Berita
Hilmi An Naufal

Bank Dunia Siapkan Bantuan hingga 25 Miliar Rupee untuk Pemulihan Banjir Nepal

Bank Dunia Siapkan Bantuan hingga 25 Miliar Rupee untuk Pemulihan Banjir Nepal

27 Agustus 2026 | 06:08

Keboncinta.com— Dukungan internasional mulai disiapkan untuk membantu Nepal menangani dampak banjir bandang yang menghancurkan permukiman dan infrastruktur di Rasuwa serta daerah sekitarnya.

Bank Dunia menyampaikan kesiapan memobilisasi bantuan darurat hingga 25 miliar rupee Nepal. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung operasi tanggap darurat, bantuan kepada korban dan pemulihan infrastruktur.

Direktur Bank Dunia untuk Nepal David Sislen telah berkomunikasi dengan Menteri Keuangan Nepal Swarnim Wagle setelah laporan mengenai bencana diterima.

Pemerintah Nepal masih mengoordinasikan mekanisme penggunaan bantuan tersebut. Belum dijelaskan secara terperinci apakah keseluruhan dukungan akan berbentuk hibah, pinjaman, pengalihan dana proyek atau gabungan beberapa skema pembiayaan.

Karena itu, angka 25 miliar rupee perlu dipahami sebagai jumlah maksimal yang dapat dimobilisasi, bukan dana yang seluruhnya sudah dicairkan.

India Siapkan Obat dan Peralatan Berat

India meminta pemerintah Nepal menyampaikan daftar kebutuhan prioritas korban. Pesawat angkut C-17 dan C-130 milik Angkatan Udara India dilaporkan disiagakan untuk membawa obat-obatan, bahan bantuan dan peralatan berat.

Tim penanggulangan bencana juga disiapkan apabila Nepal mengajukan permintaan bantuan tenaga penyelamat.

Peralatan berat sangat dibutuhkan karena banyak jalan tertutup lumpur, batu dan material longsoran. Akses yang terbuka akan membantu distribusi logistik sekaligus mempercepat pencarian korban.

China Tawarkan Bantuan Tunai

China turut menawarkan dukungan keuangan dan operasional. Pemerintah Nepal sedang menilai kebutuhan sebelum menentukan jenis serta besarnya bantuan yang akan diterima.

Amerika Serikat juga menyatakan siap membantu. Sejumlah kedutaan terus berkoordinasi dengan pemerintah Nepal karena warga negara mereka termasuk dalam daftar wisatawan yang belum dapat dihubungi.

Pemerintah Nepal telah menetapkan wilayah terdampak di Rasuwa, Nuwakot dan Dhading sebagai kawasan krisis bencana. Penetapan tersebut membuka jalan untuk mempercepat penggunaan sumber daya dalam negeri serta penerimaan bantuan internasional.

Prioritas bantuan meliputi pencarian korban, pelayanan kesehatan, tempat pengungsian, makanan, air bersih, pemulihan listrik dan pembukaan kembali jalur transportasi.

Tags:
berita nasional

Komentar Pengguna