Keboncinta.com-- Tidur bukan sekadar waktu bagi anak untuk memejamkan mata setelah seharian bermain dan belajar. Bagi anak-anak, tidur yang cukup dan berkualitas merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang.
Ketika waktu tidur tidak teratur atau anak terlalu sering tidur larut malam, kebutuhan istirahatnya bisa tidak terpenuhi. Kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap suasana hati, kemampuan berkonsentrasi, aktivitas sehari-hari, hingga kesehatan secara keseluruhan.
Karena itu, orang tua perlu mulai membangun kebiasaan tidur yang baik sejak dini. Bukan hanya soal menentukan jam tidur, tetapi juga menciptakan rutinitas malam yang membuat anak merasa nyaman dan mudah beristirahat.
Lantas, berapa lama sebenarnya anak membutuhkan waktu tidur dan bagaimana cara membiasakan mereka tidur lebih teratur?
Baca Juga: 7 Manfaat Membiasakan Anak Membaca Sejak Dini yang Bisa Mengubah Masa Depannya
Saat tidur, tubuh anak menjalankan berbagai proses pemulihan dan perkembangan. Tidur yang cukup mendukung fungsi otak, kemampuan belajar, pengaturan emosi, serta kesehatan fisik anak.
Salah satu proses penting yang berkaitan dengan tidur adalah pelepasan hormon pertumbuhan. Hormon ini berperan dalam pertumbuhan jaringan dan perkembangan tubuh.
Karena itu, kualitas tidur tidak sebaiknya hanya dilihat dari kapan anak mulai tidur, tetapi juga dari kecukupan durasi dan kualitas istirahatnya.
Tidur larut malam yang terjadi sesekali tentu berbeda dengan kebiasaan tidur larut secara terus-menerus. Yang perlu menjadi perhatian adalah ketika pola tersebut membuat anak kekurangan waktu tidur atau mengganggu rutinitas hariannya.
Kebutuhan tidur anak berbeda-beda sesuai dengan usia. Semakin bertambah usia, kebutuhan tidur umumnya semakin berkurang.
Secara umum, kebutuhan tidur dalam sehari dapat menjadi acuan sebagai berikut:
| Usia Anak | Kebutuhan Tidur per Hari |
|---|---|
| 0–3 bulan | 14–17 jam |
| 4–11 bulan | 12–16 jam |
| 1–2 tahun | 11–14 jam |
| 3–5 tahun | 10–13 jam |
| 6–12 tahun | 9–12 jam |
| 13–18 tahun | 8–10 jam |
Kebutuhan tersebut mencakup tidur malam dan, pada usia tertentu, tidur siang.
Oleh sebab itu, orang tua tidak perlu terpaku hanya pada aturan bahwa semua anak harus sudah tidur sebelum jam tertentu. Yang lebih penting adalah memastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup, berkualitas, dan memiliki jadwal yang konsisten.
Baca Juga: Jangan Diabaikan! 4 Kata Ajaib Ini Bisa Membentuk Akhlak Anak Sejak Usia Dini
Kebiasaan tidur yang buruk dapat memberikan sejumlah dampak pada keseharian anak.
Kurang tidur dapat membuat anak menjadi lebih mudah lelah dan sensitif. Pada sebagian anak, kondisi tersebut dapat terlihat melalui perilaku mudah marah, rewel, atau sulit mengendalikan emosi.
Tidur memiliki hubungan erat dengan fungsi otak. Anak yang kurang tidur dapat mengalami kesulitan mempertahankan perhatian ketika belajar maupun mengikuti aktivitas sehari-hari.
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan anak dalam menjalani kegiatan di sekolah.
Anak membutuhkan energi untuk bermain, belajar, berinteraksi, dan melakukan aktivitas fisik. Ketika waktu tidur tidak mencukupi, anak dapat terlihat lebih lemas dan kurang bersemangat menjalani kegiatan.
Tidur yang cukup turut membantu anak mengelola emosi. Sebaliknya, kurang tidur dapat membuat anak lebih mudah frustrasi dan kesulitan mengendalikan respons emosionalnya.
Masalah tidur anak juga dapat memengaruhi orang tua.
Anak yang sering terjaga hingga larut malam dapat membuat orang tua ikut tidur lebih lambat. Jika terjadi berulang kali, orang tua pun berisiko kehilangan waktu istirahat yang cukup.