Khazanah
Hilmi An Naufal

Sembilan Mahasiswa FKIP Universitas Jember Jalani Magang Mengajar di Brunei dan Malaysia

Sembilan Mahasiswa FKIP Universitas Jember Jalani Magang Mengajar di Brunei dan Malaysia

02 September 2026 | 05:44

JEMBER, KEBONCINTA.COM — Universitas Jember melepas sembilan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan untuk mengikuti Program Magang Kependidikan Internasional di Brunei Darussalam dan Malaysia.

Para mahasiswa akan mempelajari praktik pendidikan di negara mitra sekaligus mengembangkan keterampilan mengajar, kemampuan beradaptasi dan wawasan lintas budaya. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan di Universitas Jember.

Rektor Universitas Jember Iwan Taruna meminta mahasiswa memanfaatkan program untuk mempelajari praktik terbaik dalam pendidikan. Para peserta diharapkan menjaga profesionalisme dan nama baik perguruan tinggi selama bertugas di luar negeri.

Program magang dibagi menjadi dua kelompok. Sebanyak lima mahasiswa ditempatkan di Universiti Brunei Darussalam pada 3–27 September 2026. Mereka akan mengikuti kegiatan selama kurang lebih empat minggu.

Kelompok kedua terdiri atas empat mahasiswa Pendidikan IPA yang akan menjalani program di Universiti Putra Malaysia. Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama sekitar tiga minggu, mulai 7 sampai 30 September 2026.

Perbedaan sistem pendidikan, bahasa, budaya sekolah dan pendekatan pembelajaran menjadi pengalaman penting bagi calon guru. Mahasiswa dapat membandingkan metode yang diterapkan di Indonesia dengan praktik pendidikan di Brunei Darussalam dan Malaysia.

Dekan FKIP Universitas Jember Mohamad Na’im menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memperkuat pengalaman akademik internasional dan mempererat hubungan antarinstitusi.

Magang kependidikan tidak hanya berisi kegiatan observasi. Mahasiswa dituntut menerapkan kemampuan menyusun pembelajaran, berkomunikasi dengan peserta didik serta menyesuaikan metode mengajar dengan lingkungan pendidikan yang berbeda.

Pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa memahami bahwa kompetensi guru tidak terbatas pada penguasaan materi. Calon pendidik juga membutuhkan kemampuan berkomunikasi, membaca kebutuhan siswa, menggunakan teknologi dan bekerja bersama pendidik dari latar belakang berbeda.

Mahasiswa turut didorong membangun jejaring dengan guru, pelajar dan sivitas akademika di negara mitra. Hubungan yang terbentuk selama program berpotensi membuka peluang kolaborasi akademik maupun pertukaran pengetahuan pada masa mendatang.

Namun, manfaat magang internasional baru akan terlihat apabila pengalaman peserta dibagikan setelah mereka kembali. Mahasiswa dapat menyusun laporan praktik baik, mengadakan diskusi dengan rekan kuliah atau mengembangkan metode pembelajaran berdasarkan hasil pengamatan.

Program tersebut diharapkan membantu FKIP Universitas Jember menyiapkan calon guru yang memiliki kompetensi pedagogik sekaligus perspektif global. Pengalaman internasional tetap perlu diterapkan dengan mempertimbangkan kurikulum, budaya dan kebutuhan peserta didik di Indonesia.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna