Teknologi
Hilmi An Naufal

Amazon Naikkan Harga Echo, Kindle, dan Fire TV hingga 60 Persen

Amazon Naikkan Harga Echo, Kindle, dan Fire TV hingga 60 Persen

25 Agustus 2026 | 09:36

Keboncinta.com – Jakarta. Amazon menaikkan harga sejumlah perangkat buatannya di pasar Amerika Serikat, termasuk lini Echo, Kindle, Fire TV, dan router eero. Pada beberapa produk, kenaikan harga tercatat mencapai 60 persen.

Perusahaan mengonfirmasi perubahan tersebut dengan alasan terjadinya peningkatan biaya komponen memori dan penyimpanan. Amazon menyatakan telah berusaha menyerap biaya itu selama mungkin sebelum akhirnya mengubah harga jual.

Kenaikan paling besar ditemukan pada Echo Dot generasi kelima. Perangkat speaker pintar tersebut sebelumnya dipasarkan seharga 49,99 dolar AS, tetapi kini memiliki harga resmi 79,99 dolar AS. Perubahan sebesar 30 dolar itu setara dengan kenaikan sekitar 60 persen.

Fire TV Stick 4K Max naik dari 59,99 dolar AS menjadi 84,99 dolar AS atau sekitar 41,7 persen. Echo Spot berubah dari 79,99 dolar AS menjadi 109,99 dolar AS, naik sekitar 37,5 persen.

Perangkat pembaca buku elektronik Kindle versi 16 GB kini dibanderol 149,99 dolar AS, dibandingkan harga sebelumnya 109,99 dolar AS. Kindle Paperwhite 16 GB turut naik dari 159,99 dolar AS menjadi 199,99 dolar AS.

Echo Show 21 mengalami kenaikan sebesar 100 dolar AS, dari 399,99 dolar AS menjadi 499,99 dolar AS. Sementara itu, Echo Show 15 berubah dari 299,99 dolar AS menjadi 349,99 dolar AS.

Kenaikan juga menjangkau perangkat jaringan. Paket tiga unit eero 7 meningkat dari 349,99 dolar AS menjadi 399,99 dolar AS. Paket tiga eero Pro 7 naik dari 699,99 dolar AS menjadi 799,99 dolar AS.

Berdasarkan pemantauan sejumlah media teknologi Amerika Serikat, perangkat Ring dan Echo Studio belum termasuk dalam daftar produk yang mengalami perubahan harga pada saat pengumuman tersebut dilaporkan.

Ledakan AI Mendorong Permintaan Komponen

Amazon mengaitkan kebijakan harga itu dengan meningkatnya biaya memori dan media penyimpanan. Dua jenis komponen tersebut dibutuhkan bukan hanya oleh perangkat konsumen, tetapi juga server dan pusat data yang menjalankan sistem kecerdasan buatan.

Pembangunan infrastruktur AI dalam skala besar telah meningkatkan permintaan terhadap berbagai jenis memori dan penyimpanan berkecepatan tinggi. Produsen komponen kemudian harus membagi kapasitas produksinya antara kebutuhan pusat data, komputer pribadi, telepon pintar, dan perangkat elektronik lainnya.

Kondisi itu memberikan tekanan terhadap rantai pasok. Perusahaan perangkat konsumen menghadapi pilihan untuk mempertahankan harga dengan mengurangi margin keuntungan atau meneruskan sebagian biaya tambahan kepada pembeli.

Amazon bukan satu-satunya perusahaan yang menghadapi tekanan tersebut. Sejumlah produsen komputer dan perangkat elektronik global juga dilaporkan telah menyesuaikan harga atau konfigurasi produknya sebagai respons terhadap perubahan biaya komponen.

Harga Resmi dan Harga Promosi Berbeda

Amazon mengatakan tetap akan menawarkan promosi sepanjang tahun. Artinya, konsumen mungkin masih menemukan harga lebih rendah selama acara belanja tertentu, meskipun harga resmi atau harga acuannya sudah dinaikkan.

Perbedaan ini penting diperhatikan karena diskon dapat terlihat lebih besar apabila dihitung dari harga acuan yang baru. Konsumen perlu membandingkan harga transaksi sebelumnya, bukan hanya persentase potongan yang ditampilkan pada halaman produk.

Kenaikan tersebut juga dapat mengubah posisi Echo Dot dan Fire TV Stick yang selama ini dikenal sebagai perangkat murah untuk memasuki ekosistem rumah pintar dan layanan hiburan Amazon.

Harga Echo Dot generasi kelima yang mendekati 80 dolar AS, misalnya, membuat perangkat itu berhadapan dengan pilihan speaker pintar dan speaker Bluetooth pada kelas harga yang lebih tinggi.

Belum Otomatis Berlaku di Indonesia

Daftar harga tersebut berlaku untuk pasar Amerika Serikat. Konsumen Indonesia tidak sebaiknya langsung mengonversi harga dolar ke rupiah dan menganggap kenaikan dengan persentase yang sama telah berlaku di dalam negeri.

Harga produk Amazon di Indonesia dapat dipengaruhi oleh persediaan lama, nilai tukar, biaya impor, pajak, penjual pihak ketiga, dan kebijakan distributor. Beberapa perangkat Amazon juga lebih sering ditemukan melalui penjual impor daripada saluran distribusi resmi.

Dampaknya mungkin baru terlihat ketika stok lama habis dan pedagang memasukkan barang dengan harga pembelian terbaru. Namun, kemungkinan tersebut masih berupa konsekuensi pasar dan bukan pengumuman harga resmi Amazon untuk Indonesia.

Bagi calon pembeli, langkah yang paling masuk akal adalah membandingkan harga antarpenjual, memeriksa garansi, serta memastikan bahwa perangkat dan layanan pendukungnya dapat digunakan di Indonesia.

Tags:
teknologi

Komentar Pengguna