Khazanah
Tegar Bagus Pribadi

Misteri Thariq (Bintang Pengetuk) dalam Al-Qur'an: Bagaimana Sains Abad 21 Menemukan Suara Pulsar di Luar Angkasa

Misteri Thariq (Bintang Pengetuk) dalam Al-Qur'an: Bagaimana Sains Abad 21 Menemukan Suara Pulsar di Luar Angkasa

29 Mei 2026 | 14:08

keboncinta.com--  Di dalam Al-Qur'an, Surah At-Thariq ayat 1 hingga 3 memuat sebuah sumpah kosmis yang sangat puitis sekaligus penuh teka-teki, di mana Allah bersumpah demi langit dan demi At-Thariq. Ketika menjelaskan makna kata tersebut, teks suci menyebutnya sebagai An-Najm Ats-Thaqib, yang secara harfiah berarti bintang yang menembus atau bersinar tajam. Selama berabad-abad, para ahli tafsir klasik memaknai At-Thariq berdasarkan akar katanya, yaitu tharaqa yang berarti mengetuk atau memukul dengan keras, sehingga kata tersebut sering diterjemahkan sebagai "sesuatu yang datang mengetuk di malam hari". Di masa lalu, keterbatasan teknologi membuat manusia hanya bisa mengaitkan fenomena ini dengan meteor jatuh atau bintang fajar biasa yang menerobos kegelapan. Namun, memasuki abad ke-21, lompatan besar dalam dunia astrofisika dan radio astronomi berhasil menguak rahasia besar dari khazanah pengetahuan ini, membuktikan bahwa Al-Qur'an tidak sedang menggunakan metafora kosong, melainkan sedang mendeskripsikan sebuah objek kosmis nyata yang keberadaan dan karakteristik uniknya baru bisa divalidasi oleh sains modern setelah ribuan tahun berlalu.

Secara ilmiah, misteri bintang pengetuk ini mulai terpecahkan ketika para astronom menemukan sebuah jenis bintang mati berkerapatan sangat tinggi yang dikenal sebagai bintang neutron atau pulsar (pulsating star). Ketika sebuah bintang raksasa kehabisan bahan bakar dan meledak dalam peristiwa supernova, inti bintang tersebut akan runtuh dan memadat menjadi objek yang sangat masif, di mana materi seukuran kepala korek api di dalamnya bisa memiliki berat miliaran ton. Keunikan utama dari pulsar ini adalah mereka berputar pada porosnya dengan kecepatan yang luar biasa ekstrem, memancarkan gelombang radiasi elektromagnetik yang sangat kuat dari kutub-kutub magnetnya. Karena rotasi yang sangat cepat dan konstan ini, pancaran radiasi tersebut menyapu alam semesta secara periodik seperti lampu mercusuar. Ketika gelombang radiasi berkekuatan tinggi ini ditangkap oleh teleskop radio canggih di bumi, energi elektromagnetik tersebut memancarkan sinyal ritmis yang konstan dan berulang, yang jika dikonversi menjadi gelombang suara akustik, akan terdengar persis seperti suara ketukan pintu yang sangat keras dan cepat di tengah kesunyian luar angkasa.

Penemuan pulsar ini secara menakjubkan selaras dengan deskripsi ganda yang diberikan oleh Al-Qur'an mengenai At-Thariq (sang pengetuk) dan Ats-Thaqib (yang menembus). Pancaran radiasi kosmis dari bintang neutron ini memiliki energi yang sangat masif sehingga mampu menembus miliaran tahun cahaya ruang hampa, melewati debu-debu galaksi, hingga akhirnya sampai ke bumi. Struktur atom bintang neutron yang super-padat juga membuat gaya gravitasinya mampu membelokkan cahaya dan menembus ruang-waktu di sekitarnya. Sains abad 21 membuktikan bahwa alam semesta kita yang semula dikira sunyi senyap, ternyata dipenuhi oleh "orkestra kosmis" dari detak-detak ritmis bintang-bintang mati ini. Penyingkapan ilmiah ini mengubah cara pandang manusia terhadap teks-teks kuno, menunjukkan bahwa kecerdasan universal yang merancang hukum fisika di luar angkasa adalah zat yang sama yang telah menurunkan ayat-ayat suci tersebut kepada seorang manusia di tengah gurun pasir Arabia abad ke-7 masehi.

Sebagai contoh konkret dari kegeniusan sains yang menyingkap misteri ini, kita bisa merenungkan kisah penemuan pulsar pertama pada tahun 1967 oleh seorang astronom bernama Jocelyn Bell Burnell di Cambridge University. Saat mengamati data dari teleskop radio, ia menangkap sinyal aneh berupa denyutan teratur dengan interval waktu yang sangat presisi, yaitu 1,33 detik sekali. Awalnya, sinyal ritmis yang sangat konstan ini dikira sebagai pesan dari peradaban makhluk asing (alien), sehingga diberi nama kode LGM-1 (Little Green Men). Namun, penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa suara ketukan misterius tersebut berasal dari bintang neutron yang berputar sangat cepat di gugusan galaksi jauh. Contoh nyata lainnya adalah pulsar kepiting (Crab Pulsar) yang berputar sebanyak 30 kali dalam satu detik; ketika para ilmuwan mengonversi data frekuensi radionya ke dalam format audio yang bisa didengar telinga manusia, suara yang dihasilkan terdengar seperti ketukan mesin tik berkecepatan tinggi atau palu yang dipukulkan ke permukaan logam secara konstan. Melalui penjelajahan khazanah pengetahuan kosmis tentang misteri Thariq ini, kita disadarkan bahwa setiap lembar sains modern yang kita temukan hari ini sebenarnya hanyalah proses pembuktian ulang terhadap catatan kebenaran yang telah lama tertulis, mengajak nalar manusia untuk merunduk takzim di hadapan keagungan ilmu Sang Pencipta Jagat Raya.

Tags:
Khazanah Islam Sains dan Islam Astronomi Khazanah Pengetahuan Atthariq Bintang Pulsar Astrofisika

Komentar Pengguna