Bisnis
Admin

Riba dalam Islam: Alasan Larangan dan Perbedaannya dengan Perdagangan

Riba dalam Islam: Alasan Larangan dan Perbedaannya dengan Perdagangan

12 September 2025 | 04:05

keboncinta.com --- Islam bukan hanya agama, tetapi tatanan hidup yang lengkap. Dalam aspek akidah, ibadah, hingga muamalah (hubungan sosial & transaksi), Allah ﷻ telah menetapkan aturan. Salah satu aturan penting dalam muamalah adalah larangan riba (bunga/usury).


🔎 Apa Itu Riba?

Secara bahasa, riba berasal dari kata Arab رَبَا – يَرْبُو yang berarti “bertambah” atau “meningkat”.

📖 Menurut syariah, riba adalah tambahan yang disyaratkan atas pokok utang sebagai syarat pemberian pinjaman.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ وَجْهٌ مِنْ وُجُوهِ الرِّبَا»
“Setiap pinjaman yang menghasilkan keuntungan (bagi pemberi pinjaman) adalah salah satu bentuk riba.” (HR. Ibn Abi Syaibah)

Pada masa jahiliyah, riba dipraktikkan dengan menunda pembayaran utang dengan syarat tambahan bunga.


📂 Jenis-Jenis Riba

  1. Riba Utang (Riba al-Nasiah / Jahiliyah)
    Tambahan atas pinjaman karena penundaan waktu.
    👉 Contoh: Meminjam $1.000 dengan bunga 5%, lalu harus membayar $1.050.

  2. Riba Jual Beli (Riba al-Fadl / Bai’)
    Terjadi saat pertukaran barang ribawi (emas, perak, gandum, jelai, kurma, garam) dengan takaran berbeda atau tidak tunai.
    👉 Contoh: Menukar 1 kg gandum dengan 2 kg gandum → haram karena ada kelebihan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ… مِثْلًا بِمِثْلٍ يَدًا بِيَدٍ…»
“Emas dengan emas, perak dengan perak… harus sama ukurannya dan dilakukan tunai.” (HR. Muslim No. 1587)

Baca juga : Mengapa Trading Emas Jadi Pilihan Investasi Populer? Apakah Haram dalam Islam?


📖 Dalil Al-Qur’an Tentang Larangan Riba

  • QS. Ar-Rum: 39 → Riba tidak akan diberkahi, sedekah yang dilipatgandakan.

  • QS. An-Nisa: 161 → Mengambil riba termasuk memakan harta orang lain secara batil.

  • QS. Ali Imran: 130 → Larangan memakan riba berlipat ganda.

  • QS. Al-Baqarah: 275-281 → Allah menghalalkan jual beli, mengharamkan riba, bahkan menyatakan perang bagi pelaku riba.


⚖️ Mengapa Riba Diharamkan?

  1. Zalim & merugikan → kreditur mendapat keuntungan pasti, debitur menanggung beban.

  2. Menghancurkan solidaritas sosial → orang kaya makin kaya, orang miskin makin tertekan.

  3. Mematikan produktivitas → keuntungan tanpa usaha nyata.

  4. Menghilangkan keberkahan harta → Allah menghapus keberkahan dari riba, tapi melipatgandakan sedekah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Rasulullah melaknat pemakan riba, pemberi riba, pencatatnya, dan kedua saksinya.” (HR. Muslim)


📊 Riba vs. Perdagangan

🔹 Perdagangan (Halal) → ada pertukaran barang/jasa dengan nilai riil. Penjual untung karena kerja keras, pembeli untung dari manfaat barang.

🔹 Riba (Haram) → keuntungan ditentukan sepihak, tanpa kerja nyata. Kreditur selalu untung, debitur selalu terbebani.

Allah ﷻ menegaskan:

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275)


💳 Contoh Riba di Era Modern

  • Kartu Kredit → transaksi dengan bunga keterlambatan.

  • KPR & hipotek konvensional → pinjaman dengan bunga.

  • Obligasi & pinjaman bank → selalu ada tambahan bunga tetap.

Semua produk ini berbasis bunga → termasuk riba dan dilarang dalam Islam.


🕌 Alternatif: Keuangan Syariah (Tanpa Riba)

Islam menawarkan solusi berupa keuangan syariah dengan prinsip:

  • 🚫 Tanpa bunga.

  • 🤝 Berbasis bagi hasil & risiko.

  • 📑 Harus ada aset riil.

  • ✅ Hanya untuk usaha halal.

Produk Keuangan Syariah:

  • Murabaha → jual beli dengan margin keuntungan.

  • Mudarabah → kerja sama modal & tenaga.

  • Musharakah → kemitraan modal bersama.

  • Ijarah → sewa menyewa (leasing syariah).

Semua produk ini memastikan transaksi adil, nyata, dan bebas dari spekulasi maupun riba.

Baca juga : Islamic Finance vs. Keuangan Konvensional: Perbedaan, Prinsip, dan Produk Utama


🎯 Kesimpulan

Riba diharamkan karena merugikan, tidak adil, dan merusak tatanan ekonomi. Islam membedakan jelas antara riba (haram) dan perdagangan (halal).

👉 Bagi Muslim, solusi aman adalah beralih ke keuangan syariah yang bebas riba, adil, etis, dan berbasis aset nyata.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna