Parenting
Rahman Abdullah

Rahasia Membuat Anak Suka Membaca Sejak Kecil, Orang Tua Wajib Tahu

Rahasia Membuat Anak Suka Membaca Sejak Kecil, Orang Tua Wajib Tahu

11 Agustus 2026 | 19:02

Keboncinta.com-- Membaca sejak usia dini bukan hanya tentang mengajarkan anak mengenali huruf dan kata. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi bekal penting untuk membantu perkembangan bahasa, kemampuan berpikir, imajinasi, hingga kematangan emosional anak.

Sayangnya, membangun kebiasaan membaca di tengah perkembangan teknologi bukan perkara mudah. Anak-anak kini memiliki banyak pilihan hiburan yang menawarkan pengalaman instan, mulai dari video, gim, media sosial, hingga berbagai aplikasi digital.

Jika tidak diarahkan dengan cara yang tepat, buku bisa kalah menarik dibandingkan layar gawai.

Namun, orang tua tidak perlu menjadikan membaca sebagai kewajiban yang harus dipaksakan. Justru, anak akan lebih mudah menyukai buku apabila aktivitas tersebut diperkenalkan sebagai kegiatan yang menyenangkan, dekat dengan keluarga, dan sesuai dengan minat mereka.

Lantas, bagaimana cara membuat anak tertarik membaca sejak kecil tanpa harus terus-menerus disuruh?

Baca Juga: Materi Edukasi LGBTQ Disiapkan Kemenag, Psikolog dan Akademisi Akan Dilibatkan

1. Kenalkan Buku Sejak Usia Dini

Tidak ada batas terlalu awal untuk memperkenalkan buku kepada anak. Bahkan ketika masih bayi, orang tua sudah dapat mulai membacakan cerita sederhana.

Meskipun bayi belum memahami arti setiap kata, suara orang tua ketika membacakan cerita dapat menciptakan rasa nyaman sekaligus membantu anak mengenali pola bahasa.

Kebiasaan tersebut juga membuat anak mulai mengasosiasikan buku dengan pengalaman positif bersama orang tua.

2. Jadikan Membaca sebagai Rutinitas

Kebiasaan akan lebih mudah terbentuk apabila dilakukan secara konsisten.

Orang tua dapat menentukan waktu khusus untuk membaca, misalnya menjelang tidur, setelah makan malam, atau ketika sedang bersantai bersama keluarga.

Durasi membaca tidak harus panjang. Membaca beberapa menit setiap hari secara konsisten justru lebih baik daripada meminta anak membaca dalam waktu lama tetapi membuatnya merasa tertekan.

Lambat laun, membaca akan menjadi bagian dari rutinitas yang dianggap normal oleh anak.

Baca Juga: Sekolah Wajib Bersiap, Finalisasi Rombel Agustus 2026 Jadi Penentu Pemetaan Kebutuhan Guru Baru

3. Pilih Buku yang Sesuai dengan Kesukaan Anak

Setiap anak memiliki ketertarikan berbeda. Karena itu, jangan hanya memilih buku berdasarkan selera orang tua.

Untuk anak usia dini, buku dengan gambar menarik, warna cerah, tekstur, atau fitur interaktif dapat menjadi pilihan yang lebih mudah memancing perhatian.

Tema seperti binatang, kendaraan, dongeng, luar angkasa, atau karakter kesukaan anak juga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan mereka pada dunia buku.

Ketika buku sesuai dengan minatnya, anak biasanya lebih terdorong untuk membukanya tanpa harus diperintah.

4. Beri Kesempatan Anak Memilih Buku

Melibatkan anak dalam memilih bacaan dapat membuat mereka merasa memiliki kendali atas aktivitas membaca.

Orang tua dapat mengajak anak ke toko buku atau perpustakaan, kemudian memberikan kesempatan untuk menentukan sendiri buku yang menarik perhatian mereka.

Walaupun pilihan anak terkadang sederhana, kesempatan tersebut dapat membuat membaca terasa sebagai aktivitas yang mereka pilih sendiri, bukan sekadar perintah dari orang tua.

5. Buat Aktivitas Membaca Lebih Interaktif

Membacakan buku tidak harus dilakukan dengan cara membaca teks dari halaman pertama hingga terakhir secara monoton.

Orang tua dapat mengajak anak melihat ilustrasi, menanyakan nama tokoh, meminta mereka menebak kelanjutan cerita, atau menirukan suara karakter.

Sesekali, orang tua juga dapat menghubungkan cerita dengan pengalaman sehari-hari anak.

Cara tersebut membuat kegiatan membaca terasa seperti bermain. Pada saat yang sama, anak dapat berlatih berbicara, mengembangkan imajinasi, dan belajar mengungkapkan pendapat.

Baca Juga: Status PPPK Bukan Penghalang, Guru Tetap Bisa Masuk Seleksi Kepala Sekolah! Simak Selengkapnya di Sini

6. Ajak Anak Berkunjung ke Perpustakaan

Perpustakaan dapat menjadi tempat yang menarik untuk memperkenalkan anak kepada lebih banyak buku.

Lingkungan baru dapat memberikan pengalaman berbeda dibandingkan membaca di rumah. Jika perpustakaan menyediakan kegiatan khusus anak, seperti sesi mendongeng atau program literasi, orang tua dapat mengikutsertakan anak.

Kunjungan yang dilakukan secara rutin juga membantu anak memahami bahwa buku merupakan bagian dari lingkungan belajar sekaligus aktivitas rekreasi.

7. Jadilah Contoh bagi Anak

Anak cenderung belajar melalui apa yang mereka lihat.

Jika orang tua terbiasa membaca buku, majalah, atau bahan bacaan lainnya, anak akan melihat bahwa membaca merupakan aktivitas yang wajar dilakukan sehari-hari.

Karena itu, membangun kebiasaan membaca tidak cukup hanya dengan meminta anak membaca. Orang tua juga perlu menunjukkan contoh secara langsung.

Kebiasaan sederhana seperti membaca beberapa halaman buku ketika memiliki waktu luang dapat menjadi teladan yang kuat bagi anak.

8. Tunjukkan bahwa Membaca Itu Menyenangkan

Anak perlu memahami bahwa buku bukan hanya berkaitan dengan tugas sekolah.

Melalui buku, mereka dapat menemukan cerita baru, mengenal berbagai jenis hewan, mengetahui tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi, memahami kehidupan orang lain, hingga menjelajahi dunia melalui imajinasi.

Orang tua dapat menceritakan pengalaman menarik yang ditemukan dari sebuah buku agar anak memahami bahwa membaca dapat memberikan pengalaman baru.

Dengan begitu, anak perlahan melihat buku sebagai sumber kesenangan dan pengetahuan, bukan sekadar kewajiban belajar.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Dana Hampir Rp19 Triliun untuk Bantu Daerah Penuhi Gaji PPPK

9. Buat Sudut Baca yang Nyaman

Membangun sudut baca di rumah tidak harus membutuhkan ruangan khusus.

Satu sudut kecil dapat diubah menjadi tempat membaca dengan menyediakan rak berisi beberapa buku yang mudah dijangkau anak, tempat duduk yang nyaman, pencahayaan cukup, dan suasana yang tidak terlalu bising.

Letakkan buku di tempat yang mudah terlihat dan dapat diambil sendiri oleh anak.

Semakin mudah buku dijangkau, semakin besar kemungkinan anak mengambil dan membacanya ketika memiliki waktu luang.

10.

Tags:
Literasi Membaca Budaya Membaca Pendidikan Anak

Komentar Pengguna