Berita
Hilmi An Naufal

100 Mahasiswa Pertanian UBB Dapat Beasiswa UKT dan Biaya Hidup, Target Cetak 1.000 Sarjana Unggul

100 Mahasiswa Pertanian UBB Dapat Beasiswa UKT dan Biaya Hidup, Target Cetak 1.000 Sarjana Unggul

04 September 2026 | 10:17

KEBONCINTA.COM – Sebanyak 100 mahasiswa Universitas Bangka Belitung atau UBB mendapatkan dukungan Beasiswa Kelapa 2026 yang ditujukan untuk membantu biaya pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda di sektor pertanian.

Beasiswa diberikan kepada mahasiswa bidang pertanian, terutama Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis.

Program tersebut tidak hanya menanggung Uang Kuliah Tunggal atau UKT.

Mahasiswa penerima juga memperoleh dukungan biaya hidup bulanan agar dapat menjalani pendidikan dengan lebih fokus dan menyelesaikan perkuliahan tepat waktu.

Penyerahan beasiswa berlangsung di Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung, Balunijuk, Kabupaten Bangka, Rabu, 2 September 2026.

Ketua Dewan Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih Jerry Hermawan Lo menyerahkan program beasiswa kepada Rektor UBB Prof. Ibrahim.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani turut menghadiri kegiatan tersebut.

Beasiswa Kelapa merupakan bagian dari upaya Yayasan JHL Merah Putih Kasih untuk mendorong munculnya sumber daya manusia muda di sektor pertanian dan peternakan.

Yayasan tersebut menargetkan dapat membantu mencetak 1.000 sarjana pertanian dan peternakan unggul di Indonesia.

Target itu muncul di tengah tantangan regenerasi tenaga kerja pada sektor pertanian.

Banyak petani Indonesia kini berada pada kelompok usia yang tidak lagi muda, sedangkan jumlah generasi muda dengan pendidikan tinggi yang memilih mengembangkan sektor pertanian masih perlu diperkuat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Indonesia mempunyai sumber daya alam serta kondisi iklim yang mendukung berbagai kegiatan pertanian.

Namun kekayaan sumber daya tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa sumber daya manusia yang mampu mengelolanya menggunakan pengetahuan dan teknologi.

Mahasiswa pertanian kemudian mempunyai posisi penting.

Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pekerja pada perusahaan pertanian.

Lulusan juga diharapkan mempunyai kemampuan menjadi wirausaha, peneliti, penyuluh maupun penggerak berbagai inovasi di sektor pangan dan pertanian.

Beasiswa karena itu diarahkan tidak sekadar membantu pembayaran kuliah.

Program juga ingin mendorong lahirnya mahasiswa yang mempunyai jiwa kewirausahaan serta kepemimpinan.

Dengan dukungan biaya hidup, penerima diharapkan mempunyai waktu lebih besar untuk belajar dan mengembangkan kemampuan tanpa terlalu terbebani masalah ekonomi selama perkuliahan.

Biaya pendidikan memang menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keberlanjutan studi mahasiswa.

Bagi keluarga dengan keterbatasan pendapatan, UKT harus dipenuhi bersamaan dengan kebutuhan tempat tinggal, makanan, transportasi, buku dan perlengkapan akademik lainnya.

Ketika biaya tersebut tidak dapat dipenuhi, risiko mahasiswa mengambil cuti bahkan berhenti kuliah dapat meningkat.

Bantuan yang menggabungkan pembayaran UKT dan biaya hidup karena itu mempunyai nilai penting.

Mahasiswa tidak hanya dibantu agar tetap terdaftar sebagai peserta kuliah, tetapi juga memperoleh dukungan memenuhi kebutuhan selama menjalani pendidikan.

Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani berharap mahasiswa penerima dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Pendidikan diharapkan menjadi modal untuk memperkuat sektor pertanian daerah.

Bangka Belitung selama ini banyak dikenal melalui sektor pertambangan.

Namun pemerintah daerah juga ingin memperkuat sektor ekonomi lain yang dapat berkembang secara berkelanjutan.

Pertanian menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki potensi tersebut.

Generasi sarjana diharapkan mampu menghadirkan pendekatan baru.

Penggunaan teknologi, pengolahan hasil, pemasaran digital maupun pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi menjadi beberapa ruang yang dapat dimanfaatkan.

Mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk mulai mempelajari berbagai peluang.

Kampus dapat menjadi tempat menguji ide, melakukan penelitian dan membangun jejaring dengan pelaku usaha maupun masyarakat.

