Sejarah
Admin

Tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby Picu Berkobarnya Pertempuran 10 November di Surabaya

Tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby Picu Berkobarnya Pertempuran 10 November di Surabaya

10 November 2025 | 10:51

Keboncinta.com-- Dalam sejarah tercatat sebuah peristiwa dramatis yang menjadi titik api meledaknya Pertempuran 10 November 1945, yaitu tewasnya Brigadir Jenderal A. W. S. Mallaby, Komandan Pasukan Inggris di Surabaya.

Kematian Mallaby bukan hanya insiden militer biasa, melainkan pemicu kemarahan besar Inggris dan awal dari salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Usai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, pasukan Sekutu yang di bawah komando Inggris mendarat di Surabaya pada akhir Oktober dengan misi resmi melucuti senjata tentara Jepang.

Namun, kedatangan mereka ternyata disertai pasukan Belanda (NICA) yang berupaya merebut kembali kekuasaan kolonial.

Baca Juga: Peringatan Hari Pahlawan Nasional: Kisah Heroik Rakyat Indonesia dalam Pertempuran 10 November di Kota Surabaya

Hal itu memicu ketegangan dengan rakyat Surabaya yang telah mendirikan pemerintahan sendiri. Rakyat menolak kehadiran pasukan asing yang dianggap ingin menjajah kembali.

Ketegangan mencapai puncaknya setelah terjadi insiden pengibaran bendera Belanda di Hotel Yamato (19 September 1945) yang berujung perobekan bendera menjadi Merah Putih.

Pada 29–30 Oktober 1945, bentrokan bersenjata pecah antara pasukan Inggris dan pejuang Surabaya di berbagai titik kota. Brigadir Jenderal A. W. S. Mallaby, yang saat itu memimpin pasukan Inggris, berusaha meredam kekacauan dengan melakukan negosiasi langsung.

Namun, di tengah kekacauan dan kesalahpahaman di lapangan, mobil yang ditumpangi Mallaby dikepung oleh para pejuang di sekitar Gedung Internatio (kini di Jalan Jembatan Merah).

Baca Juga: Makna Hari Pahlawan: Saatnya Generasi Muda Menyalakan Semangat Juang di Era Modern

Dalam peristiwa itu, mobil Mallaby terbakar akibat ledakan granat, dan sang jenderal tewas di tempat bersama beberapa anak buahnya.

Hingga kini, kronologi pasti kematian Mallaby masih menjadi perdebatan. Ada yang menyebut ia tewas tertembak saat baku tembak, ada pula yang mengatakan mobilnya meledak karena salah satu pejuang melempar granat. Meski demikian, satu hal pasti: kematiannya menjadi titik balik sejarah.

Kabar tewasnya Jenderal Mallaby membuat pihak Inggris marah besar. Sebagai balasan, mereka mengeluarkan ultimatum pada 9 November 1945 agar semua rakyat Surabaya menyerahkan senjata dan menghentikan perlawanan.

Namun, ultimatum itu ditolak mentah-mentah oleh rakyat dan pemuda Surabaya. Keesokan harinya, 10 November 1945, pasukan Inggris melancarkan serangan besar-besaran ke seluruh penjuru kota.

Baca Juga: Kemenag Kirim 20 Dai dan Daiyah ke Abu Dhabi untuk Perkuat Dakwah Moderat Global

Serangan itu memicu Pertempuran Surabaya, salah satu pertempuran paling sengit dalam sejarah revolusi kemerdekaan Indonesia.

Meskipun kalah secara persenjataan, semangat rakyat Surabaya yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Bung Tomo dan para ulama membuat pasukan Inggris kewalahan.

Ribuan rakyat gugur, namun keberanian mereka menggetarkan dunia dan memperkuat semangat kemerdekaan di seluruh Indonesia.

Peristiwa tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby menjadi simbol bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diberikan, tetapi diperjuangkan dengan darah dan nyawa.

Surabaya menunjukkan kepada dunia bahwa rakyat Indonesia siap mempertahankan kemerdekaan dengan segala cara, bahkan menghadapi pasukan modern bersenjata lengkap.

Baca Juga: Peringatan Hari Pahlawan Nasional: Kisah Heroik Rakyat Indonesia dalam Pertempuran 10 November di Kota Surabaya

Kini, tempat Mallaby tewas di dekat Jembatan Merah Surabaya menjadi situs sejarah penting — pengingat bahwa kebebasan yang kita nikmati hari ini lahir dari pengorbanan dan keberanian generasi terdahulu.

Tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby bukan sekadar catatan kelam, tetapi juga pemantik semangat juang yang menyala dalam Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, Indonesia.***

Tags:
Sejarah Sejarah Indonesia Hari pahlawan nasional 10 november

Komentar Pengguna