Keboncinta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membuka pelatihan mandiri Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris atau PKGSD-MBI.
Program tersebut menjadi bagian dari persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028.
Pelatihan diselenggarakan melalui Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan di platform Rumah Pendidikan. Skema mandiri memungkinkan guru mengikuti kegiatan belajar secara lebih fleksibel dan terarah.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan strategi untuk mempersiapkan guru secara bertahap sebelum kebijakan pembelajaran Bahasa Inggris diterapkan.
Dinas pendidikan, unit pelaksana teknis, dan satuan pendidikan diharapkan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan. Prioritas terutama diberikan kepada sekolah dasar yang belum mempunyai guru dengan latar belakang pendidikan Bahasa Inggris.
Secara keseluruhan, program PKGSD-MBI menargetkan 90.447 guru SD. Melalui pelatihan mandiri, pemerintah menargetkan sekitar 30 ribu guru dapat mengikuti program setiap tahun sehingga kebutuhan pelatihan diproyeksikan selesai pada 2029.
Pelatihan dimulai pada Agustus 2026 dan terdiri atas tiga topik. Materi pertama membahas perkenalan diri dan keluarga, materi kedua mengenai komunitas di sekolah, sedangkan topik ketiga mengangkat rutinitas sehari-hari.
Setiap topik dirancang dapat diselesaikan maksimal satu bulan sejak peserta memulai pembelajaran. Guru yang menyelesaikan proses belajar dan tes akhir akan memperoleh surat keterangan penyelesaian topik.
Selain kemampuan berbahasa, pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat kompetensi pedagogik. Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang menarik, bermakna, dan sesuai dengan perkembangan murid sekolah dasar.
Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada jumlah guru yang mengikuti pelatihan. Sekolah juga perlu memberikan ruang bagi guru untuk mempraktikkan materi, berbagi pengalaman, dan mengevaluasi pembelajaran sebelum mata pelajaran tersebut diterapkan secara wajib.