Program studi Agroteknologi misalnya dapat membantu mahasiswa memahami pengembangan tanaman, pengelolaan sumber daya lahan serta teknologi produksi.

Sementara mahasiswa Agribisnis mempelajari hubungan produksi dengan pengelolaan usaha dan pemasaran.

Ketika kedua bidang tersebut dapat dikolaborasikan, pertanian tidak lagi hanya dilihat sebagai kegiatan menanam.

Sektor tersebut dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi berbasis teknologi dan manajemen modern.

Pada kegiatan yang sama, dukungan pendidikan juga diberikan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

Pemprov menyerahkan Beasiswa Kerja Sama tahap pertama Tahun Anggaran 2026 kepada 73 mahasiswa.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp195 juta.

Penyerahan tersebut menunjukkan dukungan pendidikan dilakukan melalui beberapa skema.

Mahasiswa dapat memperoleh bantuan dari pemerintah daerah maupun mitra swasta dan yayasan.

Selain beasiswa kepada 73 mahasiswa, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga memberikan bantuan sosial pendidikan kepada dua mahasiswa.

Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu keberlanjutan studi penerima.

Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi dan pihak swasta dinilai menjadi salah satu cara memperluas akses pendidikan.

Kemampuan anggaran pemerintah memang terbatas apabila seluruh kebutuhan mahasiswa harus ditanggung sendiri.

Keterlibatan lembaga lain dapat memperluas jumlah penerima maupun bentuk dukungan.

Namun program beasiswa juga membutuhkan tanggung jawab dari mahasiswa.

Penerima harus menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar digunakan untuk mendukung pendidikan.

Menyelesaikan studi tepat waktu menjadi salah satu harapan utama penyelenggara.

Prestasi akademik juga tetap perlu dijaga.

Di sisi lain, mahasiswa diharapkan mempunyai kemampuan mengaplikasikan ilmu setelah menyelesaikan studi.

Sektor pertanian menghadapi berbagai tantangan mulai produktivitas, perubahan iklim, regenerasi petani hingga distribusi hasil.

Lulusan perguruan tinggi dapat mengambil bagian dalam mencari solusi.

Teknologi pertanian dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan sumber daya.

Sistem digital dapat digunakan untuk pemasaran sehingga petani mempunyai akses lebih luas terhadap konsumen.

Penelitian juga dapat menghasilkan varietas maupun metode budidaya yang lebih sesuai dengan kondisi daerah.

Bagi Bangka Belitung, pengembangan pertanian juga dapat berkaitan dengan pemanfaatan lahan pascatambang.

Sebagian lahan membutuhkan pendekatan khusus agar kembali memiliki nilai produktif.

Perguruan tinggi memiliki kapasitas penelitian untuk mengembangkan metode yang sesuai dengan kondisi lingkungan tersebut.

Mahasiswa yang memperoleh beasiswa mempunyai kesempatan terlibat dalam penelitian dan pengembangan teknologi selama masa kuliah.

Pengalaman tersebut dapat menjadi modal ketika mereka memasuki masyarakat.

Target mencetak 1.000 sarjana pertanian dan peternakan tentu tidak dapat dicapai melalui satu kampus saja.

Program di UBB menjadi salah satu bagian dari upaya yang lebih luas.

Seratus mahasiswa penerima pada 2026 diharapkan menjadi generasi yang nantinya tidak hanya mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi mampu membuka peluang baru di bidang pertanian.

Kewirausahaan menjadi salah satu aspek yang ditekankan.

Ketika lulusan mampu membangun usaha, manfaat pendidikan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat melalui penciptaan pekerjaan maupun kemitraan dengan petani.

Universitas Bangka Belitung menyambut kerja sama tersebut sebagai dukungan terhadap peningkatan kapasitas mahasiswa.

Kerja sama antara kampus dan yayasan juga dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman serta perjanjian kerja sama.

Hubungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian dana.

Pengembangan kapasitas, kegiatan pendidikan maupun program lain dapat menjadi ruang kerja sama berikutnya.

Bagi 100 mahasiswa yang memperoleh Beasiswa Kelapa 2026, bantuan UKT dan biaya hidup memberikan kesempatan untuk menjalani perkuliahan dengan beban finansial yang lebih ringan.

Tantangan mereka berikutnya adalah memanfaatkan kesempatan tersebut menjadi prestasi dan kemampuan yang dapat diterapkan setelah menyelesaikan pendidikan.

Jika target program tercapai, generasi sarjana pertanian baru diharapkan ikut memperkuat regenerasi sektor pertanian Indonesia sekaligus mendorong pengembangan pertanian modern di daerah.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna