa baru mengenai rangkaian Masta PMB 2026.
Mahasiswa juga dapat melihat jadwal, pedoman serta informasi yang perlu diketahui selama mengikuti kegiatan.
UMS menegaskan tidak akan memberikan tugas yang memberatkan kepada mahasiswa baru.
Kampus juga melarang bentakan maupun tindakan kekerasan secara fisik dan verbal dalam penyambutan mahasiswa.
Penegasan tersebut menjadi penting karena kegiatan orientasi mahasiswa baru di berbagai kampus kerap mendapat perhatian berkaitan dengan risiko perpeloncoan.
UMS ingin masa pengenalan kampus menjadi pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa.
Pada laman resmi Masta, universitas juga menyediakan layanan pengaduan untuk kekerasan maupun pelanggaran selama kegiatan.
Keberadaan saluran aduan memberi ruang bagi peserta untuk melaporkan tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Mahasiswa baru juga diingatkan agar berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan panitia atau Duta Masta.
Kampus memperingatkan adanya kemungkinan modus penipuan yang meminta mahasiswa melakukan transaksi maupun mengirimkan uang.
Karena itu, informasi resmi mengenai kegiatan dianjurkan diperoleh melalui platform dan kanal resmi universitas.
Ada hal lain yang perlu diperhatikan mahasiswa baru UMS.
Berdasarkan informasi resmi Masta PMB, seluruh mahasiswa baru diwajibkan mengikuti rangkaian program dan memperoleh sertifikat kelulusan Masta.
Sertifikat tersebut menjadi salah satu poin lifeskill dan disebut sebagai salah satu prasyarat untuk mendaftar wisuda.
Artinya, kegiatan pengenalan mahasiswa baru tidak sekadar menjadi acara seremonial pada awal masuk kampus.
UMS menjadikannya sebagai bagian dari proses pengembangan mahasiswa yang perlu diselesaikan.
Melalui rangkaian Masta, mahasiswa baru diharapkan mulai memahami hak dan kewajiban selama berada di perguruan tinggi.
Mahasiswa juga diperkenalkan terhadap fasilitas dan ruang pengembangan diri yang dapat dimanfaatkan selama masa kuliah.
Tahap awal perkuliahan memang menjadi masa adaptasi bagi mahasiswa.
Mereka akan menghadapi sistem belajar yang berbeda dibandingkan ketika berada di SMA atau sederajat.
Kemandirian menjadi salah satu kemampuan penting karena mahasiswa memiliki tanggung jawab lebih besar untuk mengatur proses belajar dan aktivitasnya.
Pengenalan kampus diharapkan membantu mahasiswa menjalani transisi tersebut dengan lebih baik.
Melalui kegiatan yang bebas dari kekerasan, UMS berharap mahasiswa baru dapat merasa aman sekaligus mempunyai pengalaman positif sejak pertama kali memasuki lingkungan universitas.
Grand Opening pada 3 September menjadi awal dari rangkaian tersebut.
Kegiatan akan terus berlanjut hingga Ekspo UKM pada 10 September 2026 sebelum mahasiswa baru melanjutkan perjalanan akademiknya di Universitas Muhammadiyah Surakarta.