Keboncinta.com-- Kesucian merupakan syarat utama dalam sejumlah ibadah dalam Islam, seperti salat, tawaf, i'tikaf di masjid, hingga menyentuh mushaf Al-Qur'an. Karena itu, setiap Muslim perlu memahami cara bersuci dari hadas kecil maupun hadas besar sesuai tuntunan syariat. Salah satu bentuk bersuci dari hadas besar adalah mandi junub atau mandi wajib.
Meski sering dilakukan, masih banyak yang belum memahami rukun, niat, hingga amalan sunnah yang menyempurnakan mandi wajib.
Dalam ajaran Islam, hadas besar hanya dapat dihilangkan dengan mandi wajib atau mandi junub.
Seseorang diwajibkan mandi junub ketika mengalami salah satu dari dua keadaan berikut:
Keluar air mani melalui alat kelamin, baik disengaja maupun tidak disengaja.
Melakukan hubungan suami istri (jimak), meskipun tidak terjadi keluarnya air mani.
Dengan melaksanakan mandi wajib sesuai ketentuan syariat, seorang Muslim kembali berada dalam keadaan suci sehingga dapat menjalankan ibadah yang mensyaratkan kesucian.
Baca Juga: Kabar Gembira! PPG Calon Guru 2026 Segera Dibuka, Ini Persiapan yang Harus Dilakukan Mulai Sekarang
Agar mandi wajib dinilai sah, terdapat dua rukun yang tidak boleh ditinggalkan.
Niat menjadi syarat utama dalam mandi junub.
Lafaz niat yang umum digunakan adalah:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجَنَابَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul-ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta'ala.
Artinya:
"Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena janabah sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala."
Dalam mazhab Syafi'i, niat dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.
Rukun berikutnya adalah memastikan seluruh bagian tubuh terkena air tanpa ada yang terlewat.
Air harus mengalir ke seluruh permukaan tubuh, termasuk:
Rambut beserta pangkalnya.
Bulu-bulu pada tubuh.
Lipatan-lipatan kulit.
Bagian tubuh yang sulit dijangkau.
Tujuannya agar seluruh bagian luar tubuh benar-benar tersucikan dari hadas besar.
Selain memenuhi rukun, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan agar mandi wajib menjadi lebih sempurna.
Di antaranya adalah:
Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.
Membersihkan najis atau kotoran yang masih menempel pada tubuh.
Berwudu secara sempurna sebelum mandi.
Mengguyur kepala sebanyak tiga kali sambil berniat menghilangkan hadas besar.
Mengguyur bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, kemudian bagian kiri tiga kali.
Menggosok seluruh tubuh, baik bagian depan maupun belakang.
Menyela rambut dan jenggot agar air sampai ke pangkalnya.
Memastikan air mengalir hingga ke lipatan kulit dan pangkal rambut.
Para ulama juga menganjurkan untuk menghindari menyentuh kemaluan setelah selesai berwudu. Jika hal itu terjadi, sebagian pendapat menyarankan untuk kembali berwudu sebelum melaksanakan ibadah.
Memahami tata cara mandi junub bukan sekadar mengetahui urutan pelaksanaannya, tetapi juga memastikan ibadah yang dilakukan setelahnya menjadi sah menurut syariat.
Kesalahan seperti tidak meratakan air ke seluruh tubuh atau mengabaikan niat dapat memengaruhi keabsahan mandi wajib. Oleh sebab itu, setiap Muslim dianjurkan mempelajari tata cara mandi junub dengan benar sesuai tuntunan para ulama.
Mandi junub merupakan salah satu bentuk bersuci yang memiliki kedudukan penting dalam Islam karena menjadi syarat sah berbagai ibadah. Pelaksanaannya harus memenuhi dua rukun utama, yakni niat dan mengguyur seluruh tubuh dengan air, disertai amalan-amalan sunnah yang menyempurnakan ibadah tersebut.
Dengan memahami tata cara mandi wajib secara benar, umat Islam dapat menjalankan ibadah dalam keadaan suci sesuai tuntunan syariat. Selain memenuhi kewajiban agama, hal ini juga mencerminkan kesungguhan seorang Muslim dalam menjaga kebersihan lahir dan batin sebagai bagian dari nilai-nilai Islam.***