Keboncinta.com-- Sebelum mengenal dunia pendidikan, orang tua adalah madrasah pertama bagi seorang anak. Dari orang tualah anak pertama kali belajar banyak hal, termasuk mengenal suara, kata, huruf, dan angka.
Namun, sebelum anak mengenal huruf dan angka, ada proses penting yang perlu diperhatikan, yaitu belajar berbicara. Kemampuan berbicara tidak muncul begitu saja. Anak membutuhkan interaksi, perhatian, dan stimulasi bahasa dari lingkungan terdekatnya.
Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diketahui orang tua saat mendampingi anak belajar berbicara.
Jangan lakukan hal-hal berikut karena kebiasaan kecil yang dilakukan tanpa sadar dapat mengurangi kesempatan anak mendapatkan stimulasi bahasa.
1. Terlalu sering terpapar layar
Kurangi waktu anak bermain gawai dan berikan lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi secara langsung. Anak membutuhkan komunikasi dua arah untuk belajar berbicara. Ketika terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar, kesempatan anak untuk mendengar, meniru, merespons, dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya dapat berkurang.
2. Jangan langsung menjawab sebelum anak selesai berbicara
Ketika orang tua memberikan pertanyaan kepada anak, jangan terburu-buru menjawabnya sendiri. Berikan waktu kepada anak untuk berpikir dan menyampaikan jawabannya. Meskipun anak membutuhkan waktu lebih lama untuk menyusun kata, tetaplah bersabar. Kesempatan tersebut dapat membantu anak belajar memilih kata, menyusun kalimat, dan menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya.
3. Terlalu banyak berbicara tanpa memberi kesempatan anak merespons
Berbicara dengan anak memang penting. Namun, jangan sampai komunikasi hanya berjalan satu arah. Ajak anak melakukan tanya jawab sederhana tentang kegiatan sehari-hari, makanan yang disukai, permainan, atau hal-hal yang menarik perhatiannya.
4. Jarang membaca atau bercerita bersama
Saat anak sedang belajar berbicara, perbanyak kegiatan membaca buku dan bercerita bersama. Tidak perlu menunggu anak sudah bisa membaca. Orang tua dapat membacakan buku cerita sambil mengajak anak melihat gambar, mengenalkan nama benda, atau bertanya tentang isi cerita.
5. Mengoreksi ucapan anak secara berlebihan
Saat anak mengucapkan kata dengan kurang tepat, berikan respons yang positif. Orang tua dapat mengulang kata tersebut dengan pengucapan yang benar tanpa membuat anak merasa salah.
Misalnya, ketika anak mengatakan, “Mau cucu,” orang tua dapat merespons, “Oh, mau susu?”
Lima hal tersebut perlu menjadi perhatian orang tua saat anak sedang belajar berbicara.
Ajak anak berbicara sesering mungkin, dengarkan ketika ia mencoba menyampaikan sesuatu, dan berikan kesempatan untuk merespons. Tidak harus melalui kegiatan yang rumit. Percakapan sederhana saat bermain, makan, berjalan-jalan, atau sebelum tidur pun dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar berkomunikasi.