Rasulullah Tak Pernah Menyalahkan: Teladan Lembut untuk Hati yang Mudah Marah

Rasulullah Tak Pernah Menyalahkan: Teladan Lembut untuk Hati yang Mudah Marah

25 November 2025 | 20:36

Keboncinta.com--   Salah satu akhlak paling menakjubkan dari Rasulullah ﷺ adalah kelembutan beliau terhadap kesalahan orang lain. Beliau tidak tergesa-gesa menyalahkan, tidak merendahkan, dan tidak memarahi dengan emosi. Sikap ini menjadi pelajaran berharga bagi kita yang mudah tersulut amarah.

Anas bin Malik r.a., yang melayani Rasulullah selama 10 tahun, bersaksi:
“Demi Allah, beliau tidak pernah berkata kepadaku: ‘Ah!’ dan tidak pernah berkata terhadap apa yang aku lakukan, ‘Mengapa engkau lakukan itu?’ atau terhadap apa yang tidak aku lakukan, ‘Mengapa tidak engkau lakukan?’” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Kesaksian ini menunjukkan betapa sabarnya beliau. Bahkan kepada seorang anak muda yang masih sering melakukan kesalahan, beliau tetap memilih pendekatan penuh kasih.

Rasulullah ﷺ juga mendidik tanpa kemarahan. Dalam riwayat Muslim, disebutkan bahwa seorang lelaki meminta wasiat, lalu Nabi ﷺ bersabda berulang-ulang: “Jangan marah.” (HR. Muslim). Ini bukan hanya larangan, tetapi juga ajakan untuk membangun kontrol diri. Beliau mengajarkan bahwa amarah sering kali menutup pintu kebaikan.

Contoh lain kelembutan beliau terlihat ketika seorang Arab Badui buang air kecil di masjid. Para sahabat marah dan hendak menghentikannya, tetapi Nabi ﷺ berkata: “Biarkan dia… kalian diutus untuk memudahkan, bukan untuk menyulitkan.” (HR. Al-Bukhari).
Setelah itu, beliau memanggil lelaki itu dengan lembut dan menjelaskan adab masjid. Hasilnya, sang Badui justru mendoakan beliau dengan penuh hormat.

Rasulullah ﷺ tidak menyalahkan karena memahami bahwa perubahan tidak lahir dari hinaan, tetapi dari hati yang merasa dihargai. Beliau menunjukkan bahwa kelembutan lebih kuat dari kemarahan, dan kesabaran lebih efektif dari teriakan.

Bagi kita yang mudah tersinggung atau cepat naik emosi, teladan Nabi ﷺ ini adalah terapi jiwa: sebelum menyalahkan, tenangkan hati; sebelum memarahi, pikirkan dampaknya; dan sebelum mempermalukan, ingat bahwa Rasulullah ﷺ sendiri selalu memilih kata-kata yang menenangkan.

Dengan meniru kelembutan beliau, kita bukan hanya memperbaiki hubungan dengan orang lain, tetapi juga menenangkan jiwa sendiri.

Contributor: Tegar Bagus Pribadi

Tags:
Khazanah Islam Akhlak mulia Cinta Allah dan Rasulullah Teladan

Komentar Pengguna