Berita
Hilmi An Naufal

686 Siswa dari 38 Provinsi Bersaing dalam OSN Pendidikan Dasar 2026

686 Siswa dari 38 Provinsi Bersaing dalam OSN Pendidikan Dasar 2026

02 September 2026 | 06:03

KEBONCINTA.COM – Sebanyak 686 pelajar dari 38 provinsi mengikuti Olimpiade Sains Nasional atau OSN Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional 2026. Kompetisi yang berlangsung pada 25–31 Agustus 2026 tersebut juga diikuti peserta dari Sekolah Indonesia Luar Negeri di Arab Saudi, Malaysia, dan Singapura.

Ratusan finalis itu merupakan pelajar yang berhasil melewati rangkaian seleksi secara bertahap. Mereka berkompetisi dalam tiga bidang, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial.

Soal serta kegiatan dalam OSN tidak hanya dirancang untuk menguji kemampuan mengingat materi pelajaran. Peserta juga ditantang memahami konsep, melakukan observasi, mengeksplorasi persoalan, dan menyampaikan gagasan melalui presentasi.

Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menekankan bahwa OSN bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan medali. Proses persiapan dan kompetisi juga menjadi sarana membentuk kedisiplinan, kejujuran, kerja keras, serta kemauan pelajar untuk terus berkembang.

Salah satu prestasi menonjol diraih Halimatun Sa’diah, siswa SMP Negeri 6 Lhokseumawe, Aceh. Ia berhasil mendapatkan medali emas sekaligus penghargaan The Best Theory pada bidang IPA.

Keberhasilannya diperoleh setelah melalui persiapan yang menuntut kemampuan mengelola waktu. Halimatun membuat jadwal belajar dan memberikan perhatian lebih besar pada materi yang masih dianggap sebagai kelemahannya.

Prestasi lainnya datang dari Michael Keii Shen, siswa SD 1 YPK, Kalimantan Timur. Michael membawa pulang medali perak bidang IPS tingkat sekolah dasar.

Selain mengerjakan soal, peserta bidang tersebut mendapatkan pengalaman membuat peta infografis dan mempresentasikan gagasannya di hadapan dewan juri. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kemampuan komunikasi dan penyajian informasi menjadi bagian dari keterampilan yang dinilai.

Penyelenggaraan OSN 2026 melibatkan dukungan pemerintah daerah, sekolah, kepala sekolah, guru, orang tua, pendamping, fasilitator, dan dewan juri. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pembinaan pelajar berprestasi tidak berhenti setelah kompetisi berakhir.

Sekolah diharapkan dapat melanjutkan pendampingan terhadap peserta sekaligus membuka kesempatan lebih luas kepada pelajar lain yang memiliki minat dalam bidang sains. Pembinaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada siswa yang telah mendapatkan medali, tetapi juga menjangkau mereka yang masih dalam tahap mengenali potensinya.

OSN Pendidikan Dasar 2026 akhirnya menjadi ruang pertemuan pelajar dari berbagai daerah dengan pengalaman dan latar belakang berbeda. Medali memang menjadi bentuk penghargaan, tetapi kemampuan berpikir kritis, percaya diri, dan menghargai proses merupakan bekal yang dapat digunakan peserta dalam perjalanan pendidikan selanjutnya.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna