Khazanah
Rahman Abdullah

Keutamaan Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Bisa Menghapus Dosa Setahun

Keutamaan Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Bisa Menghapus Dosa Setahun

25 Juni 2026 | 14:34

Keboncinta.com-- Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan paling mulia dalam Islam. Sebagai bagian dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, Muharram menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh.

Di antara berbagai amalan yang dianjurkan pada bulan ini, puasa Asyura yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram menempati posisi yang sangat istimewa. Menariknya, puasa ini bukan hanya dikenal pada masa Rasulullah SAW, tetapi telah menjadi tradisi ibadah para nabi terdahulu. Bahkan, sejumlah ulama menjelaskan bahwa Nabi Nuh AS dan Nabi Musa AS juga menjalankan puasa pada hari tersebut karena keutamaannya yang besar.

Lalu, mengapa puasa Asyura begitu dianjurkan? Apa saja keutamaan dan hikmah yang terkandung di dalamnya? Berikut ulasan lengkapnya.

Baca Juga: Pesantren Aman dan Bebas Kekerasan Jadi Fokus Baru Kementerian Agama

Hari Asyura Memiliki Kemuliaan Sejak Zaman Para Nabi

Tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Hari Asyura merupakan salah satu hari yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam.

Menurut Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif al-Ma'arif, kemuliaan Hari Asyura telah dikenal jauh sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW. Bahkan, puasa pada hari tersebut telah dilakukan oleh sejumlah nabi terdahulu sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Hal ini menunjukkan bahwa puasa Asyura bukan sekadar amalan sunnah biasa, melainkan bagian dari tradisi kenabian yang memiliki akar sejarah panjang dalam perjalanan umat manusia.

Keutamaan Puasa Asyura: Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Salah satu keutamaan terbesar puasa Asyura adalah menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau berharap kepada Allah SWT agar puasa Asyura menjadi penghapus dosa setahun yang telah berlalu.

Keutamaan ini menjadi bukti betapa luasnya rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah sunnah.

Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa penghapusan dosa tersebut berlaku untuk dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap membutuhkan taubat yang tulus dan sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

Baca Juga: Beasiswa Garuda Gelombang 2 Tahun 2026 Resmi Dibuka! Kuliah Gratis Plus Biaya Hidup Ditanggung Penuh

Mengapa Puasa Asyura Berpahala Satu Tahun Sedangkan Arafah Dua Tahun?

Sebagian umat Islam mungkin bertanya-tanya mengapa puasa Arafah disebut dapat menghapus dosa selama dua tahun, sementara puasa Asyura hanya satu tahun.

Para ulama menjelaskan bahwa puasa Arafah merupakan ibadah yang menjadi kekhususan umat Nabi Muhammad SAW, sedangkan puasa Asyura telah dikenal sejak masa Nabi Musa AS.

Karena Nabi Muhammad SAW merupakan nabi yang paling utama, maka ibadah yang menjadi ciri khas umat beliau mendapatkan keutamaan yang lebih besar.

Meski demikian, puasa Asyura tetap termasuk salah satu puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Arafah.

Mengenang Pertolongan Allah kepada Nabi Musa AS

Selain memiliki nilai ibadah yang tinggi, Hari Asyura juga menjadi pengingat atas salah satu peristiwa besar dalam sejarah para nabi.

Pada hari tersebut, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun dengan membelah lautan sehingga mereka dapat menyeberang dengan selamat.

Sementara itu, Fir'aun beserta pasukannya ditenggelamkan sebagai bentuk keadilan Allah terhadap kezaliman yang mereka lakukan.

Peristiwa ini mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada orang-orang yang beriman dan bersabar dalam menghadapi ujian kehidupan.

Baca Juga: Nominal PIP 2026 Resmi Dibuka! Siswa Bisa Dapat Hingga Rp1,8 Juta, Cek Jenjang dan Besar Bantuannya

Hikmah Besar di Balik Puasa Asyura

Puasa Asyura tidak hanya memberikan pahala yang besar, tetapi juga mengandung berbagai pelajaran penting bagi kehidupan seorang muslim.

