Keboncinta.com-- Pembelajaran sastra sering dianggap monoton. Mengapa demikian? Karena siswa biasanya hanya diminta membaca karya sastra lalu menganalisisnya. Padahal, mempelajari karya sastra merupakan proses belajar untuk mengenal emosi, pesan, dan nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya. Melalui karya sastra, tingkat literasi siswa juga dapat meningkat.
Karya Sastra dalam Pendidikan
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, karya sastra yang dipelajari meliputi puisi, cerpen, novel, dan drama. Materi tersebut dijumpai mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Karya sastra memiliki peran penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berbahasa, berpikir, dan kepekaan siswa. Selain itu, karya sastra mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat dipetik sebagai pelajaran.
Karya Sastra sebagai Media Pembelajaran Kreatif
Dengan demikian, karya sastra dapat dijadikan media pembelajaran kreatif yang mendorong siswa menghasilkan karya-karya terbaik.
Bentuk Pembelajaran Kreatif Berbasis Sastra
Mengaitkan isi karya sastra dengan pengalaman hidup siswa berarti menghubungkan peristiwa, emosi, dan nilai dalam karya dengan kehidupan nyata. Cara ini membantu siswa memahami bacaan, menumbuhkan empati, serta melatih refleksi diri.
Manfaat Penggunaan Karya Sastra dalam Pembelajaran
Manfaat tersebut akan dirasakan siswa apabila karya sastra dipelajari sebagai media pembelajaran yang kreatif.
Karya sastra sangat penting dalam pembelajaran karena dapat mendorong siswa menjadi lebih kreatif dalam menulis dan berimajinasi. Dengan adanya karya sastra, diharapkan siswa dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin dalam proses belajar.