Parenting
Rahman Abdullah

Bukan Sekadar Ucapan! Ini 4 Kata Ajaib yang Membantu Membentuk Karakter Anak

Bukan Sekadar Ucapan! Ini 4 Kata Ajaib yang Membantu Membentuk Karakter Anak

11 Agustus 2026 | 20:20

Keboncinta.com-- Masa kanak-kanak merupakan periode penting untuk menanamkan berbagai kebiasaan baik. Apa yang diperkenalkan dan dibiasakan sejak usia dini dapat menjadi bagian dari karakter anak ketika mereka tumbuh semakin besar.

Karena itu, pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, berhitung, atau memahami pelajaran di sekolah. Anak juga perlu mendapatkan pembiasaan mengenai cara menghargai orang lain, meminta bantuan dengan sopan, mengakui kesalahan, hingga menunjukkan rasa terima kasih.

Hal-hal sederhana seperti memilih kata ketika berbicara ternyata memiliki peran penting dalam membangun akhlak anak. Guru dapat memperkenalkan beberapa ungkapan sederhana yang mudah dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya adalah empat kata ajaib yang dibahas dalam buku Empat Kata Ajaib karya Cikie Wahab. Empat kata tersebut adalah terima kasih, permisi, tolong, dan maaf.

Meski terdengar sederhana, jika dibiasakan sejak dini, keempat kata tersebut dapat membantu anak belajar menghargai orang lain sekaligus membangun karakter yang lebih santun.

Baca Juga: KIP Kuliah 2026 Masih Dibuka, Tapi 5 Kesalahan Ini Bisa Bikin Pendaftaran Bermasalah

1. Terima Kasih, Ajarkan Anak Menghargai Kebaikan Orang Lain

Kata pertama yang perlu dibiasakan kepada anak adalah “terima kasih”.

Ungkapan ini mengajarkan anak untuk menghargai bantuan, perhatian, maupun pemberian yang diterimanya dari orang lain.

Guru dapat memberikan contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, anak diajak mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah menyiapkan kebutuhan sekolah, menyediakan sarapan, atau mengantarkannya ke sekolah.

Di lingkungan sekolah, anak juga dapat dibiasakan mengucapkan terima kasih kepada teman yang membantu, guru yang memberikan penjelasan, maupun siapa saja yang memberikan sesuatu kepadanya.

Pembiasaan tersebut membuat anak memahami bahwa setiap kebaikan dari orang lain layak dihargai.

Lebih dari sekadar ungkapan sopan, “terima kasih” juga dapat menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan rasa syukur dalam diri anak.

Baca Juga: Apakah Sifat Psikopat pada Anak Bisa Diobati? Ini Penjelasan dan Langkah yang Perlu Diketahui Orang Tua

2. Permisi, Mengajarkan Anak Menghormati Orang Lain

Kata berikutnya adalah “permisi”.

Sejak kecil, anak perlu memahami bahwa setiap orang memiliki ruang dan batas yang harus dihormati. Karena itu, ketika hendak melewati seseorang, masuk ke suatu tempat, atau meminta izin, anak perlu membiasakan diri menggunakan kata permisi.

Contohnya, ketika anak hendak memasuki rumah orang lain, ia dapat mengetuk pintu sambil mengucapkan, “Permisi, apakah ada orang di rumah?”

Begitu pula ketika melewati orang yang lebih tua. Anak dapat mengatakan, “Permisi, Bu,” atau “Permisi, Pak,” sebagai bentuk penghormatan.

Kata tersebut juga dapat digunakan ketika anak ingin meminta izin atau mengajukan pertanyaan. Misalnya, “Permisi, apakah saya boleh menggunakan kamar mandi?”

Kebiasaan kecil seperti ini membantu anak belajar bahwa menyampaikan keinginan tetap perlu dilakukan dengan cara yang santun.

Baca Juga: Jangan Dipendam! Ini 5 Cara Membantu Mengatasi Trauma Masa Kecil agar Luka Lama Tak Terus Menghantui

3. Tolong, Mengajarkan Anak Meminta Bantuan dengan Sopan

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada manusia yang dapat melakukan semuanya seorang diri. Anak pun akan menghadapi berbagai situasi ketika membutuhkan bantuan orang lain.

Karena itu, guru perlu membiasakan anak menggunakan kata “tolong” ketika meminta bantuan.

Misalnya, ketika seorang anak belum memahami pelajaran, ia dapat meminta bantuan kepada temannya dengan mengatakan, “Saya belum memahami pelajaran tadi. Tolong bantu saya agar bisa memahaminya.”

Dengan pembiasaan seperti ini, anak belajar bahwa meminta pertolongan bukanlah sesuatu yang memalukan. Yang penting adalah bagaimana permintaan tersebut disampaikan dengan cara yang baik dan menghargai orang lain.

Kata “tolong” juga mengajarkan anak untuk tidak memerintah orang lain secara sembarangan.

4. Maaf, Mengajarkan Anak Berani Mengakui Kesalahan

Kata terakhir adalah “maaf”.

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, termasuk anak-anak. Namun, tidak semua anak langsung memiliki keberanian untuk mengakui kesalahannya.

Guru dapat membantu membangun kebiasaan tersebut dengan mengajarkan anak mengucapkan kata “maaf” ketika melakukan kesalahan atau menyakiti perasaan orang lain.

Sebagai contoh, ketika seorang kakak marah kepada adiknya karena merasa terganggu saat belajar, ia dapat mengatakan, “Maaf ya, tadi Kakak marah.”

Begitu pula ketika adik mengganggu kakaknya, ia dapat meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

Baca Juga: Jangan Dipendam! Ini 5 Cara Membantu Mengatasi Trauma Masa Kecil agar Luka Lama Tak Terus Menghantui

Pembiasaan meminta maaf bukan berarti membuat anak merasa bersalah secara berlebihan.

Tags:
Pola Asuh Anak Parenting Karakter Anak

Komentar Pengguna