Keboncinta.com-- Kesiapan Masjid di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menyambut Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi semakin menunjukkan perkembangan positif.
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa berbagai persiapan teknis dan fasilitas terus dikebut agar pelaksanaan salat tarawih pada awal Ramadan dapat berjalan lancar.
Penegasan tersebut disampaikan usai dirinya melakukan peninjauan langsung sekaligus memimpin salat subuh di masjid yang menjadi salah satu ikon kawasan IKN itu.
Ia menyampaikan rasa syukur atas progres pembangunan yang dinilai sesuai dengan target, terutama menjelang agenda penting pelaksanaan tarawih perdana di ibu kota baru Indonesia.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Program Magang Kemenkeu 2026 untuk Mahasiswa S1 dan D4, Simak Syarat dan Jadwalnya
Menurutnya, peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek kesiapan masjid, mulai dari sarana ibadah hingga kelengkapan pendukung lainnya.
Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman dan khusyuk di pusat pemerintahan yang baru.
Wamenag juga mengungkapkan bahwa Menteri Agama Nasaruddin Umar memiliki rencana untuk melaksanakan salat tarawih sekaligus menyampaikan tausiyah pada 2 Ramadan 1447 H di Masjid IKN.
Permintaan tersebut secara khusus dititipkan kepada dirinya agar memastikan seluruh persiapan benar-benar matang. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, target tersebut diyakini dapat terealisasi sesuai rencana.
Di sisi lain, progres fisik masjid juga terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pemasangan karpet tengah berlangsung, begitu pula penataan ruang-ruang utama dan fasilitas penunjang lainnya.
Hal ini menjadi bagian penting untuk menjamin kenyamanan ribuan jemaah yang akan memadati area masjid saat Ramadan.
Dari aspek kapasitas, Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Timur Kementerian Pekerjaan Umum menjelaskan bahwa pada tahap awal masjid ini dirancang mampu menampung sekitar 29.000 jemaah.
Pada fase pengembangan selanjutnya, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat hingga mencapai sekitar 60.000 jemaah, menjadikannya salah satu masjid terbesar di Indonesia.
Kompleks masjid tidak hanya mencakup ruang utama salat, tetapi juga dilengkapi dengan plaza, menara (minaret), area penunjang, serta kawasan komersial yang akan difungsikan sebagai Plaza Ramadan.
Berdasarkan koordinasi dengan Otorita IKN, kawasan tersebut direncanakan menampung sekitar 100 tenant, dengan sebagian di antaranya berada di sekitar area masjid untuk mendukung aktivitas masyarakat selama bulan suci.
Baca Juga: Rekrutmen CPNS 2026 Dipersiapkan Matang, Ini Sektor Prioritas dan Estimasi Jadwalnya
Bangunan masjid terdiri dari empat lantai yang memuat beragam fasilitas, mulai dari ruang ibadah utama, ruang pertemuan, ruang VIP, hingga area edukasi.
Fasilitas ramah disabilitas seperti lift, ramp, dan tangga khusus juga disediakan untuk memastikan aksesibilitas bagi semua kalangan.
Dari sisi arsitektur, desain masjid mengusung konsep sorban tergulung yang berputar searah dengan putaran tawaf saat ibadah haji, mencerminkan filosofi spiritual yang mendalam sekaligus identitas Islam yang kuat.
Peninjauan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari Otorita IKN dan Kementerian Agama wilayah Kalimantan Timur, menandakan sinergi lintas lembaga dalam memastikan kesiapan rumah ibadah ini.
Baca Juga: Rekrutmen CPNS 2026 Dipersiapkan Matang, Ini Sektor Prioritas dan Estimasi Jadwalnya
Dengan berbagai persiapan yang hampir rampung, Masjid IKN diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus simbol peradaban baru di jantung Ibu Kota Nusantara saat Ramadan 2026 tiba.***