Berita
Hilmi An Naufal

Banjir Nepal Rusak 14 Proyek Pembangkit Listrik, Pemerintah Siapkan Pasokan Darurat

Banjir Nepal Rusak 14 Proyek Pembangkit Listrik, Pemerintah Siapkan Pasokan Darurat

27 Agustus 2026 | 06:02

Keboncinta.com— Dampak banjir bandang Nepal tidak hanya mengenai permukiman dan jalur transportasi. Sedikitnya 14 proyek pembangkit listrik tenaga air di wilayah Rasuwa dan Nuwakot turut terdampak.

Kementerian Energi, Sumber Daya Air dan Irigasi Nepal telah mengirim tim untuk mencari pekerja serta pegawai proyek yang belum dapat dihubungi. Tim teknis juga ditugaskan menilai kerusakan fasilitas dan jaringan kelistrikan.

Di Rasuwa terdapat delapan proyek terdampak, terdiri atas lima pembangkit yang telah beroperasi dan tiga proyek dalam tahap pembangunan.

Lima pembangkit yang beroperasi memiliki kapasitas gabungan sekitar 236 megawatt. Sementara tiga proyek yang masih dibangun mempunyai kapasitas gabungan sekitar 342,42 megawatt.

Fasilitas terdampak meliputi Upper Trishuli-1, Rasuwagadhi, Rasuwa Bhotekoshi, Sanjen Khola, Upper Mailung A, Mailung Khola, Langtang Khola dan Chilime.

Enam Proyek Lain Terdampak di Nuwakot

Di wilayah Nuwakot, banjir memengaruhi enam proyek pembangkit listrik. Empat di antaranya telah beroperasi dengan kapasitas gabungan 123 megawatt, sedangkan dua lainnya masih dalam pembangunan dengan kapasitas sekitar 52,6 megawatt.

Data kapasitas tersebut tidak otomatis menunjukkan seluruh pembangkit berhenti beroperasi. Pemerintah masih melakukan pemeriksaan untuk menentukan tingkat kerusakan dan kemampuan masing-masing fasilitas.

Nepal Electricity Authority telah mengirim tujuh kendaraan menuju wilayah bencana dan menyiapkan 14 kendaraan tambahan. Evakuasi melalui udara juga dipertimbangkan apabila akses darat tidak memungkinkan.

Pemerintah menyiapkan pengaturan kelistrikan alternatif dan darurat untuk menjaga pasokan listrik tetap tersedia selama proses pemeriksaan serta perbaikan.

Lebih dari 200 Ribu Peringatan Dikirim

Otoritas hidrologi dan meteorologi Nepal mengirimkan lebih dari 200.000 pesan singkat kepada warga yang tinggal di daerah hilir. Peringatan tersebut meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan permukaan sungai.

Namun, kerusakan alat pengukur debit dan infrastruktur komunikasi menyulitkan penyampaian informasi risiko secara berkelanjutan.

Banjir juga merusak jalan dan jaringan komunikasi menuju perbatasan. Kondisi tersebut memperlambat proses pendataan pekerja, perhitungan kerugian serta pengiriman peralatan perbaikan.

Kementerian Energi Nepal telah membentuk komite khusus untuk menghitung kerusakan secara menyeluruh dan menyusun rencana rehabilitasi. Pemerintah juga berkoordinasi dengan pengelola pembangkit swasta untuk mempercepat pencarian pekerja dan pemulihan fasilitas energi.

Tags:
berita nasional

Komentar Pengguna