Berita
Hilmi An Naufal

Kemenag Tingkatkan Kompetensi Guru PAI SD hingga SMA-SMK, Bacaan Al-Qur'an Jadi Fokus Pembinaan

Kemenag Tingkatkan Kompetensi Guru PAI SD hingga SMA-SMK, Bacaan Al-Qur'an Jadi Fokus Pembinaan

04 September 2026 | 10:15

KEBONCINTA.COM – Kementerian Agama terus meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam atau PAI di sekolah. Salah satu upaya terbaru dilakukan melalui Bimbingan Tahsin Tilawatil Al-Qur'an bagi guru jenjang SD, SMP hingga SMA dan SMK di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam membaca Al-Qur'an secara benar, fasih dan sesuai dengan kaidah tajwid.

Kemampuan tersebut dinilai menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki guru Pendidikan Agama Islam.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara Ulyas Taha melalui Bidang Pendidikan Islam menjelaskan bimbingan tahsin memiliki posisi strategis dalam pengembangan kualitas tenaga pendidik.

Guru PAI tidak hanya dituntut memahami materi pembelajaran.

Mereka juga diharapkan mampu memberikan contoh bacaan Al-Qur'an yang benar kepada peserta didik.

Hal tersebut penting karena siswa sering menjadikan guru sebagai salah satu rujukan utama ketika mempelajari bacaan Al-Qur'an di sekolah.

Kesalahan yang tidak diperbaiki berpotensi diteruskan kepada peserta didik.

Sebaliknya, guru yang mempunyai kemampuan membaca dengan baik dapat membantu siswa membangun dasar yang benar sejak awal.

Tahsin secara umum berkaitan dengan proses memperbaiki dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an.

Pembelajaran meliputi aspek pengucapan huruf, panjang pendek bacaan, hukum tajwid serta ketepatan ketika membaca ayat.

Bagi guru PAI, kemampuan tersebut kemudian perlu diterjemahkan dalam pembelajaran yang mudah dipahami siswa.

Metode mengajar anak SD tentu berbeda dibandingkan mengajar siswa SMA.

Guru harus mampu menyesuaikan pendekatan dengan usia dan tingkat kemampuan peserta didik.

Pada jenjang awal, siswa mungkin masih belajar mengenali huruf dan cara membacanya.

Sementara pada jenjang lebih tinggi, pembelajaran dapat diarahkan kepada pemahaman tajwid yang lebih kompleks dan peningkatan kelancaran.

Karena itu, peningkatan kemampuan guru dapat memberikan dampak pada berbagai tingkat pendidikan.

Kementerian Agama menilai guru mempunyai peran lebih luas dibandingkan hanya menyampaikan materi.

Tenaga pendidik juga menjadi teladan dalam penerapan nilai-nilai yang diajarkan.

Dalam pembelajaran Al-Qur'an, contoh bacaan langsung dari guru menjadi bagian penting.

Siswa dapat mendengar cara pengucapan, irama dan penerapan tajwid secara langsung.

Pembelajaran semacam ini sulit digantikan hanya melalui buku.

Teknologi memang menyediakan banyak video maupun aplikasi pembelajaran Al-Qur'an.

Namun pendampingan guru tetap dibutuhkan untuk memberikan koreksi secara personal.

Siswa dapat melakukan kesalahan pada huruf maupun cara membaca yang mungkin tidak disadari.

Guru yang mempunyai kemampuan baik dapat segera memberikan koreksi.

Inilah salah satu alasan peningkatan kompetensi tenaga pendidik menjadi penting.

Program bimbingan di Minahasa Selatan memberikan kesempatan kepada guru memperbaiki bacaan secara langsung.

Peserta juga dapat memperdalam kembali pemahaman terhadap berbagai kaidah membaca Al-Qur'an.

Pembelajaran bagi guru memiliki karakter berbeda dibandingkan pelatihan siswa.

Tenaga pendidik diharapkan tidak hanya memperbaiki kemampuan dirinya, tetapi memikirkan bagaimana pengetahuan tersebut akan diteruskan di sekolah.

Setelah kegiatan selesai, dampaknya diharapkan dapat menjangkau peserta didik di sekolah masing-masing.

Dengan demikian, satu pelatihan guru mempunyai potensi memberikan manfaat kepada jumlah siswa yang jauh lebih besar.

Kemenag berharap penguatan kompetensi tidak berhenti pada peserta bimbingan.

Guru dapat membagikan pengalaman kepada rekan pendidik lainnya.

Kelompok kerja guru maupun forum guru PAI dapat menjadi ruang untuk melakukan tindak lanjut.

