Pasangan Tuturan dalam Teks Negosiasi

Pasangan Tuturan dalam Teks Negosiasi

10 Februari 2026 | 11:19

Keboncinta.com-- Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari kegiatan komunikasi. Salah satu bentuk komunikasi tersebut adalah negosiasi, yang dapat dilakukan di mana saja dan oleh siapa saja. Dalam teks negosiasi terdapat pasangan tuturan yang berperan penting dalam membangun komunikasi dua arah. Pasangan tuturan ditandai dengan adanya tuturan berupa pertanyaan, permintaan, atau penawaran yang kemudian direspons oleh pihak lain.

Apa itu Teks Negosiasi?

Negosiasi adalah proses tawar-menawar yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda untuk mencapai kesepakatan bersama. Tujuan teks negosiasi adalah memperoleh keputusan yang dapat diterima oleh semua pihak sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Pihak-pihak yang terlibat dalam teks negosiasi bisa berasal dari berbagai kalangan, seperti penjual dan pembeli, guru dan siswa, ayah dan anak, serta pihak-pihak lainnya.

Apa itu Pasangan Tuturan?

Pasangan tuturan adalah dua ujaran yang saling berkaitan dalam sebuah percakapan. Tuturan pertama akan memunculkan atau menuntut adanya tuturan kedua sebagai respons. Oleh karena itu, kedua tuturan tersebut tidak dapat berdiri sendiri karena saling melengkapi makna.

Ciri-Ciri Pasangan Tuturan

Pasangan tuturan memiliki beberapa ciri utama, yaitu:

  1. Berjumlah dua tuturan

Pasangan tuturan selalu terdiri atas dua ujaran yang saling berkaitan.

  1. Terjadi secara berurutan

Tuturan kedua muncul setelah tuturan pertama sebagai bentuk respons.

  1. Saling berkaitan makna

Tuturan kedua berkaitan langsung dengan tuturan pertama.

  1. Melibatkan dua penutur atau lebih

Umumnya terjadi dalam komunikasi antarpelaku percakapan.

  1. Bersifat konvensional

Pola pasangan tuturan sudah umum dan dipahami dalam kehidupan sehari-hari.

Jenis-Jenis Pasangan Tuturan dalam Teks Negosiasi

  1. Mengucapkan salam – membalas salam

Contoh:
Guru: “Assalamualaikum, anak-anak.”

Siswa: “Waalaikumsalam, Bu.”

  1. Bertanya – menjawab atau tidak menjawab

Contoh (respons menjawab):

Guru: “Apakah kalian sudah siap menghadapi ulangan minggu depan?”
Siswa: “Belum, Bu. Bagaimana kalau diundur ke minggu berikutnya karena kami masih banyak tugas?”

  1. Meminta tolong – memenuhi atau menolak permintaan

Contoh (respons memenuhi):

Guru: “Nak, tolong ambilkan buku paket di meja Ibu.”

Siswa: “Baik, Bu.”

  1. Meminta izin – mengizinkan atau menolak

Contoh (respons mengizinkan):

Siswa: “Bu, bolehkah saya izin ke perpustakaan untuk mencari referensi tugas?”

Guru: “Silakan, tetapi jangan lupa kembali ke kelas sebelum jam pelajaran berakhir.”

  1. Menawarkan – menerima atau menolak tawaran

Contoh (respons menerima):

Guru: “Ibu menawarkan waktu tambahan untuk bimbingan tugas setelah pulang sekolah. Ada yang mau ikut?”

Siswa: “Saya mau, Bu. Terima kasih.”

  1. Mengusulkan – menerima atau menolak usulan

Contoh (respons menerima):

Siswa: “Bu, saya mengusulkan agar presentasi dilakukan secara berkelompok supaya lebih efektif.”

Guru: “Usulan yang baik. Ibu setuju, presentasi akan dilakukan secara berkelompok.”

 

Dalam materi teks negosiasi, siswa perlu mengenal dan memahami pasangan tuturan agar mampu memahami proses negosiasi yang ditandai oleh adanya pernyataan dan respons dari dua pihak atau lebih.

Tags:
Materi Bahasa Indonesia Teks Negosiasi Pasangan Tuturan

Komentar Pengguna