KEBONCINTA.COM – Selasa, 8 September 2026 – Dominasi Nvidia dalam industri chip kecerdasan buatan menghadapi tantangan semakin serius dari perusahaan-perusahaan teknologi China.
Sejumlah produsen chip AI lokal mulai mendapatkan momentum besar setelah China mempercepat upaya mengurangi ketergantungan terhadap teknologi semikonduktor Amerika Serikat.
Empat perusahaan yang banyak mendapatkan perhatian adalah Enflame Technology, Moore Threads Technology, MetaX Integrated Circuits dan Shanghai Biren Technology.
Kelompok perusahaan tersebut bahkan mulai disebut sebagai empat naga kecil GPU China.
Masing-masing mengembangkan prosesor yang diarahkan untuk menjalankan komputasi kecerdasan buatan, pusat data dan berbagai pekerjaan yang selama ini banyak menggunakan GPU Nvidia.
Perkembangan tersebut menjadi penting karena China merupakan salah satu pasar komputasi AI terbesar di dunia.
Ledakan penggunaan model kecerdasan buatan menyebabkan perusahaan teknologi membutuhkan semakin banyak akselerator komputasi.
Namun pembatasan ekspor Amerika Serikat membuat akses perusahaan China terhadap chip Nvidia kelas tertinggi menjadi lebih sulit.
Kondisi tersebut justru mempercepat pengembangan alternatif lokal.
Salah satu perusahaan yang mencuri perhatian adalah Enflame Technology.
Perusahaan tersebut didukung oleh Tencent dan didirikan oleh sejumlah orang yang mempunyai pengalaman di industri chip.
Enflame baru-baru ini menggelar penawaran saham di STAR Market Shanghai.
Permintaan investor terhadap saham perusahaan sangat tinggi.
Pada bagian penawaran online, jumlah pemesanan bahkan mencapai ribuan kali dibandingkan saham yang tersedia.
Enflame mengumpulkan sekitar 6,1 miliar yuan atau sekitar 908 juta dolar AS dari IPO tersebut.
Dana hasil penawaran saham akan digunakan antara lain untuk mengembangkan chip AI generasi kelima dan keenam perusahaan.
Yang menarik, Enflame belum menghasilkan keuntungan.
Namun investor tetap memberikan valuasi tinggi karena melihat potensi pertumbuhan kebutuhan komputasi AI di China.
Perusahaan juga mencatat pertumbuhan penjualan yang sangat tinggi pada awal 2026.
Fokus Enflame tidak hanya mengejar performa terbesar.
Perusahaan juga mengembangkan chip untuk AI inference.
Inference merupakan tahap ketika model AI yang sudah selesai dilatih digunakan untuk menjawab permintaan pengguna.
Contohnya adalah ketika pengguna mengirim pertanyaan kepada chatbot.
Server menjalankan model dan menghasilkan jawaban.
Jika penggunaan AI terus meningkat, kebutuhan chip inference dapat menjadi sangat besar karena setiap permintaan pengguna membutuhkan komputasi.
Selain Enflame, terdapat Moore Threads.
Perusahaan tersebut menjadi salah satu nama paling terkenal dalam pengembangan GPU China.
Moore Threads berusaha membangun ekosistem perangkat keras sekaligus perangkat lunak yang dapat memudahkan developer memindahkan aplikasi mereka dari GPU lain.
Hal ini menjadi tantangan penting bagi perusahaan yang ingin menyaingi Nvidia.
Keunggulan Nvidia tidak hanya berasal dari GPU.
Nvidia mempunyai CUDA, sebuah ekosistem software yang sudah digunakan developer dan peneliti selama bertahun-tahun.
Banyak aplikasi AI dibuat menggunakan teknologi yang terintegrasi dengan CUDA.
Akibatnya, mengganti GPU Nvidia dengan chip perusahaan lain tidak selalu sesederhana mengganti komponen hardware.
Software yang sudah ada mungkin harus diubah.
Karena itu produsen GPU China berusaha membuat perangkat lunak yang semakin kompatibel dengan aplikasi dan kode yang sebelumnya digunakan pada ekosistem Nvidia.
