Iman kepada Qadha dan Qadar: Takdir Allah

Iman kepada Qadha dan Qadar: Takdir Allah

31 Januari 2026 | 09:08

Oleh : Sayidi (Penyuluh Agama Islam KUA Dukupuntang)

Iman kepada qadha dan qadar merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap muslim. Qadha dan qadar berhubungan dengan ketentuan serta keputusan Allah SWT atas segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Keyakinan terhadap takdir Allah ini menjadi dasar penting dalam kehidupan seorang muslim karena mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik maupun buruk, tidak lepas dari kehendak dan ketetapan-Nya.

Qadha berarti keputusan atau ketetapan Allah SWT yang telah ditentukan sejak zaman azali. Ketetapan ini bersifat pasti dan tidak dapat diubah oleh manusia. Sedangkan qadar adalah perwujudan dari ketetapan tersebut dalam kehidupan nyata sesuai dengan waktu dan keadaan yang telah ditentukan. Dengan kata lain, qadha adalah rencana Allah, sementara qadar adalah pelaksanaan dari rencana tersebut.

Iman kepada qadha dan qadar mengajarkan manusia untuk percaya bahwa Allah SWT adalah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana dalam menentukan segala sesuatu. Tidak ada satu pun kejadian yang luput dari ilmu Allah. Kehidupan, kematian, rezeki, jodoh, serta segala peristiwa yang dialami manusia telah berada dalam ketentuan-Nya. Namun, hal ini tidak berarti manusia boleh pasrah tanpa usaha. Islam mengajarkan bahwa manusia tetap harus berikhtiar dan berusaha sebaik mungkin, karena usaha juga merupakan bagian dari takdir Allah.

Keyakinan terhadap takdir memberikan ketenangan dan kekuatan bagi seorang muslim dalam menghadapi kehidupan. Saat mendapatkan nikmat, ia akan bersyukur karena menyadari bahwa semua itu adalah pemberian Allah. Sebaliknya, ketika menghadapi musibah, ia akan bersabar dan menerima dengan lapang dada karena percaya bahwa Allah memiliki hikmah di balik setiap ujian.

Iman kepada qadha dan qadar juga membentuk sikap optimis dan tidak mudah putus asa. Seorang muslim yakin bahwa apa yang telah ditetapkan Allah adalah yang terbaik, meskipun terkadang tidak sesuai dengan keinginan manusia. Dengan demikian, ia akan terus berusaha, berdoa, dan bertawakal kepada Allah SWT dalam setiap langkah kehidupannya.

Sebagai kesimpulan, iman kepada qadha dan qadar adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini telah ditetapkan oleh Allah SWT dengan penuh hikmah. Takdir bukan alasan untuk bermalas-malasan, tetapi menjadi dorongan untuk selalu berusaha, bersabar, dan bersyukur. Dengan beriman kepada takdir Allah, seorang muslim akan memiliki hati yang tenang, hidup yang lebih terarah, serta keyakinan yang kuat dalam menjalani segala ketentuan-Nya.

Tags:
kemenag

Komentar Pengguna