Rasulullah Tak Pernah Memotong Ucapan Orang Lain

Rasulullah Tak Pernah Memotong Ucapan Orang Lain

22 November 2025 | 16:06

Keboncinta.com--   Salah satu adab mulia Rasulullah ļ·ŗ yang sering luput kita teladani adalah kebiasaan beliau tidak pernah memotong ucapan orang lain. Dalam banyak riwayat, para sahabat menyebut bahwa Rasulullah selalu mendengarkan dengan penuh perhatian hingga lawan bicara selesai berbicara. Beliau tidak tergesa-gesa, tidak menyela, dan tidak membuat seseorang merasa diremehkan.

Dalam Musnad Ahmad disebutkan, “Rasulullah tidak pernah memotong pembicaraan seseorang hingga ia sendiri yang berhenti.” Sikap ini terlihat bukan hanya kepada sahabat terdekat, tetapi juga kepada orang asing, bahkan kepada mereka yang datang dengan kata-kata kasar sekalipun.

Adab ini menunjukkan betapa Rasulullah memahami hakikat komunikasi: bahwa setiap manusia ingin dihargai dan didengarkan. Mendengarkan bukan hanya aktivitas telinga, melainkan ibadah hati. Rasulullah memberi ruang penuh kepada setiap orang untuk menyampaikan isi pikirannya, sekalipun isi itu keliru. Setelah selesai, barulah beliau menanggapi dengan lembut, bijak, dan penuh pertimbangan.

Di era ketika banyak orang berlomba untuk didengar, keteladanan Nabi ini menjadi pengingat penting: kadang kebenaran justru hadir ketika kita belajar diam dan memberi ruang bagi orang lain. Memotong ucapan bisa melukai harga diri, membuat seseorang enggan berdialog, atau bahkan mematikan semangat belajar. Sebaliknya, mendengarkan dengan sabar membuka pintu hati dan memperhalus jiwa.

Akhlak ini menegaskan bahwa kelembutan bukan kelemahan, melainkan kekuatan. Dengan tidak menyela, Rasulullah mengajarkan bahwa setiap percakapan adalah kesempatan memperbaiki, bukan memenangkan ego.

Dalam diri beliau, kita belajar bahwa adab mendengar adalah separuh dari kebijaksanaan. Semoga Allah menuntun kita untuk meniru akhlak luhur ini—menjadi pribadi yang hadir dengan hati, bukan hanya kata.

Contributor: Tegar Bagus Pribadi

Tags:
Khazanah Islam Akhlak mulia Cinta Allah dan Rasulullah Teladan

Komentar Pengguna