Keboncinta.com-- Di era digital saat ini, PT Taspen mengingatkan para pensiunan PNS untuk lebih cermat dalam memahami perbedaan antara informasi biasa dan informasi publik.
Pemahaman yang tepat menjadi faktor penting agar peserta dapat mengakses hak-hak pensiun secara aman, cepat, dan terhindar dari misinformasi yang berpotensi merugikan.
Melalui penjelasan resminya, Taspen menegaskan bahwa tidak semua informasi dapat disebarkan secara terbuka.
Ada informasi yang bersifat umum dan dapat diakses siapa saja, namun ada pula informasi yang hanya boleh dikelola oleh pihak tertentu sesuai regulasi keamanan data.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan peserta di tengah tuntutan transparansi dan percepatan layanan digital.
Mengenal Dua Jenis Informasi Taspen
Dalam konteks pelayanan, Taspen membedakan dua kategori besar data, yaitu Informasi Biasa dan Informasi Publik. Keduanya memiliki definisi, tujuan, dan cakupan yang berbeda.
Informasi Biasa merupakan segala keterangan yang memberi pengetahuan tetapi tidak selalu terikat dengan dokumen resmi atau badan publik. Informasi ini dapat berbentuk elektronik maupun fisik, dan sering kali menyangkut hal-hal personal sehari-hari.
Misalnya, seorang pensiunan melihat kalender untuk mengetahui tanggal, tindakan tersebut menghasilkan "informasi" namun sifatnya personal.
Berbeda dengan itu, Informasi Publik adalah data resmi yang dihasilkan oleh badan publik, dalam hal ini PT Taspen. Data ini harus tersedia untuk masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas, transparansi, serta pemenuhan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.
Bentuk nyata dari informasi publik Taspen adalah Laporan Keberlanjutan atau Sustainability Report, yang memuat informasi kinerja keuangan, operasional, hingga tanggung jawab sosial perusahaan.
Mengapa Penting Memahami Perbedaan Ini?
Pemahaman yang tepat mengenai jenis data membantu pensiunan mengakses layanan secara mandiri tanpa terjebak informasi keliru. Di sisi lain, kewajiban Taspen untuk menyediakan informasi publik memastikan peserta mendapatkan kejelasan tentang kinerja dana pensiun, kebijakan layanan, dan tanggung jawab perusahaan.
Bagi peserta, memahami sumber, isi, dan status informasi memungkinkan mereka menjalani proses layanan pensiun dengan lebih aman dan tenang.
Sementara bagi Taspen, transparansi adalah kunci membangun kepercayaan serta menjaga profesionalisme layanan.
Semakin banyaknya layanan digital yang melibatkan data pribadi, edukasi terkait informasi publik bukan hanya kebutuhan reguler, tapi juga bagian dari perlindungan diri para pensiunan dari hal-hal yang tidak diinginkan.***