Melalui kegiatan tersebut, praktik baik dapat menyebar ke lebih banyak sekolah.

Pengembangan profesional guru memang idealnya tidak dilakukan hanya satu kali.

Kemampuan mengajar perlu terus diperbarui mengikuti kondisi peserta didik dan perkembangan metode pendidikan.

Hal serupa berlaku dalam bidang Pendidikan Agama Islam.

Meski materi dasarnya bersumber dari ajaran agama, cara menyampaikannya perlu disesuaikan dengan tantangan generasi saat ini.

Anak-anak tumbuh di lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital.

Akses informasi menjadi semakin mudah.

Namun kemudahan tersebut juga membuat guru perlu membantu siswa memahami sumber yang dapat dipercaya.

Pembelajaran agama di sekolah memiliki fungsi untuk memberikan fondasi pemahaman yang terstruktur.

Guru yang mempunyai kompetensi baik dapat membantu peserta didik membedakan informasi yang tepat dari informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

Penguasaan bacaan Al-Qur'an menjadi salah satu bagian dari fondasi tersebut.

Kemampuan membaca dengan benar memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan kitab suci.

Setelah itu, proses pendidikan dapat berkembang kepada pemahaman makna dan penerapan nilai dalam kehidupan.

Kemenag berharap program tahsin dapat mendukung terbentuknya guru yang tidak hanya fasih membaca.

Tenaga pendidik juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur'an.

Tujuan pembelajaran bukan sekadar membuat siswa menyelesaikan target bacaan.

Peserta didik diharapkan mempunyai motivasi untuk terus membaca dan mempelajari Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pendekatan guru mempunyai pengaruh besar.

Pembelajaran yang terlalu menekan dapat membuat siswa merasa takut melakukan kesalahan.

Sebaliknya, pendampingan yang sabar dapat membantu anak lebih percaya diri untuk terus berlatih.

Guru perlu membangun lingkungan kelas yang memungkinkan siswa belajar dari kesalahan.

Koreksi bacaan dapat diberikan tanpa membuat peserta didik merasa malu.

Kemampuan pedagogis tersebut berjalan bersama kemampuan teknis membaca.

Karena itu, peningkatan kompetensi guru tidak hanya berbicara mengenai seberapa fasih seorang pendidik membaca.

Kemampuan mengajarkan bacaan kepada siswa menjadi bagian yang sama pentingnya.

Program di Minahasa Selatan mencakup guru berbagai jenjang.

Pertemuan tersebut sekaligus dapat menjadi ruang bertukar pengalaman antarguru.

Guru SD dapat berbagi tantangan ketika mengajarkan dasar-dasar bacaan.

Guru SMP maupun SMA dapat berbagi pengalaman mendampingi siswa dengan kemampuan yang sangat beragam.

Ada siswa yang telah lancar membaca ketika memasuki sekolah.

Namun ada pula peserta didik yang masih membutuhkan pendampingan dasar.

Perbedaan kemampuan tersebut menjadi tantangan tersendiri.

Guru harus mampu merancang pembelajaran yang tetap memberikan manfaat bagi seluruh siswa.

Siswa yang telah lancar perlu mendapatkan pengembangan, sementara peserta yang masih mengalami kesulitan tidak boleh tertinggal.

Kemampuan membaca Al-Qur'an juga dapat dipengaruhi lingkungan keluarga dan pendidikan sebelumnya.

Karena itu, guru perlu melakukan pemetaan kemampuan sebelum menentukan pendekatan.

Bimbingan tahsin bagi tenaga pendidik menjadi salah satu bagian dari proses peningkatan kualitas tersebut.

Kementerian Agama berharap guru yang telah memperoleh pembinaan dapat menjadi teladan sekaligus pembimbing yang lebih baik bagi siswa.

Dampaknya diharapkan tidak berhenti di Kabupaten Minahasa Selatan.

Program peningkatan kompetensi guru PAI juga menjadi bagian dari agenda pembinaan pendidikan Islam yang dilakukan di berbagai wilayah.

Pada akhirnya, kualitas pembelajaran PAI sangat bergantung pada kualitas tenaga pendidik yang berada di ruang kelas.

Kurikulum dan buku dapat memberikan pedoman.

Namun guru menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan siswa setiap hari.

Dengan memperkuat kemampuan membaca Al-Qur'an serta cara mengajarkannya, Kemenag berharap pembelajaran agama di sekolah dapat berlangsung semakin baik.

Guru tidak hanya mampu menyampaikan teori tajwid.

Mereka juga dapat memberikan contoh bacaan secara langsung sekaligus mendampingi siswa sampai mampu menerapkannya sendiri.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna