Panduan Orang Tua: Membiasakan Pola Tidur Sehat untuk Anak

Panduan Orang Tua: Membiasakan Pola Tidur Sehat untuk Anak

29 Agustus 2025 | 01:05

keboncinta.com --- Musim liburan sering membuat jadwal tidur anak berubah. Orang tua pun kerap membiarkan waktu tidur lebih longgar karena merasa lelah. Namun, penting untuk menjaga rutinitas tidur yang teratur. Anak sebaiknya tidur pada malam hari dan terjaga di siang hari, karena tubuh manusia berfungsi paling baik dengan pola ini.

Hal ini berlaku juga untuk keluarga yang menjalani home-schooling. Meskipun perjalanan ke sekolah hanya sebatas ke meja makan, anak tetap tidak boleh menghabiskan seluruh pagi di tempat tidur.

Tidur sangat penting bagi semua orang, terutama anak-anak. Kurang tidur berkualitas dapat memicu masalah kesehatan, gangguan perilaku, dan kesulitan belajar. Berikut beberapa tips sederhana agar anak Anda mendapatkan tidur yang cukup:


1. Tetapkan Jadwal Tidur yang Konsisten

Tubuh kita bekerja optimal ketika kita tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.

  • Anak-anak dan remaja membutuhkan 8 hingga 10 jam tidur setiap malam.

  • Hitung mundur 10 jam dari waktu anak harus bangun. Itulah waktu ideal untuk mulai bersiap tidur (untuk anak yang lebih kecil, hitung mundur 11 jam).

  • Misalnya, jika remaja harus bangun pukul 07.00, maka ia sebaiknya mulai bersiap tidur pukul 21.00 dan sudah berada di tempat tidur pukul 22.00. Anak yang lebih kecil harus mulai rutinitas tidur, seperti mandi, sekitar pukul 20.00.

Catatan: Remaja secara biologis cenderung tidur lebih larut dan bangun lebih siang. Sayangnya, jadwal sekolah sering tidak mendukung hal ini, sehingga orang tua perlu membantu mereka menyesuaikan.
Meski boleh tidur sedikit lebih malam di akhir pekan, usahakan perbedaan waktunya tidak lebih dari satu jam.


2. Matikan Layar Sebelum Tidur

Cahaya biru dari layar gadget dapat menghambat rasa kantuk.

  • Sebaiknya semua perangkat elektronik dimatikan dua jam sebelum waktu tidur.

  • Jadikan waktu bersiap tidur sebagai tanda dimatikannya semua perangkat.

  • Pastikan tidak ada gadget di kamar tidur. Jika remaja menolak dengan alasan alarm, berikan jam weker sebagai pengganti.

  • Minimal, pastikan ponsel diatur dalam mode Do Not Disturb saat malam hari.


3. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung Tidur

  • Kurangi kebisingan. Jika menonton TV, kecilkan volumenya. Hindari aktivitas yang terlalu bising setelah anak tidur.

  • Pertimbangkan penggunaan mesin white noise, kipas angin, atau AC untuk meredam suara.

  • Gunakan tirai gelap jika anak sulit tidur saat ada cahaya, atau mudah terbangun saat fajar.


4. Perhatikan Faktor Lain yang Mempengaruhi Tidur

  • Jadwal padat remaja sering membuat waktu tidur berkurang. Bicarakan dengan anak bagaimana mengatur jadwal agar tetap cukup tidur, misalnya mengerjakan PR di sekolah atau membatasi waktu bermain game.

  • Batasi konsumsi kafein, sebaiknya tidak sama sekali, terutama setelah sore hari.

  • Hindari tidur siang terlalu lama pada anak yang lebih besar karena bisa mengganggu tidur malam (tidur siang masih baik untuk anak usia prasekolah).

  • Aktivitas fisik sangat penting. Selain menyehatkan, olahraga membantu tidur lebih nyenyak (hindari olahraga menjelang tidur).

  • Terapkan rutinitas menenangkan sebelum tidur, seperti membaca buku atau mendengarkan musik lembut.


Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Jika anak sulit tidur, sering terbangun di malam hari, mendengkur, atau mengalami masalah pernapasan saat tidur, segera konsultasikan ke dokter. Jangan abaikan masalah tidur, karena kualitas tidur yang buruk berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak.

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna