Mengapa Sholawat Terasa Menenangkan? Ini Manfaatnya bagi Jiwa dan Kehidupan

Mengapa Sholawat Terasa Menenangkan? Ini Manfaatnya bagi Jiwa dan Kehidupan

12 Februari 2026 | 15:19

Keboncinta.com-- Ada satu amalan yang sering dianggap sederhana, namun dampaknya begitu luas: sholawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Banyak orang melantunkannya saat lelah, resah, atau ketika doa terasa berat naik ke langit. Anehnya, hati sering kali menjadi lebih tenang setelahnya. Lalu, apa sebenarnya manfaat sholawat, dan mengapa ia begitu istimewa?

Sholawat sebagai Jembatan Spiritual

Dalam Islam, sholawat bukan sekadar pujian, melainkan bentuk ketaatan langsung. Allah sendiri memerintahkan hamba-Nya untuk bersholawat:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

(QS. Al-Ahzab: 56)

Artinya, ketika seseorang bersholawat, ia sedang menyelaraskan dirinya dengan amalan para malaikat. Secara spiritual, sholawat menjadi jalan penghubung antara hamba, Rasulullah ﷺ, dan Allah SWT. Tak heran jika banyak ulama menyebut sholawat sebagai kunci dibukanya doa.

Dari sisi psikologi, sholawat memiliki efek serupa dengan repetitive positive focus pengulangan kalimat bermakna yang menenangkan pikiran. Saat sholawat dilafalkan, perhatian tidak lagi berpusat pada kecemasan, melainkan pada sosok teladan yang penuh kasih dan harapan.

Penelitian tentang religious coping menunjukkan bahwa praktik spiritual yang berulang dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Dalam konteks ini, sholawat berperan sebagai penyeimbang emosi, membantu pikiran lebih jernih dan hati lebih stabil.

Mengundang Rahmat, Mengangkat Derajat

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”

(HR. Muslim)

Sholawat bukan hanya memberi ketenangan, tetapi juga mengundang rahmat Allah. Rahmat ini bisa hadir dalam banyak bentuk: kemudahan urusan, lapangnya hati, hingga perlindungan dari kegelisahan yang tak terlihat.

Menariknya, para ulama juga menyebut bahwa sholawat dapat menjadi sebab diampuninya dosa dan diangkatnya derajat, karena ia adalah amalan yang luar biasa.

Sholawat tidak harus menunggu waktu khusus. Ia bisa hadir di sela aktivitas, dalam perjalanan, bahkan saat hati terasa kosong. Justru di situlah kekuatannya: sederhana, ringan, namun konsisten.

Bagi banyak orang, sholawat menjadi cara untuk tetap terhubung dengan Tuhan tanpa harus selalu dalam kondisi sempurna. Ia mengajarkan bahwa mendekat kepada Allah tidak selalu melalui kata-kata panjang, tapi melalui ketulusan yang diulang dengan cinta.

Sholawat bukan sekadar bacaan, melainkan ruang aman bagi jiwa. Ia menenangkan, menguatkan, dan perlahan membentuk cara pandang yang lebih lapang terhadap hidup. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan, sholawat hadir sebagai pengingat: bahwa ketenangan sering kali lahir dari hal-hal yang paling sederhana.

Tags:
Pecinta sholawat Sholawat membawa berkah Rindu rasulullah

Komentar Pengguna