MetaX dan Biren juga melakukan pengembangan serupa.
Mereka ingin menawarkan akselerator AI untuk pusat data sekaligus membangun software pendukung agar perusahaan lebih mudah melakukan migrasi.
Huawei juga menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam upaya China mengurangi ketergantungan terhadap Nvidia.
Chip Ascend milik Huawei sudah digunakan untuk berbagai kebutuhan AI di China.
Huawei bahkan mempunyai ekosistem software sendiri untuk membantu developer membangun dan menjalankan model.
Kombinasi antara Huawei dan berbagai startup chip lokal membuat persaingan semakin ketat.
Reuters Breakingviews memperkirakan posisi Nvidia di pasar chip AI China telah menurun cukup signifikan dibandingkan masa ketika perusahaan hampir mendominasi seluruh pasar.
Perkiraan terbaru menempatkan pangsa Nvidia sekitar 55 persen.
Angka tersebut masih sangat besar tetapi menunjukkan produsen lokal mulai mengambil bagian pasar.
Perlu dicatat bahwa membangun chip yang dapat benar-benar menyaingi produk Nvidia kelas tertinggi bukan pekerjaan sederhana.
Semikonduktor modern membutuhkan desain yang kompleks, proses manufaktur canggih dan software yang matang.
Pembatasan ekspor juga membuat perusahaan China menghadapi kesulitan memperoleh teknologi manufaktur chip paling mutakhir.
Namun pasar domestik China memberikan keuntungan besar.
Perusahaan lokal mempunyai calon pelanggan dari perusahaan internet, penyedia cloud hingga berbagai institusi pemerintah.
Dorongan pemerintah China untuk menggunakan teknologi domestik juga mempercepat adopsi.
Selain itu, perkembangan model AI yang semakin efisien dapat mengubah kebutuhan chip.
Tidak semua pekerjaan membutuhkan GPU paling kuat.
Chip dengan performa lebih rendah tetapi mempunyai harga dan konsumsi listrik lebih kecil dapat menarik untuk proses inference.
Hal tersebut memberikan ruang bagi perusahaan baru untuk bersaing.
Konsumsi energi memang menjadi persoalan besar pada pusat data AI.
Ribuan GPU dapat menggunakan listrik dalam jumlah sangat besar.
Karena itu produsen tidak hanya berlomba meningkatkan performa.
Efisiensi per watt menjadi semakin penting.
Chip yang menghasilkan performa sedikit lebih rendah tetapi jauh lebih hemat energi dapat tetap mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Persaingan chip AI China juga mempunyai dampak terhadap Nvidia.
China selama bertahun-tahun menjadi salah satu pasar terbesar perusahaan.
Apabila perusahaan lokal dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan domestik, peluang bisnis Nvidia di kawasan tersebut dapat berkurang.
Namun Nvidia masih mempunyai keunggulan besar.
Perusahaan terus mengembangkan GPU generasi baru dan mempunyai ekosistem software yang sangat luas.
Perusahaan teknologi terbesar dunia juga masih menggunakan hardware Nvidia dalam pembangunan pusat data mereka.
Karena itu, munculnya perusahaan China belum berarti dominasi Nvidia secara global langsung berakhir.
Yang terjadi adalah kompetisi semakin nyata pada salah satu pasar AI terbesar dunia.
Dalam beberapa tahun ke depan, perlombaan chip AI kemungkinan tidak hanya melibatkan Nvidia, AMD dan perusahaan Amerika Serikat lainnya.
Huawei, Enflame, Moore Threads, MetaX dan Biren berpotensi memainkan peran semakin besar.
Perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana pembatasan teknologi dapat menghasilkan efek yang tidak selalu sederhana.
Pembatasan akses terhadap chip luar negeri mendorong China mempercepat pembangunan industrinya sendiri.
Jika perusahaan-perusahaan tersebut berhasil memperkecil kesenjangan performa dan software, persaingan GPU AI dunia dapat berubah secara signifikan.