Sholawat atau Berdoa: Mana yang Lebih Baik? Ini Cara Memahaminya

Sholawat atau Berdoa: Mana yang Lebih Baik? Ini Cara Memahaminya

12 Februari 2026 | 15:17

Keboncinta.com-- Pertanyaan tentang mana yang lebih baik antara sholawat dan doa sering muncul, terutama ketika seseorang sedang berharap besar pada satu permintaan. Ada yang merasa doanya belum terkabul meski sudah lama memohon, lalu memilih memperbanyak sholawat. Ada pula yang bertanya-tanya, apakah sholawat bisa menggantikan doa, dan lainnya. Sholawat dan doa bukanlah dua hal yang saling bersaing, melainkan saling melengkapi.

Doa: Bentuk Permohonan Langsung Seorang Hamba

Doa adalah ekspresi paling jujur dari seorang hamba. Di dalamnya ada harapan, keluh kesah, bahkan kegelisahan yang tak selalu bisa diucapkan kepada manusia. Allah sendiri memerintahkan umat-Nya untuk berdoa:

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.”

(QS. Ghafir: 60)

Secara spiritual, doa menegaskan posisi manusia sebagai makhluk yang lemah dan membutuhkan pertolongan. Dari sisi psikologis, doa membantu seseorang mengurai emosi, meredakan tekanan batin, dan menumbuhkan rasa harap yang sehat.

Namun, doa juga memiliki adab. Salah satunya adalah membuka dan menutupnya dengan sholawat.

Sholawat: Pengantar yang Menguatkan Doa

Sholawat bukanlah permintaan, melainkan pujian dan penghormatan kepada Rasulullah ﷺ. Meski tidak berisi permohonan pribadi, sholawat memiliki kedudukan istimewa. Banyak ulama menjelaskan bahwa doa yang diapit sholawat ibarat surat yang diberi alamat jelas lebih layak untuk “sampai”.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa sholawat menjadi sebab turunnya rahmat Allah. Karena itu, sholawat sering disebut sebagai penguat dan pembuka pintu doa, bukan pengganti doa itu sendiri.

Jika harus memilih mana yang lebih baik, maka jawabannya bergantung pada kondisi hati seseorang. Saat seseorang penuh kegelisahan dan kata-kata terasa buntu, sholawat bisa menjadi jalan untuk menenangkan diri dan menata kembali niat. Saat hati sudah lapang dan harapan ingin disampaikan, doa menjadi sarana paling tepat.

Dalam praktik terbaik, sholawat dan doa berjalan beriringan:

• Sholawat menyiapkan hati dan adab

• Doa menyampaikan harapan dan kebutuhan

Kombinasi keduanya mencerminkan keseimbangan antara cinta kepada Rasulullah ﷺ dan ketergantungan penuh kepada Allah SWT.

Pendekatan Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari

Tidak perlu mempersulit. Bersholawatlah kapan pun sempat, dan berdoalah kapan pun hati ingin bicara.

Dalam banyak riwayat, para ulama bahkan menyarankan memperbanyak sholawat saat doa terasa berat, bukan untuk meninggalkan doa, tetapi agar doa lahir dari hati yang lebih tenang dan yakin.

Sholawat dan doa bukan soal mana yang lebih unggul, melainkan bagaimana keduanya saling menguatkan. Sholawat menumbuhkan cinta dan ketenangan, sementara doa menyalurkan harapan dan kebutuhan. Ketika keduanya dipadukan, seorang hamba tidak hanya meminta, tetapi juga beradab.

Karena dalam Islam, yang paling indah bukan sekadar apa yang diminta, melainkan bagaimana cara meminta.

Tags:
Pecinta sholawat Sholawat membawa berkah Rindu rasulullah

Komentar Pengguna