The Power of Magnesium: Mineral Paling Penting yang 80% Orang Kekurangan (Penyebab Kram dan Susah Tidur)

The Power of Magnesium: Mineral Paling Penting yang 80% Orang Kekurangan (Penyebab Kram dan Susah Tidur)

20 Februari 2026 | 00:08

keboncinta.com--  Magnesium sering disebut sebagai “mineral ajaib” yang jarang dibicarakan, padahal perannya dalam tubuh sangat vital. Para ahli memperkirakan sebagian besar orang dewasa tidak mendapatkan asupan magnesium yang cukup dari makanan sehari-hari. Padahal, mineral ini terlibat dalam lebih dari 300 reaksi enzim dalam tubuh, mulai dari fungsi otot, kerja saraf, produksi energi, hingga menjaga irama jantung tetap stabil. Ketika kadar magnesium rendah, tubuh akan memberi sinyal—sayangnya sering tidak kita sadari.

Salah satu tanda paling umum kekurangan magnesium adalah kram otot, terutama di malam hari. Otot yang terasa tegang, berkedut, atau tiba-tiba kram bisa menjadi indikator bahwa tubuh kekurangan mineral ini. Magnesium berperan membantu otot berkontraksi dan relaksasi secara seimbang. Tanpa cukup magnesium, otot cenderung lebih mudah tegang dan sulit rileks. Inilah mengapa banyak orang yang sering mengalami kram kaki saat tidur ternyata membaik setelah kebutuhan magnesiumnya terpenuhi.

Selain kram, sulit tidur juga kerap dikaitkan dengan kadar magnesium yang rendah. Magnesium membantu mengatur sistem saraf dan mendukung produksi hormon melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Mineral ini juga berperan dalam mengaktifkan neurotransmitter yang menenangkan, sehingga tubuh dan pikiran lebih rileks. Tidak heran jika orang yang kekurangan magnesium sering merasa gelisah, sulit terlelap, atau mudah terbangun di tengah malam. Dalam jangka panjang, kurang tidur bisa berdampak pada konsentrasi, mood, bahkan daya tahan tubuh.

Magnesium juga berkontribusi pada kesehatan mental. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar magnesium yang cukup dapat membantu mengurangi gejala stres dan kecemasan ringan. Mineral ini membantu menstabilkan respons tubuh terhadap hormon stres seperti kortisol. Ketika tubuh kekurangan magnesium, respons stres bisa menjadi lebih berlebihan. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah lelah secara emosional dan fisik.

Sayangnya, pola makan modern sering kali miskin magnesium. Konsumsi makanan olahan yang tinggi gula dan rendah serat membuat asupan magnesium semakin berkurang. Padahal, sumber alami magnesium cukup mudah ditemukan, seperti sayuran hijau (bayam, kale), kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi. Mengembalikan pola makan ke makanan utuh dan minim proses adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kadar magnesium tetap optimal.

Dalam beberapa kasus, suplementasi magnesium bisa menjadi pilihan, terutama bagi mereka yang memiliki keluhan kram berulang atau gangguan tidur kronis. Namun, konsumsi suplemen tetap sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan agar dosisnya sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Tags:
Kesehatan Nutrisi Magnesium Kram Otot Mineral

Komentar Pengguna