Beberapa hikmah yang dapat dipetik antara lain:

1. Menumbuhkan Rasa Syukur

Puasa Asyura mengajarkan umat Islam untuk selalu bersyukur atas nikmat dan pertolongan Allah SWT sebagaimana yang dicontohkan Nabi Musa AS.

2. Memperkuat Keimanan

Peristiwa yang melatarbelakangi Hari Asyura menjadi bukti nyata bahwa Allah SWT selalu memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang beriman.

3. Melatih Kesabaran dan Ketaatan

Melalui ibadah puasa, seorang muslim belajar mengendalikan diri sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

4. Menghidupkan Sunnah Para Nabi

Melaksanakan puasa Asyura berarti mengikuti jejak para nabi sekaligus menghidupkan sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan.

Baca Juga: Kesempatan Langka! Pesantren Kebon Cinta Buka Beasiswa Gratis 6 Tahun untuk Anak Yatim

Mengapa Dianjurkan Berpuasa Tasu'a dan Asyura Sekaligus?

Rasulullah SAW tidak hanya menganjurkan puasa pada tanggal 10 Muharram, tetapi juga mendorong umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau yang dikenal sebagai puasa Tasu'a.

Para ulama menjelaskan bahwa terdapat beberapa hikmah di balik anjuran tersebut, yaitu:

  • Menyelisihi tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

  • Menggabungkan puasa Asyura dengan puasa pada hari lain agar tidak dilakukan secara sendirian.

  • Menjadi langkah kehati-hatian dalam menentukan tanggal 10 Muharram apabila terjadi perbedaan penetapan awal bulan.

Karena itu, banyak ulama menganjurkan pelaksanaan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram secara bersamaan agar memperoleh keutamaan yang lebih sempurna.

Amalan yang Dianjurkan Selain Puasa

Selain puasa Tasu'a dan Asyura, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak berbagai amal saleh selama bulan Muharram, seperti:

  • Membaca Al-Qur'an

  • Memperbanyak dzikir

  • Berdoa kepada Allah SWT

  • Bersedekah kepada sesama

  • Menjalin silaturahmi

  • Membantu orang yang membutuhkan

  • Melakukan muhasabah diri

Momentum Muharram dapat dijadikan sebagai awal yang baik untuk memperbaiki kualitas ibadah dan kehidupan spiritual sepanjang tahun.

Baca Juga: Beasiswa Penuh 6 Tahun untuk Yatim Berprestasi Resmi Dibuka! Gratis Sekolah, Asrama, Tahfidz hingga Lulus MA

Hal yang Perlu Dihindari Saat Hari Asyura

Dalam mengamalkan ibadah pada Hari Asyura, umat Islam hendaknya tetap berpegang pada Al-Qur'an dan hadis yang sahih.

Beberapa hal yang perlu dihindari antara lain:

  • Meyakini keutamaan tertentu tanpa dasar dalil yang kuat.

  • Melakukan ritual yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah SAW.

  • Berlebihan dalam memperingati Hari Asyura.

  • Menyebarkan hadis lemah atau palsu terkait Muharram dan Asyura.

Sikap yang tepat adalah menjalankan amalan yang memiliki dasar syariat yang jelas sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW dan para ulama.

Baca Juga: Kemenag Siapkan Satgas Khusus Pesantren! Langkah Baru Cegah Kekerasan dan Lindungi Santri Jadi Sorotan

Puasa Asyura merupakan salah satu amalan istimewa yang telah dikenal sejak masa para nabi terdahulu. Ibadah ini memiliki keutamaan besar berupa pengampunan dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu serta menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dengan melaksanakan puasa Asyura yang disertai puasa Tasu'a, umat Islam tidak hanya mengikuti sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga menghidupkan tradisi ibadah yang diwariskan para nabi. Semoga kita termasuk hamba yang mampu memanfaatkan kemuliaan 10 Muharram untuk meraih ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.***

Tags:
Khazanah Islam Puasa Asyura

Komentar Pengguna