Tumbuhan Bisa Bergerak! Mengenal Sistem Gerak Higroskopis, Endonom, dan Esionom

Tumbuhan Bisa Bergerak! Mengenal Sistem Gerak Higroskopis, Endonom, dan Esionom

01 Januari 2026 | 14:30

Keboncinta.com- Banyak orang mengira tumbuhan adalah makhluk hidup yang pasif dan tidak dapat bergerak. Padahal, dalam ilmu biologi, tumbuhan memiliki berbagai sistem gerak yang memungkinkan mereka merespons perubahan lingkungan maupun rangsangan dari dalam tubuhnya sendiri. Sistem gerak pada tumbuhan ini menjadi salah satu materi penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Secara umum, gerak pada tumbuhan dibedakan berdasarkan ada atau tidaknya rangsangan yang memengaruhinya. Tiga jenis gerak utama pada tumbuhan meliputi gerak higroskopis, gerak endonom, dan gerak esionom.

Gerak higroskopis merupakan gerak bagian tumbuhan yang terjadi akibat perubahan kadar air di dalam sel. Perubahan ini menyebabkan pengerutan sel yang tidak merata sehingga menimbulkan gerakan.

Baca Juga: Rajab Bulan Dimuliakan: Kisah Sayyidah Aminah Mengandung Rasulullah SAW

Contoh gerak higroskopis dapat ditemukan pada buah polong-polongan, seperti petai cina. Ketika buah telah tua dan kadar air di dalam sel berkurang, polong akan terbuka dengan sendirinya.

Jenis gerak berikutnya adalah gerak endonom. Gerak ini dipicu oleh rangsangan yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri, tanpa pengaruh langsung dari lingkungan luar. Salah satu contohnya adalah gerak siklosis, yaitu pergerakan rotasi sitoplasma pada sel daun Hydrilla verticillata yang dapat diamati melalui mikroskop.

Sementara itu, gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan dari luar tubuh tumbuhan. Berdasarkan arah dan sifat geraknya, gerak esionom dibagi menjadi tiga, yaitu gerak tropisme, taksis, dan nasti.

Baca Juga: Pentingnya Menentukan Target Belajar yang Realistis

Gerak tropisme dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan, seperti fototropisme akibat cahaya dan geotropisme akibat gaya gravitasi.

Gerak taksis merupakan perpindahan seluruh tubuh tumbuhan atau organisme bersel satu menuju atau menjauhi sumber rangsangan, contohnya gerak Euglena viridis mendekati cahaya. Adapun gerak nasti tidak dipengaruhi oleh arah rangsangan, seperti menutupnya daun putri malu saat disentuh.

Melalui pemahaman tentang sistem gerak ini, siswa diharapkan dapat menyadari bahwa tumbuhan bukanlah makhluk hidup yang sepenuhnya diam. Meskipun tidak berpindah tempat seperti hewan, tumbuhan tetap melakukan gerakan sebagai bentuk adaptasi dan respons terhadap lingkungan demi kelangsungan hidupnya.

Pembelajaran mengenai sistem gerak pada tumbuhan menjadi penting untuk menumbuhkan rasa ingin tahu serta pemahaman peserta didik terhadap keajaiban proses kehidupan di alam sekitar.***

Tags:
sistem gerak pada tumbuhan gerak higroskopis, endonom, dan esionom jenis-jenis gerak tumbuhan materi IPA tumbuhan

Komentar Pengguna