Keboncinta.com-- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak dapat berhenti pada teori semata.
Ia menekankan pentingnya dua pendekatan utama—knowing dan doing—sebagai strategi untuk membentuk karakter siswa secara menyeluruh di sekolah.
Menurutnya, pendekatan knowing bertujuan memperluas pengetahuan dan kesadaran intelektual siswa tentang nilai-nilai positif yang perlu dimiliki generasi muda.
Sementara itu, pendekatan doing menempatkan penekanan pada pembiasaan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya diterapkan melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang mendorong siswa membangun perilaku positif secara konsisten.
Baca Juga: Menguak Keistimewaan Mangga: Buah Favorit yang Menyegarkan dan Banyak Vitamin
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya peran guru bimbingan konseling (BK). Ia mengingatkan bahwa guru BK tidak boleh hanya hadir ketika siswa memiliki masalah, tetapi harus proaktif mendampingi perkembangan karakter, potensi, dan kesejahteraan psikologis setiap murid.
“Setiap peserta didik memiliki kelebihan unik. Tugas pendidikan adalah menuntun dan mengasah potensi itu agar berkembang maksimal,” ujarnya dalam peluncuran Program Pengembangan Kompetensi BK di Jakarta.
Ia berharap program tersebut mendorong lahirnya inovasi dan praktik baik dari guru BK, sehingga sekolah benar-benar menjadi “rumah kedua” yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa.
Program ini diharapkan mampu memperkuat kinerja guru BK dalam menumbuhkan prestasi sekaligus membentuk karakter unggul generasi penerus bangsa.
Di sisi lain, Dirjen GTKPG, Nunuk Suryani, menambahkan bahwa siswa masa kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Oleh sebab itu, mereka membutuhkan bukan hanya ilmu akademik, tetapi juga dukungan psikologis dan emosional yang kuat.
Melalui konsep 7 Jurus BK Hebat—meliputi mengenali potensi, mengelola emosi, memperkuat resiliensi, menjaga konsistensi, menjalin koneksi, membangun kolaborasi, serta menciptakan lingkungan kondusif—guru BK diharapkan mampu hadir sebagai pendamping sekaligus pelindung perkembangan siswa.
Nunuk menegaskan bahwa guru BK harus semakin percaya diri menjalankan peran pentingnya dalam menjaga keselamatan psikologis murid dan membimbing mereka menghadapi tantangan modern.***