Keboncinta.com-- Berkata tidak dianggap kasar, egois, atau tidak sopan. Akibatnya, kita sering memaksakan diri, mengambil beban berlebihan, dan akhirnya kelelahan secara emosional. Padahal, menolak adalah bagian dari menjaga diri—sebuah kemampuan penting dalam kehidupan modern.
1. Sadari bahwa “tidak” bukan bentuk permusuhan
Menolak bukan berarti menolak orangnya—hanya permintaannya. Ini perbedaan besar yang sering disalahpahami. Kamu tetap bisa menjaga hubungan sambil menjaga batasan diri.
2. Gunakan kalimat yang jujur tapi lembut
Kunci menolak tanpa drama adalah transparansi yang sopan. Misalnya: “Maaf, aku tidak bisa bantu sekarang. Ada pekerjaan yang harus kuselesaikan.”, “Aku senang diajak, tapi aku perlu istirahat.” Tidak perlu alasan panjang, cukup jelas dan tulus.
3. Jangan minta maaf berlebihan
Kebiasaan berkata “maaf, maaf, maaf…” membuatmu terlihat ragu terhadap keputusanmu sendiri. Cukup satu kali maaf sebagai etika, lalu sampaikan alasan atau batasanmu. Itu sudah cukup.
4. Beri alternatif jika memungkinkan
Jika kamu tetap ingin membantu tanpa mengorbankan diri, kamu bisa menawarkan solusi ringan: “Sekarang belum bisa, tapi aku bisa bantu besok.” Atau, “Aku tidak bisa ikut, tapi coba tanya ke A, dia mungkin bisa.”
5. Ingat: setiap “iya” yang kamu ucapkan berarti “tidak” untuk dirimu sendiri
Waktu, tenaga, dan perhatian itu terbatas. Jika kamu selalu mengatakan iya untuk orang lain, kamu mengorbankan kepentingan pribadimu—mulai dari istirahat, fokus, hingga kesehatan mental.
6. Latihan kecil: mulai dari hal-hal sederhana
Mulai dari menolak pinjaman barang, ajakan nongkrong, atau tugas tambahan yang tidak wajib. Semakin sering dilatih, kamu akan semakin nyaman dan tidak lagi merasa bersalah.
Ingat: orang lain punya kebutuhan, kamu juga. Dan keduanya sama-sama penting.
Contributor: Tegar Bagus Pribadi