Keboncinta.com-- Rambut rontok sering membuat panik, apalagi saat helai rambut terlihat menumpuk di lantai kamar mandi atau di sisir. Banyak orang langsung mengira rambutnya bermasalah, padahal tidak semua kerontokan menandakan gangguan serius. Rambut rontok bisa menjadi bagian alami dari siklus pertumbuhan rambut. Namun, ada batas antara rontok yang wajar dan rontok yang perlu diwaspadai.
Secara alami, rambut manusia memiliki siklus tumbuh, istirahat, dan rontok. Setiap hari, rambut yang berada di fase akhir akan rontok untuk memberi ruang bagi rambut baru. Dalam kondisi normal, rontok sekitar 50–100 helai per hari masih dianggap wajar. Kerontokan ini biasanya tidak membuat rambut tampak menipis dan tidak terjadi secara tiba-tiba.
Rambut rontok normal umumnya terjadi secara merata di seluruh kepala. Rambut yang rontok masih digantikan oleh rambut baru yang tumbuh, sehingga kepadatan rambut tetap terjaga. Kerontokan juga sering meningkat sementara, misalnya saat keramas atau menyisir, namun berkurang dengan sendirinya tanpa perlu perawatan khusus.
Berbeda dengan itu, rambut rontok tidak normal biasanya terjadi secara berlebihan dan terus-menerus. Rambut bisa rontok lebih dari 100 helai per hari, bahkan dalam jumlah besar saat keramas. Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah rambut mulai tampak menipis, volume berkurang, atau muncul bagian kulit kepala yang semakin terlihat.
Rontok yang tidak normal juga sering terjadi di area tertentu, seperti bagian depan kepala, puncak, atau garis rambut. Kondisi ini bisa disertai gejala lain, seperti kulit kepala gatal, nyeri, ketombe parah, atau rambut mudah patah. Dalam beberapa kasus, rambut baru sulit tumbuh kembali atau pertumbuhannya sangat lambat.
Penyebab rambut rontok tidak normal bisa beragam. Stres berat, perubahan hormon, kekurangan nutrisi, gangguan kesehatan tertentu, hingga penggunaan produk rambut yang tidak sesuai dapat memicu gangguan siklus pertumbuhan rambut. Faktor genetik juga berperan besar, terutama pada kebotakan pola tertentu.
Perbedaan lain yang cukup jelas terletak pada durasi kerontokan. Rambut rontok normal biasanya bersifat sementara dan akan membaik seiring waktu. Sebaliknya, kerontokan tidak normal cenderung berlangsung lama dan semakin memburuk jika tidak ditangani.
Memahami perbedaan ini penting agar tidak salah mengambil langkah. Jika kerontokan terjadi secara wajar, menjaga pola hidup sehat dan perawatan rambut yang lembut sudah cukup. Namun, jika rambut rontok terasa berlebihan, berlangsung lebih dari beberapa bulan, atau disertai perubahan pada kulit kepala, sebaiknya mulai lebih waspada dan mencari solusi yang tepat.
Selama masih dalam batas normal, tidak perlu panik. Namun, jika tanda-tandanya sudah mengarah ke kondisi tidak normal, mengenali lebih awal akan membantu mencegah kerontokan yang lebih parah di kemudian hari.