keboncinta.com --- Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) mengeluarkan 8 Poin Seruan Kebangsaan sebagai respons terhadap dinamika politik dan meningkatnya aksi unjuk rasa di berbagai daerah. Seruan ini bertujuan agar aspirasi masyarakat disampaikan secara damai serta mencegah terjadinya korban jiwa.
"PP ISNU sebagai wadah para sarjana, akademisi, dan intelektual, menyampaikan Seruan Kebangsaan," demikian pernyataan resmi yang dirilis Senin (1/9/2025).
Ketua Umum PP ISNU, Prof. Dr. Kamaruddin Amin, MA, menegaskan pentingnya mengawal isu-isu terkini agar pemerintah fokus pada pemulihan ekonomi rakyat, memperkuat transparansi, dan menjaga etika publik.
"Mari kita sama-sama mengawal agar pengambil kebijakan fokus pada pemulihan ekonomi rakyat, memperkuat transparansi, serta menguatkan etika publik baik dalam berbicara maupun bertindak. Dan menyerukan kepada sahabat sarjana dan insan kampus agar hadir sebagai pengawal moral kebangsaan, kebijakan pemerintah yang pro rakyat, dan kehidupan demokrasi yang damai serta menolak anarkisme," ujar Kamaruddin.
Senada dengan itu, Sekretaris Umum PP ISNU Wardi Taufik menambahkan bahwa seluruh elemen bangsa harus menyampaikan aspirasi secara damai agar pemerintah dan DPR mendengar suara rakyat serta meninjau ulang kebijakan yang dinilai memberatkan masyarakat.
"ISNU mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyampaikan aspirasi secara damai, aparat menjaga keamanan dengan humanis, dan pemerintah bersama DPR mendengar suara rakyat dengan meninjau ulang kebijakan yang membebani serta melukai perasaan masyarakat," terangnya.
Pemerintah dan DPR RI diminta mendengar aspirasi masyarakat secara serius serta meninjau ulang kebijakan yang memberatkan, termasuk rencana kenaikan tunjangan DPR, pajak yang tidak adil, dan pos APBN yang tidak produktif.
ISNU mengajak sarjana, insan kampus, dan elemen masyarakat lainnya menyampaikan aspirasi secara konstitusional, tertib, dan damai. Seruan ini juga menolak provokasi dan aksi anarkis yang berpotensi memecah persatuan.
"Mari kita segera menatap ke depan. Jangan sampai rasa marah dan kekecewaan ini mengarah ke tindakan yang mengkhawatirkan: membuat kita saling marah dan kecewa terhadap satu sama lain. Apalagi saling menyakiti satu sama lain," tulis PP ISNU.
Aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, diimbau menjaga ketertiban dengan pendekatan terukur, humanis, dan dialogis, tanpa mengabaikan ketegasan terhadap tindakan anarkis.
Pemerintah diminta memprioritaskan pemulihan ekonomi rakyat, menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan menstabilkan harga kebutuhan pokok.
ISNU menolak segala bentuk provokasi bernuansa SARA dan mengajak sarjana serta akademisi menjadi penopang nalar kritis sekaligus penjaga harmoni sosial.
"Kita ubah bara semangat untuk memperbaiki Indonesia menjadi energi yang mempersatukan, bukan energi yang memecah belah. Saling jaga satu sama lain. Mari kita jaga bersama Indonesia," bunyi poin kelima.
ISNU mendesak pemerintahan yang transparan dan akuntabel, termasuk dalam pemberantasan korupsi dan pelibatan publik dalam kebijakan strategis.
Pejabat publik diminta berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan agar tidak memicu situasi yang mengganggu stabilitas kebangsaan.
ISNU mengajak sarjana, insan kampus, dan komunitas akademik aktif membangun ruang dialog dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Selain itu, mereka juga diminta menjaga fasilitas umum serta membantu masyarakat yang terdampak kesulitan.
"Seruan Kebangsaan PP ISNU ini merupakan panggilan moral dan komitmen kebangsaan. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, membimbing setiap hati manusia Indonesia dan melindungi Bangsa kita tercinta," demikian bunyi penutup seruan tersebut.