Berita
Hilmi An Naufal

Siswa Indonesia Raih Dua Emas di Olimpiade Geografi Internasional 2026

Siswa Indonesia Raih Dua Emas di Olimpiade Geografi Internasional 2026

25 Agustus 2026 | 10:24

Keboncinta.com – Jakarta. Pelajar Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat dunia. Tim Indonesia berhasil membawa pulang dua medali emas, satu medali perunggu, serta penghargaan honorable mention untuk presentasi poster pada International Geography Olympiad atau iGeo 2026 di Istanbul, Turki.

Kompetisi geografi internasional tersebut berlangsung pada 11 hingga 17 Agustus 2026 dan diikuti 184 peserta dari 50 negara. iGeo merupakan ajang tahunan bagi pelajar setingkat sekolah menengah atas yang menguji pemahaman geografi melalui teori, kerja lapangan, analisis multimedia, dan presentasi.

Dua medali emas diraih Kaleb Lash Elnathan Naibaho dari SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, serta Rafif Adinata Ramadhan dari MAN 1 Pekanbaru, Riau. Medali perunggu diperoleh Arkha Enzi Anagi dari SMA Labschool Kebayoran.

Selain raihan medali, tim Indonesia juga mendapat honorable mention pada kategori presentasi poster. Poster tersebut mengangkat tradisi ronda dengan judul “The Ronda System: The Indonesian Tradition to Keep Communities Safe”.

Tidak Sekadar Hafalan Peta

Olimpiade geografi internasional tidak hanya menguji kemampuan menghafal nama negara, ibu kota, atau letak gunung. Peserta ditantang menganalisis persoalan nyata yang berkaitan dengan lingkungan, penduduk, perubahan iklim, tata ruang, ekonomi, dan kebudayaan.

Kemampuan membaca peta, memahami data, melakukan observasi lapangan, dan menyampaikan gagasan menjadi bagian penting dalam kompetisi tersebut.

Penghargaan untuk poster tentang sistem ronda memperlihatkan bahwa tradisi lokal Indonesia juga dapat dijelaskan menggunakan sudut pandang geografi dan sosial. Ronda dipahami bukan hanya sebagai kegiatan menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga sebagai praktik komunitas yang memperkuat hubungan warga.

Hasil Pembinaan Berjenjang

Para peraih medali sebelumnya merupakan murid berprestasi pada Olimpiade Sains Nasional cabang geografi. Mereka kemudian mengikuti proses seleksi dan pembinaan secara intensif sebelum mewakili Indonesia di Istanbul.

Pembinaan dilakukan secara bertahap oleh Pusat Prestasi Nasional atau Puspresnas di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam proses persiapan, para siswa didampingi pembina dari Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Universitas Indonesia.

Keberhasilan tersebut memperlihatkan pentingnya pembinaan yang konsisten. Prestasi internasional tidak lahir hanya dari kecerdasan individu, tetapi juga dukungan keluarga, sekolah, guru, pembina, serta akses terhadap latihan yang sesuai.

Sekolah memiliki peran besar dalam menemukan dan mengembangkan murid yang memiliki minat pada bidang tertentu. Guru dapat menjadi orang pertama yang melihat potensi murid dalam membaca data, menyusun argumen, memahami fenomena alam, atau menyampaikan ide di depan publik.

Inspirasi bagi Pelajar Daerah

Raihan medali oleh pelajar dari Jakarta dan Riau juga memperlihatkan bahwa prestasi nasional dan internasional dapat lahir dari berbagai daerah. Kesempatan untuk berkembang perlu dibuka lebih luas melalui kompetisi yang kredibel, pembinaan yang merata, serta akses informasi yang mudah.

Murid yang tertarik pada geografi dapat memulai dari hal-hal sederhana di sekitar mereka. Misalnya, mengamati perubahan lingkungan, memahami peta wilayah, mempelajari persoalan banjir, sampah, kependudukan, pertanian, hingga kebencanaan.

Geografi dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ilmu ini membantu seseorang memahami hubungan antara manusia, alam, dan ruang tempat manusia tinggal.

Prestasi tim Indonesia di iGeo 2026 menjadi kabar baik bagi pendidikan Indonesia. Raihan tersebut menunjukkan bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional ketika memperoleh kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang berkelanjutan.

Tags:
Berita guru

Komentar Pengguna